Bayangkan kamu sedang berada di ruang kerja ketika seorang karyawan dijadikan bahan ejekan oleh rekan-rekannya. Semua orang mendengar komentar yang merendahkan tersebut. Beberapa bahkan ikut tertawa, sementara yang lain memilih kembali menatap layar komputer dan pura-pura sibuk. Tidak ada yang membela, tidak ada yang menegur. Seolah-olah kejadian tadi hanyalah bagian biasa dari rutinitas kantor.
Situasi seperti ini menunjukkan bahwa bullying di tempat kerja bukan hanya soal pelaku dan korban. Ada orang-orang lain yang menyaksikan kejadian tersebut, tetapi memilih tidak melakukan apa-apa. Sebagian mungkin takut ikut menjadi sasaran, sedangkan sebagian lainnya merasa bahwa ikut campur hanya akan membuat urusan mereka semakin rumit. Lantas, kenapa rekan kerja sering memilih diam saat melihat bullying, bahkan ketika mereka tahu perlakuan itu sudah keterlaluan?
