“Folikel rambut merupakan organ kecil di kulit yang memiliki banyak persarafan dan berperan penting dalam respons sentuhan,” tulis Nobuko Takanari dan rekan-rekannya dalam penelitian Three-dimensional Correlative Light and Focused Ion Beam Scanning Electron Microscopy Reveals the Distribution and Ultrastructure of Lanceolate Nerve Endings Surrounding Terminal Hair Follicles in Human Scalp Skin yang diterbitkan dalam Experimental Dermatology.
Kenapa Elusan Kepala dari Pasangan Terasa Menenangkan? Ini Alasannya!

- Folikel rambut di kepala memiliki jaringan saraf sensorik yang menangkap sentuhan dan gerakan rambut, sehingga elusan lembut terasa jelas; kenyamanannya dipengaruhi cara sentuh serta orang yang melakukannya.
- Riset tentang pelukan pasangan menunjukkan respons kortisol lebih rendah pada perempuan sebelum situasi stres, memberi gambaran bahwa sentuhan dari orang tepercaya dapat berkaitan dengan rasa tenang.
- Elusan kepala juga berfungsi sebagai komunikasi nonverbal penuh perhatian, kasih sayang, dan rasa aman; konteks momen bersama serta kedekatan pasangan membuatnya terasa lebih menyenangkan.
Pernah merasa senang ketika pasangan tiba-tiba mengelus kepala atau rambutmu? Meski sederhana, gestur seperti ini bisa terasa begitu menenangkan. Apalagi kalau dilakukan ketika sedang capek, sedih, atau sekadar bersantai bersama.
Ternyata, ada beberapa penelitian yang bisa membantu menjelaskan kenapa sentuhan lembut dari pasangan terasa menyenangkan. Mulai dari berkaitan dengan stres sampai menjadi bentuk komunikasi kasih sayang, berikut beberapa alasannya!
1. Folikel rambut di kepala memiliki jaringan saraf sensorik

Pasangan yang duduk Ada alasan kenapa gerakan sederhana seperti mengusap rambut atau mengelus kepala bisa terasa begitu jelas. Folikel rambut memiliki jaringan saraf sensorik yang membantu tubuh mendeteksi sentuhan dan pergerakan rambut.
Jadi, saat pasangan mengelus kepala dan membuat rambut ikut bergerak, rangsangan tersebut juga diterima oleh sistem sensorik di sekitar folikel rambut. Hal inilah yang ikut membuat sentuhan di area kepala bisa terasa lebih jelas.
Meski begitu, keberadaan jaringan saraf tersebut gak otomatis berarti elusan kepala pasti terasa menyenangkan. Rasa nyaman juga dipengaruhi oleh cara menyentuh, seberapa lembut sentuhannya, serta siapa yang melakukannya.
2. Sentuhan dari pasangan bisa membantu tubuh menghadapi stres

ilustrasi quality time dengan pasangan (magnific.com/magnific) Salah satu alasan elusan kepala terasa nyaman bisa berkaitan dengan efek sentuhan sosial terhadap stres. Saat sedang capek atau punya banyak pikiran, kontak fisik dengan seseorang yang dipercaya dapat menjadi bagian dari pengalaman yang menenangkan.
Gesa Berretz dan rekan-rekannya pernah meneliti efek sentuhan pasangan sebelum seseorang menghadapi situasi yang memicu stres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mendapatkan pelukan dari pasangan, memiliki respons kortisol lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.
“Perempuan yang memeluk pasangannya sebelum mengalami stres menunjukkan respons kortisol yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol yang gak melakukan pelukan,” tulis Berretz dan rekan-rekannya dalam penelitian Romantic Partner Embraces Reduce Cortisol Release After Acute Stress Induction in Women but Not in Men yang diterbitkan di PLOS ONE.
Penelitian tersebut memang menguji pelukan, bukan elusan kepala secara spesifik. Namun, temuannya memberikan gambaran bahwa sentuhan dari pasangan dapat berkaitan dengan respons stres pada perempuan. Ini bisa membantu menjelaskan mengapa sentuhan lembut terasa semakin menyenangkan ketika datang dari orang yang dipercaya.
3. Elusan kepala bisa terasa sebagai bentuk perhatian

ilustrasi pasangan saling pandang, tersenyum, balikan dengan mantan (magnific.com/magnific) Ketika pasangan tiba-tiba mengelus kepala, gestur tersebut mungkin diterjemahkan sebagai perhatian. Sebab, sentuhan juga merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal dalam hubungan.
Jessica T. Campbell, Assistant Research Scientist dari Indiana University Bloomington, dan rekan-rekannya melakukan penelitian terhadap 1.156 perempuan yang sedang menjalani hubungan romantis. Dalam penelitian tersebut, affectionate touch dijelaskan sebagai bentuk komunikasi nonverbal untuk mengekspresikan perasaan positif kepada orang yang menerima sentuhan.
“Affectionate touch dipahami sebagai bentuk komunikasi nonverbal ketika pemberi sentuhan mengekspresikan perasaan positif terhadap penerimanya,” tulis Campbell dan rekan-rekannya dalam penelitian Women Who Experience More Affectionate Touch Report Better Body Satisfaction and Relationship Outcomes yang diterbitkan di The Journal of Sex Research.
Itulah mengapa elusan kepala bisa memiliki makna lebih dari sekadar kontak fisik. Tanpa mengatakan apa pun, pasangan bisa membuat seseorang merasa sedang diperhatikan atau disayangi.
4. Bisa menambah rasa aman dan nyaman dalam hubungan

Pexels/ cottonbro + Tips Membangun Hubungan dengan Pasangan Ambivert Sentuhan penuh kasih sayang juga dapat menjadi salah satu sinyal keamanan dalam hubungan. Ketika diberikan oleh pasangan yang dipercaya, sentuhan bisa menjadi pengingat kecil bahwa ada seseorang yang hadir dan peduli.
“Orang pada dasarnya termotivasi untuk berada dalam hubungan sosial yang terasa aman, yakni hubungan ketika mereka secara konsisten diperhatikan dan dilindungi, bukan disakiti atau dimanfaatkan,” tulis Murray dan Pascuzzi dalam artikel ilmiah Pursuing Safety in Social Connection: A Flexibly Fluid Perspective on Risk Regulation in Relationships yang diterbitkan di Annual Review of Psychology.
Elusan kepala pun bisa menjadi salah satu gestur yang diasosiasikan dengan rasa tersebut. Terlebih kalau pasangan biasa melakukannya ketika sedang menghibur, menemani, atau memberikan dukungan.
5. Bisa menjadi gestur yang identik dengan momen nyaman bersama pasangan

ilustrasi pasangan sedang mengobrol. (www.pexels.com/Samson Katt) Pengalaman terhadap sentuhan gak hanya ditentukan oleh gerakan fisiknya. Siapa yang memberikan sentuhan dan situasi ketika sentuhan terjadi, juga dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakannya. Penelitian bahkan menemukan bahwa sentuhan lembut dengan pasangan dinilai lebih menyenangkan dibandingkan sentuhan serupa dengan orang asing.
“Rasa menyenangkan ketika memberikan sentuhan afektif dapat sangat dipengaruhi oleh dua faktor konteks sosial utama, yaitu identitas orang yang menerima sentuhan dan adanya kontak mata,” tulis Laura Crucianelli dan rekan-rekannya dalam penelitian Hedonic and Autonomic Responses in Promoting Affective Touch yang diterbitkan di Scientific Reports
Jadi, bisa saja yang bikin elusan kepala terasa nyaman bukan gerakannya saja. Momen yang menyertainya, seperti bersandar sambil ngobrol atau ditemani ketika sedang capek, juga ikut membuat gestur tersebut terasa spesial. Karena itu pula, elusan yang sama belum tentu terasa menyenangkan jika dilakukan oleh orang yang gak dekat atau tanpa persetujuan.
Demikian alasan kenapa elusan kepala terasa menangkan. Semoga bermanfaat buatmu!





















