Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Istilah Curiosity sebagai Love Language

Mengenal Istilah Curiosity sebagai Love Language
Ilustrasi love language (freepik.com/Prostooleh)
Intinya Sih
  • Curiosity sebagai love language adalah rasa ingin tahu yang berlandaskan perhatian, untuk memahami perasaan, pengalaman, dan diri orang terdekat tanpa mencampuri hidup mereka.
  • Penerapannya meliputi mengajukan pertanyaan terbuka tanpa menghakimi, mendengarkan tanpa buru-buru memberi solusi, memakai bahasa tubuh hangat, serta melakukan refleksi diri.
  • Rasa ingin tahu membantu orang merasa didengar dan dihargai, mengurangi penghakiman, serta memperkuat kepercayaan dan komunikasi terbuka dalam hubungan pasangan, keluarga, maupun teman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Love language merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan cara seseorang mengekspresikan dan menerima kasih sayang. Selama ini, banyak orang mengenal lima jenis love language yang diperkenalkan oleh Gary Chapman, yaitu physical touch, quality time, words of affirmation, receiving gifts, dan acts of service.

Namun, ternyata cara seseorang menunjukkan kasih sayang tidak selalu terbatas pada lima bahasa cinta tersebut. Ada pula bentuk ekspresi kasih sayang lain yang banyak diperbincangkan. Salah satunya adalah curiosity atau rasa ingin tahu. Sikap ini menunjukkan perhatian melalui keinginan untuk benar-benar mengenal, memahami, dan hadir bagi orang yang disayangi. Yuk, kenali lebih jauh mengenai curiosity sebagai bentuk ekspresi kasih sayang!

1. Apa itu istilah love language curiosity?

ilustrasi bentuk kepedulian (pexels.com/Kaboompics)
ilustrasi bentuk kepedulian (pexels.com/Kaboompics)

Curiosity adalah sikap ingin tahu yang dilandasi oleh perhatian dan kepedulian terhadap seseorang. Saat menyayangi seseorang, kamu mungkin akan terdorong untuk mengetahui bagaimana perasaannya, apa yang sedang ia alami, hingga memahami hal-hal kecil yang membentuk dirinya. Tujuannya bukan untuk mencampuri kehidupan orang lain, melainkan agar kamu bisa lebih memahami dan hadir untuk mereka.

Selain itu, curiosity juga membuat kamu ingin orang yang disayangi merasa nyaman menjadi dirinya sendiri. Kamu menunjukkan perhatian melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana yang membuat mereka merasa didengar, dipahami, dan dihargai.

"Bahasa cinta saya adalah rasa ingin tahu. Saya menunjukkan kepedulian kepada orang-orang di dekat saya dengan bertanya kepada mereka, memahami perjalanan hidup mereka, dan mencoba membuat mereka merasa diinginkan. Saya ingin mereka menjadi diri sendiri dan saya ingin dicintai dengan cara yang sama," tutur Hailey Magee, Codependency Recovery Coach di laman Tiny Buddha.

2. Cara menerapkan curiosity sebagai bentuk kasih sayang

ilustrasi mendengarkan teman cerita (pexels.com/ Sarah Chai)
ilustrasi mendengarkan teman cerita (pexels.com/ Sarah Chai)

Pertama, ajukan pertanyaan dua arah yang tidak terasa menghakimi seperti, "Apa harapan kamu ke depannya?", "Bagaimana perasaan kamu?", atau "Kalau ingin cerita, aku siap mendengarkan." Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membuat seseorang merasa diperhatikan sekaligus membuka ruang untuk berbagi cerita.

Kedua, dengarkan cerita mereka untuk memahami kondisi yang sedang dialami, bukan untuk menghakimi atau langsung memberikan solusi. Pada situasi ini, kamu berperan sebagai pendengar yang bersedia hadir, memahami, dan menunjukkan kepedulian.

Ketiga, tunjukkan bahasa tubuh dan intonasi yang sesuai dengan situasi. Bersikaplah lembut dan terbuka agar orang yang bercerita merasa nyaman. Kehadiran yang hangat, sabar, dan penuh perhatian dapat membuat mereka merasa lebih aman untuk mengungkapkan perasaannya.

Keempat, miliki rasa ingin tahu terhadap diri sendiri. Melalui refleksi diri, kamu dapat memahami respons emosional, kebutuhan, dan cara berkomunikasi yang dimiliki. Hal ini juga membantu kamu menjadi pasangan maupun teman yang lebih memahami orang lain.

3. Mengapa curiosity penting?

ilustrasi hubungan harmonis (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
ilustrasi hubungan harmonis (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Curiosity dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat dan erat karena membuat setiap orang merasa didengar serta dipahami. Semakin kamu memahami isi perasaan satu sama lain, semakin kecil pula kemungkinan untuk menghakimi. Sebaliknya, kamu akan lebih mudah menerima bahwa setiap orang memiliki pengalaman dan sudut pandang yang berbeda.

Selain itu, curiosity juga dapat memperkuat hubungan, baik dengan pasangan, keluarga, maupun orang-orang terdekat. Ketika seseorang merasa dihargai dan dipahami, mereka akan lebih nyaman membangun kepercayaan serta menjalin komunikasi yang terbuka.

"Rasa ingin tahu menumbuhkan pemahaman dan menciptakan lingkungan yang aman di mana pengalaman emosional setiap orang dihargai. Ketika kedua pasangan merasa dicintai, dilihat, dan dihargai dalam hubungan, mereka mengalami rasa koneksi yang lebih dalam," demikian ditulis dalam artikel The Monfort Group berjudul How Curiosity Can Transform Your Relationship Overnight.

Pada akhirnya, curiosity menunjukkan bahwa perhatian tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan yang besar. Bertanya tentang keadaan seseorang, mendengarkan tanpa menghakimi, dan berusaha memahami apa yang mereka rasakan juga dapat menjadi bentuk kasih sayang yang bermakna. Siapa tahu, perhatian sederhana tersebut adalah hal yang sedang mereka butuhkan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More