Setiap hubungan yang sehat membutuhkan keseimbangan antara memberi (give) dan menerima (take). Keseimbangan ini tidak selalu berarti semuanya harus dihitung sama rata, melainkan kedua belah pihak sama-sama bersedia berusaha ketika dibutuhkan. Ada kalanya satu orang memberi lebih banyak, lalu di kesempatan lain peran tersebut berganti. Selama hal itu terjadi secara bergantian, hubungan biasanya tetap terasa nyaman dijalani.
Masalah mulai muncul ketika hal tersebut berubah menjadi kebiasaan yang berat sebelah. Salah satu pihak terus berusaha mempertahankan hubungan, sementara yang lain terbiasa menerima tanpa memberikan usaha yang sepadan. Kondisi seperti ini sering berkembang secara perlahan sehingga tidak langsung disadari. Kalau dibiarkan terlalu lama, hubungan bisa dipenuhi rasa lelah, kecewa, hingga muncul anggapan bahwa semua usaha hanya datang dari satu arah. Yuk, kenali beberapa tanda relasi terjebak dalam pola give and take yang semakin tidak seimbang!
