Tren Stop the Wedding! di TikTok menjadi ruang bagi banyak orang untuk membagikan tangkapan layar percakapan dengan mantan pasangan yang pernah menunjukkan perilaku toksik. Terinspirasi dari lagu "Stop the Wedding!" milik Ashe, tren ini memperlihatkan sisi hubungan masa lalu yang mungkin dahulu dianggap biasa, tetapi terasa mengkhawatirkan ketika dibaca kembali setelah perpisahan. Ada pesan yang menunjukkan sikap manipulatif, kebiasaan merendahkan pasangan, hingga perilaku mengontrol yang sebelumnya sulit dikenali.
Di balik unggahan yang mengundang tawa atau rasa lega karena tidak jadi menikah dengan mantan, tren ini juga bisa menjadi bahan refleksi tentang cara kita memahami hubungan. Terkadang, perasaan cinta membuat kita memaklumi perilaku yang sebenarnya sudah melewati batas. Lantas, apa saja pengingat yang bisa kita ambil dari tren Stop the Wedding! agar tidak mengabaikan red flag dalam hubungan? Berikut beberapa di antaranya!
