Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gak Punya Wedding Dream? Ternyata Bukan Masalah

3 min read
Gak Punya Wedding Dream? Ternyata Bukan Masalah
Ilustrasi pernikahan impian. (pexels.com/Dimitri Kuliuk)
  • Tidak memiliki wedding dream bukan masalah, karena sebagian orang lebih fokus pada kehidupan bersama pasangan, rutinitas, dan hubungan jangka panjang setelah pernikahan.
  • Pernikahan tidak harus mengikuti gambaran keluarga atau media sosial; bentuk perayaan sebaiknya mencerminkan pilihan, nilai, dan kenyamanan pasangan.
  • Pernikahan tetap bisa bermakna tanpa rencana pesta sejak lama, dengan menentukan suasana, tamu, dan cara merayakan yang terasa personal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagian orang tumbuh dengan bayangan tentang seperti apa pernikahan impiannya nanti. Ada yang sudah punya gambaran soal gaun, venue, dekorasi, sampai konsep pesta pernikahan yang ingin dibuat. Namun, ada juga yang justru gak punya wedding dream sama sekali.

Beberapa mungkin gak pernah menyimpan referensi dekorasi atau membayangkan seperti apa pesta pernikahannya nanti. Kalau kamu termasuk yang kedua, bukan berarti ada yang salah dengan caramu memandang pernikahan.

Pernikahan memang sering dibayangkan lewat pesta yang berlangsung sehari, tetapi kehidupan bersama pasangan akan berjalan jauh lebih lama. Karena itu, gak semua orang merasa perlu punya gambaran detail tentang satu hari tersebut. Bisa saja perhatian mereka lebih tertuju pada hubungan dan kehidupan yang akan dibangun setelah menikah. Jadi, gak punya wedding dream ternyata bukan masalah selama kamu tetap tahu apa yang penting dalam sebuah pernikahan.

  1. 1. Kamu lebih memikirkan kehidupan setelah menikah

    Ilustrasi keluarga sedang makan sambil menonton TV
    Ilustrasi kehidupan setelah menikah (https://unsplash.com/@_el_silver_)

    Bagi sebagian orang, bagian paling menarik dari pernikahan justru bukan pesta pernikahannya, melainkan kehidupan yang dimulai setelahnya. Mereka mungkin lebih sering membayangkan tinggal bersama, mengatur keuangan, membangun rutinitas, atau menjalani berbagai hal kecil dengan pasangan. Fokusnya ada pada hubungan yang akan dijalani dalam jangka panjang.

    Psikolog dari Manhattan, Jocelyn Charnas, PhD, menjelaskan dalam Psychology Today, ekspektasi kesempurnaan yang tidak realistis atau terlalu tinggi bisa membuat kita mendapat banyak masalah. Menurutnya, pernikahan sebaiknya tetap dilihat sebagai perayaan cinta dan kebersamaan, bukan sekadar mengejar pesta yang terlihat sempurna. 

    Jadi, gak punya wedding dream bukan berarti kamu gak menghargai pernikahan. Bisa saja kamu hanya lebih tertarik pada hal yang terjadi setelah pesta pernikahannya.

  2. 2. Kamu gak merasa harus mengikuti gambaran pernikahan orang lain

    ilustrasi pernikahan
    ilustrasi pernikahan (pexels.com/Jonathan Borba)

    Wedding dream sering terbentuk dari apa yang kita lihat sejak kecil, mulai dari pernikahan keluarga sampai konten di media sosial. Masalahnya, gak semua gambaran itu benar-benar sesuai dengan keinginan pribadi. Seseorang bisa saja melihat pernikahan mewah dan merasa biasa saja, sementara orang lain justru membayangkan makan malam intimate bersama keluarga sebagai momen yang lebih berarti.

    Dalam Psychology Today, Sarah Epstein, LMFT, seorang terapis pernikahan dan keluarga, menjelaskan bahwa sebuah pernikahan seharusnya mencerminkan pilihan dan preferensi pasangan yang menikah. Ia juga membahas bagaimana perbedaan nilai dan ekspektasi antara pasangan dengan keluarga dapat memengaruhi keputusan tentang bentuk wedding.

    Pernikahan gak harus memenuhi semua ekspektasi yang datang dari luar. Kamu boleh punya standar sendiri tentang seperti apa perayaan yang terasa nyaman dan bermakna bagi kamu. Kalau ternyata bentuknya gak sesuai dengan wedding yang sering muncul di media sosial, itu bukan berarti pengalamanmu kurang spesial.

  3. 3. Kamu tetap bisa punya pernikahan yang bermakna tanpa wedding dream

    ilustrasi pernikahan personal
    ilustrasi pernikahan personal (pexels.com/Ahmet ÇÖTÜR)

    Gak punya wedding dream sejak awal bukan berarti kamu gak bisa membuat pernikahan terasa spesial. Kamu tetap bisa menentukan hal-hal yang ingin dirayakan bersama pasangan, mulai dari siapa yang ingin hadir sampai suasana seperti apa yang ingin dibangun. 

    Pernikahan yang bermakna juga gak harus punya semua elemen yang sering muncul dalam wedding dream. Mungkin buat satu pasangan, acara kecil dengan teman terdekat yang terasa paling personal. Gak ada satu formula khusus yang membuat sebuah pernikahan otomatis lebih bermakna daripada yang lain. Jadi, gak perlu merasa tertinggal hanya karena belum pernah punya bayangan soal wedding dream. Kamu masih bisa menemukan bentuk perayaan yang terasa tepat ketika memang sudah waktunya.

    Gak semua orang harus punya wedding dream sejak lama. Ada yang sudah membayangkan sebuah pesta, ada juga yang baru memikirkan pernikahan ketika bertemu orang yang tepat. Keduanya sama-sama wajar selama pilihan tersebut memang datang dari keinginan sendiri. Sebab, setelah acara pernikahan selesai yang dijalani tetap kehidupan bersama dan bagian itulah yang sebenarnya berlangsung jauh lebih lama.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More