Ada kalanya seseorang cuma ingin menjauh ketika sedang kesal dengan pasangan. Rasanya lebih aman diam, masuk kamar, atau sibuk sendiri daripada bicara saat emosi masih tinggi. Tapi pernah gak terpikir, bagaimana kalau justru pelukan di momen seperti itu bisa membantu mencairkan suasana? Bukan pelukan sekadar formalitas sebelum pergi, tetapi pelukan yang membuat kita berhenti sejenak dan benar-benar hadir bersama orang yang kita sayang.
Ternyata, ada alasan psikologis di balik hal sederhana tersebut. The Gottman Institute bahkan mengenalkan konsep 20-second hug dan six-second kiss sebagai ritual kecil untuk membangun koneksi dengan pasangan. Jadi ketika kita bertahan sedikit lebih lama dalam sebuah pelukan, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh dan perasaan kita?
