Ilustrasi curhat di media sosial (pexels.com/Ejov Igor)
Pertanyaan terakhir mungkin yang paling penting: apakah kamu sudah mencoba membicarakannya dengan pasangan? Tidak semua konflik harus langsung diselesaikan lewat unggahan atau sindiran di media sosial.
Dalam hubungan yang masih memungkinkan komunikasi aman dan sehat, percakapan langsung dapat memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk menjelaskan sudut pandangnya. Penelitian tentang media sosial dan hubungan romantis menemukan bahwa media sosial dapat menjadi tempat munculnya konflik terkait ekspresi, privasi, integrasi, dan batas antara kehidupan bersama dengan kehidupan pribadi.
"Situs jejaring sosial dapat menjadi lokasi sekaligus pemicu konflik dalam hubungan romantis," jelas peneliti Jesse Fox, Jeremy L. Osborn, dan Katie M. Warber dalam ScienceDirect.
Namun, membicarakan langsung bukan berarti kamu harus menghadapi situasi yang membuatmu tidak aman. Jika masalah relationship berkaitan dengan kekerasan, ancaman, kontrol, atau bentuk perilaku yang membahayakan, keselamatan perlu menjadi prioritas dan mencari bantuan dari orang tepercaya atau profesional dapat lebih penting daripada menyelesaikan konflik lewat media sosial.
Sebelum mengunggah masalah relationship ke Threads, tidak ada salahnya memberi diri sendiri waktu beberapa menit untuk berhenti dan berpikir. Tanyakan hal-hal tadi pada diri sendiri dan renungkan. Media sosial dapat menjadi tempat mendapatkan dukungan, tetapi tidak semua masalah yang sedang kita rasakan harus menjadi konsumsi publik.