Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelukan 20 Detik untuk Hubungan Langgeng, Ini Penjelasan Psikologinya
Ilustrasi pasangan (magnific.com/magnific)
  • Pelukan nyaman dari pasangan tepercaya dapat membantu menghadirkan rasa aman saat emosi tinggi; kajian 2024 juga menemukan sentuhan bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental.
  • The Gottman Institute memperkenalkan pelukan 20 detik dan ciuman enam detik sebagai ritual koneksi, tetapi durasi 20 detik bukan aturan ilmiah wajib untuk meredakan konflik.
  • Pelukan sebaiknya dilakukan saat kedua pasangan tenang dan nyaman, tanpa memaksa sentuhan atau menghindari masalah; jika pasangan menolak, berikan ruang terlebih dahulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada kalanya seseorang cuma ingin menjauh ketika sedang kesal dengan pasangan. Rasanya lebih aman diam, masuk kamar, atau sibuk sendiri daripada bicara saat emosi masih tinggi. Tapi pernah gak terpikir, bagaimana kalau justru pelukan di momen seperti itu bisa membantu mencairkan suasana? Bukan pelukan sekadar formalitas sebelum pergi, tetapi pelukan yang membuat kita berhenti sejenak dan benar-benar hadir bersama orang yang kita sayang.

Ternyata, ada alasan psikologis di balik hal sederhana tersebut. The Gottman Institute bahkan mengenalkan konsep 20-second hug dan six-second kiss sebagai ritual kecil untuk membangun koneksi dengan pasangan. Jadi ketika kita bertahan sedikit lebih lama dalam sebuah pelukan, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh dan perasaan kita?

1. Pelukan bisa membantu meredakan emosi

Ilustrasi pasangan (magnific.com/magnific)

Saat sedang marah, tubuh gak cuma ikut terbawa emosi, tetapi juga bisa masuk ke kondisi fight-or-flight. Jantung dapat berdetak lebih cepat, otot menegang, dan pikiran pun jadi lebih sulit diajak berpikir jernih. Dalam kondisi seperti ini, sentuhan yang nyaman dari orang yang dipercaya bisa menjadi salah satu cara untuk menghadirkan rasa aman.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Julian Packheiser dan tim dari Ruhr University Bochum serta Netherlands Institute for Neuroscience. Studi yang diterbitkan di Nature Human Behaviour pada 2024 tersebut merupakan systematic review dan meta-analysis terhadap berbagai penelitian tentang manfaat intervensi sentuhan. Hasilnya menunjukkan bahwa sentuhan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, termasuk membantu mengurangi kecemasan, depresi, dan rasa sakit pada orang dewasa.

2. Pelukan bisa membuat kita merasa lebih terhubung

Ilustrasi pasangan (magnific.com/pressfoto)

Pernah gak, setelah dipeluk orang yang kita sayang, hati yang tadinya panas perlahan terasa lebih tenang? Ada sesuatu dari sentuhan yang membuat kita merasa lebih dekat, apalagi ketika datang dari orang yang memang kita percaya. Perhatian yang sebelumnya dipenuhi rasa kesal pun bisa perlahan beralih pada kehadiran pasangan di depan kita.

Hal ini juga menjadi bagian dari pendekatan Dr. John Gottman, psikolog sekaligus pendiri The Gottman Institute. Ia memperkenalkan six-second kiss dan 20-second hug sebagai ritual sederhana untuk menciptakan momen koneksi dalam hubungan. Namun, penting dicatat bahwa 20 detik bukan angka ajaib yang terbukti secara ilmiah sebagai durasi wajib untuk meredakan konflik. Angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai rekomendasi ritual kedekatan dari Gottman, sementara penelitian ilmiah mendukung manfaat sentuhan secara lebih umum.

3. Begini cara melakukan pelukan 20 detik

Ilustrasi pasangan (magnific.com/magnific)

Lalu, bagaimana kalau mau mencoba 20-second hug bersama pasangan? Gak perlu sampai menghitung detik dengan stopwatch atau menjadikannya semacam “terapi” ketika sedang bertengkar. Pilih momen ketika kalian sama-sama cukup tenang dan nyaman, lalu dekati pasangan dan berikan pelukan dengan lembut. Tahan selama kurang lebih 20 detik sambil menarik napas perlahan dan benar-benar hadir dalam momen tersebut.

Yang paling penting, jangan menggunakan pelukan untuk memaksa pasangan berhenti marah atau menghindari masalah yang belum selesai. Kalau pasangan belum ingin disentuh, beri ruang terlebih dahulu. Bahkan, John dan Julie Gottman juga menekankan bahwa ritual sentuhan seperti ini sebaiknya dilakukan ketika pasangan sudah memiliki rasa percaya dan merasa nyaman satu sama lain.

Jadi, mungkin bukan angka 20 detik yang menjadi kunci utama dari pelukan ini. Yang lebih penting adalah rasa aman, sentuhan yang nyaman, dan kesempatan untuk kembali terkoneksi dengan pasangan. Dalam hubungan, terkadang kita gak butuh kalimat panjang untuk memperbaiki suasana. Bisa jadi kita hanya perlu berhenti sejenak, saling mendekat, lalu mengingatkan satu sama lain bahwa kalian masih berada di sisi yang sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article