Saat ini, ghosting seperti menjadi cara baru untuk mengakhiri hubungan. Tidak ada pembicaraan putus, tangisan, dan perdebatan sehingga kadang ghosting dianggap sebagai cara mengakhiri hubungan tanpa drama. Padahal, sebaliknya, ghosting adalah cara paling buruk dalam mengakhiri hubungan.
Baik hubungan pacaran maupun PDKT, siapa pun tidak berhak melakukan ghosting. Sebab, ghosting bukan hanya perilaku yang menyebalkan tapi juga bisa berdampak serius pada kehidupan orang lain.
Kalau selama ini kamu sering melakukan ghosting atau sedang terpikirkan untuk ghosting, yuk, baca baik-baik inilah beberapa alasan kenapa kamu tidak boleh melakukan ghosting.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Menyakitkan, Ini 5 Alasan Mutlak Kamu Tidak Boleh Ghosting

unsplash.com/Milan Popovic
1. Ghosting hanya akan merusak kepercayaan
pexels.com/Rafael Barros
Ghosting akan membuat orang lain mengira kamu menyembunyikan sesuatu. Ditambah, membuat orang lain kebingungan akibat ghosting sebenarnya hanya akan merusak reputasimu sendiri dan membuat kamu sulit mendapatkan kepercayaan dari orang lain.
Tak hanya itu, kadang dengan melakukan ghosting, ini akan membuat orang yang telah menjadi korban ghosting-mu jadi sulit mempercayai orang lain lagi.
2. Lebih baik terang-terangan jika ingin mengakhiri suatu hubungan
unsplash.com/Christin Hume
Perilaku tiba-tiba menghilang adalah hal yang buruk. Jadi, jangan perlakukan orang lain seperti itu. Kalau kamu tidak memiliki minat untuk melanjutkan hubungan dengan orang tersebut, katakan saja dengan terus terang. Jika nantinya dia terus berusaha menghubungimu, kamu boleh mengabaikannya.
Walaupun menyakitkan, hal ini jauh lebih baik daripada melakukan ghosting. Sebab, jika kamu melakukan ghosting secara tiba-tiba, ini bisa membuat orang lain merasa digantungkan dan bingung.
3. Jika kamu punya masalah, seharusnya kamu membicarakannya baik-baik
Ilustrasi pasangan mengobrol. (pexels.com/Jack Sparrow)
Jika ada hal yang membuatmu tidak senang dalam hubungan, bicarakan saja. Sebenarnya, banyak hal dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Namun, jika ghosting seseorang, kamu sudah melewatkan kesempatan untuk memperbaikinya. Ini semacam langkah buruk dalam menyia-nyiakan suatu hubungan hanya karena kamu memiliki sedikit masalah.
4. Ghosting menunjukkan kamu tidak memiliki rasa hormat
unsplash.com/Tina Markova
Jika kamu ghosting orang yang awalnya kamu beri perhatian, ini menunjukkan dengan jelas bahwa kamu tidak memiliki rasa hormat atau empati. Kamu jelas-jelas membuat orang lain merasa digantung dan kebingungan. Kamu pun sama sekali tidak boleh melakukannya, apa pun alasannya.
Terlebih, orang lain memiliki kehidupan pribadi. Melakukan ghosting akan membuat orang lain menghabiskan berminggu-minggu atau berbulan-bulan menunggu permintaan maaf dan penjelasan dari dirimu. Ya, korban ghosting akan bertanya-tanya apa yang terjadi atau apakah kamu akan kembali. Ia mencoba untuk bersabar dan pengertian. Sayangnya, pelaku ghosting biasanya tidak peduli akan hal itu.
5. Setiap orang berhak mendapatkan penjelasan
pexels.com/Polina Zimmerman
Tak peduli betapa buruknya suatu hubungan tersebut berjalan, setiap orang berhak mendapatkan alasan mengapa kamu ingin mengakhirinya. Entah karena kamu jatuh cinta pada orang lain atau tidak memiliki ketertarikan lagi pada orang tersebut, ia berhak mendapatkan penjelasan. Dengan menghilang secara tiba-tiba, kamu sudah menyita waktu orang itu dengan membuatnya merasa bingung, bersalah, hingga overthinking.
Sekarang, kamu sudah tahu kan kalau kebiasaan ghosting yang kamu anggap iseng atau hanya karena rasa bosan semata ternyata bisa merusak segalanya. Jadi, apa pun alasannya, jangan pernah ghosting, ya. Lagi pula, kamu sendiri pasti gak mau menjadi korban ghosting, kan?
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
Editorial Team
EditorEka Ami
Related Article
Benarkah Orang Stoik Tidak Boleh Mengeluh? Ini Faktanya26 Sep 2026, 23:44 WIB
5 Cara Menjadikan Detail Menonjol sebagai Penguat Nuansa Elegan26 Sep 2026, 23:42 WIB
5 Trik Membersihkan Speaker Ponsel dari Debu, Gak Perlu Ditusuk!26 Sep 2026, 23:32 WIB
5 Jenis Tanaman Morning Glory yang Pesonanya Terlihat Memukau26 Sep 2026, 23:32 WIB
Apakah Realistis dalam Hubungan Berarti Menurunkan Ekspektasi?26 Sep 2026, 23:24 WIB
5 Cara Komunikasi dengan Pasangan Tuli Biar Hubungan Makin Harmonis26 Sep 2026, 23:12 WIB
5 Alasan Looksmaxxing Bisa Mengganggu Hubungan Asmara26 Sep 2026, 23:10 WIB
Slow Living Bukan Malas, Ini 5 Cara Menata Ritme Hidup26 Sep 2026, 23:09 WIB
Ingat! Jangan Katakan 5 Hal Ini Pada Korban Kekerasan Seksual26 Sep 2026, 23:08 WIB
5 Alasan Kenapa Fizi di Upin-Ipin Masuk Kategori Teman Red Flag 26 Sep 2026, 23:06 WIB
Menunda Pekerjaan Bukan Berarti Malas, 4 Alasan Kamu Sulit Memulainya26 Sep 2026, 23:05 WIB
Patut Dicontoh, Ini Cara Sejumlah Negara Tangani Kekerasan Seksual Online26 Sep 2026, 23:04 WIB
4 Zodiak Ini Tunjukan Rasa Cinta Lewat Perhatian Mendalam, Kamu?26 Sep 2026, 23:03 WIB
14 Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik yang Menyasar Perempuan26 Sep 2026, 23:01 WIB
5 Zodiak yang Butuh Pasangan Jujur, Bukan Sekadar Romantis26 Sep 2026, 22:30 WIB
Kenapa Jangan Buat Orang Jatuh Cinta kalau Tak Siap Membalasnya?26 Sep 2026, 22:04 WIB
5 Tips Menggunakan Metode Wishlist untuk Mengurangi Belanja Impulsif26 Sep 2026, 21:32 WIB
Optimis Soal Jodoh! 4 Zodiak Ini Pantang Menyerah Mencari Cinta Baru26 Sep 2026, 21:30 WIB
Tips Mengatasi Emotional Eating saat Menghadapi Tekanan Berat26 Sep 2026, 21:18 WIB
5 Alasan Popularitas Bukan Jaminan Punya Networking yang Berkualitas26 Sep 2026, 21:12 WIB