Adam Hanley, salah satu peneliti dalam studi tentang mindful dishwashing, menjelaskan, “Saya sangat tertarik pada bagaimana aktivitas sehari-hari yang sederhana dapat digunakan untuk meningkatkan kondisi mindfulness dan, pada akhirnya, meningkatkan rasa sejahtera secara keseluruhan,” dikutip dari TIME.
Bukan Cuma Bersih, Ini Alasan Cuci Piring Bisa Mengurangi Stres

- Mencuci piring secara mindful dapat membantu mengalihkan pikiran dari stres dengan memusatkan perhatian pada satu aktivitas, seperti menggosok dan membilas piring.
- Sensasi air hangat, aroma sabun, suara air, dan tekstur spons dapat membuat seseorang lebih hadir pada momen sekarang serta mengurangi ruang bagi pikiran mengganggu.
- Melihat tumpukan piring menjadi bersih dan wastafel kosong memberi hasil nyata serta kepuasan setelah menyelesaikan tugas kecil, terutama saat hari terasa berantakan.
Pulang setelah seharian beraktivitas, kemudian melihat tumpukan piring kotor di wastafel rasanya bisa bikin mood langsung down. Bagi sebagian orang, mencuci piring mungkin terasa seperti tugas tambahan yang bikin capek. Padahal, aktivitas sederhana ini ternyata bisa membantu membuat pikiran terasa lebih tenang. Mencuci piring dengan cara tertentu disebut bisa membantu mengurangi rasa stres dan gugup.
Cara kita menjalani proses mencuci piring juga ternyata punya peran penting. Dengan memperhatikan gerakan tangan, air, aroma sabun, hingga tekstur piring yang kita cuci, aktivitas ini bisa menjadi momen untuk berhenti sejenak. Lalu, apa yang sebenarnya membuat kegiatan rumah tangga ini bisa terasa menenangkan? Yuk, simak alasan mencuci piring ternyata bisa jadi salah satu cara sederhana untuk memberi jeda pada pikiran kita.
1. Membuat pikiran fokus pada satu hal

ilustrasi cuci piring (pexels.com/ RDNE Stock project) Saat stres, pikiran biasanya bergerak ke mana-mana dalam waktu bersamaan. Mencuci piring secara mindful justru mengajak kita memperhatikan satu aktivitas yang sedang dilakukan. Mulai dari mengambil spons, menggosok permukaan piring, sampai membilasnya, semua dilakukan tanpa buru-buru.
Jadi untuk mencoba mindful kamu gak harus selalu duduk diam saja. Aktivitas rumah tangga seperti mencuci piring pun bisa menjadi kesempatan untuk mengalihkan perhatian agar fokus kembali ke saat ini.
2. Sensasi kecil bikin kita “present”

ilustrasi cuci piring (pexels.com/Andrea Piacquadio) Coba perhatikan ketika mencuci piring, biasanya ada rasa hangat air di tangan, aroma sabun, suara air mengalir, sampai tekstur spons yang menyentuh permukaan piring. Hal-hal kecil tersebut bisa menjadi alat supaya perhatian gak terus terseret ke berbagai pikiran.
Menurut Curtis Reisinger, Ph.D., psikolog dari North Shore-LIJ Health System, “Jika kamu bisa memenuhi perhatian dan kesadaranmu dengan sabun, air, dan hal-hal semacam itu, pada dasarnya hal tersebut akan memenuhi ruang yang biasanya ditempati oleh pikiran-pikiran yang mengganggu.” dilansir Patch.
Jadi, kuncinya bukan sekadar berdiri di depan wastafel. Cobalah benar-benar memperhatikan apa yang sedang kamu rasakan dan lakukan. Dengan begitu, rutinitas yang biasanya terasa membosankan bisa berubah menjadi jeda kecil dari ramainya pikiran.
3. Ada rasa lega setelah melihat sesuatu selesai

ilustrasi cuci piring (pexels.com/RDNE Stock project) Selain membantu mengalihkan perhatian, mencuci piring juga memberikan hasil yang bisa langsung dilihat. Piring yang awalnya menumpuk perlahan menjadi bersih, sementara wastafel yang berantakan kembali kosong. Sensasi menyelesaikan satu tugas kecil ini bisa terasa cukup memuaskan, terutama ketika hari sedang terasa berantakan.
Menurut Dawn Potter, PsyD, seorang psikolog klinis, “Bersih-bersih menghasilkan sesuatu yang nyata yang bisa kita lihat dan rasakan. Setelahnya, kita bisa melihat hasilnya dan berpikir, ‘Wah, kelihatan bagus!’ Hal itu memberikan kita kepuasan karena sudah melakukan sesuatu yang bermakna,” dikutip dari Cleveland Clinic.
Makanya, jangan remehkan kepuasan melihat wastafel yang akhirnya kosong. Memang masalah hidup belum otomatis selesai, tetapi setidaknya ada satu hal kecil yang berhasil kamu bereskan hari itu.
Mencuci piring gak harus selalu dianggap sebagai pekerjaan rumah yang menyebalkan. Kalau dilakukan dengan lebih sadar, aktivitas ini bisa menjadi momen untuk berhenti sebentar dari berbagai distraksi. Kamu gak perlu aplikasi meditasi atau meluangkan waktu khusus untuk mencobanya. Cukup berdiri di depan wastafel dan benar-benar present pada apa yang sedang kamu lakukan. Siapa sangka, sesi cuci piring setelah makan malam bisa jadi reset kecil sebelum kembali menghadapi dunia.




















