Ketika seseorang berani bercerita tentang pengalaman kekerasan seksual, itu bukan hal kecil. Ada proses panjang yang dilalui, mulai dari melawan rasa takut, malu, bahkan keraguan terhadap diri sendiri. Di titik itu, respons yang mereka terima bisa menjadi penentu: apakah luka perlahan sembuh, atau justru semakin dalam.
Mendukung korban bukan tentang menjadi “penyelamat”, tetapi tentang hadir sebagai ruang aman. Empati menjadi kunci utama, bukan sekadar merasa iba, melainkan benar-benar berusaha memahami tanpa menghakimi. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memberikan dukungan yang tulus dan berarti.
