Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi wanita sedang memeriksa keadaan kulit (pexels.com/ivan-samkov)

Kehamilan dan persalinan membawa berbagai perubahan pada tubuh perempuan, termasuk kulit yang menjadi kering, sensitif, berjerawat, hingga mengalami hiperpigmentasi. Perubahan hormon, kehilangan cairan selama persalinan, dan kurang tidur saat mengurus bayi juga dapat membuat kulit kehilangan kelembapan dan terlihat kusam.

Meski begitu, merawat kulit setelah melahirkan gak harus rumit atau menyita banyak waktu. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu menjaga kelembapan dan mengatasi perubahan kulit setelah persalinan. Yuk, simak cara merawat kulit setelah melahirkan berikut ini!

 

1. Gunakan pelembap dengan tekstur kental

ilustrasi menggunakan krim wajah (pexels.com/sorashimazaki)

Kulit kering menjadi salah satu perubahan yang umum dialami setelah melahirkan. Dikutip dari Parents, Aegean H. Chan, MD, FAAD, dokter spesialis kulit dan dermatopatologi, menjelaskan bahwa kehilangan cairan selama persalinan serta peningkatan produksi keringat akibat perubahan hormon dapat memperburuk kondisi tersebut. Ibu menyusui juga rentan mengalami kulit kering karena tubuh mengeluarkan banyak cairan selama proses menyusui, dikutip dari Parents.

"Kamu kehilangan banyak cairan selama proses persalinan dan mungkin lebih banyak berkeringat ketika hormon mengalami perubahan. Jika kamu menyusui, tubuh juga mengeluarkan sejumlah besar air setiap kali menyusui," ujar Aegean H. Chan.

Untuk mengatasinya, pilih pelembap bertekstur kental yang dapat membantu menjaga kelembapan sekaligus memperkuat lapisan pelindung kulit. Beberapa kandungan yang bisa dipertimbangkan antara lain petrolatum, dimethicone, shea butter, gliserin, dan asam hialuronat. Oleskan terutama pada bagian tubuh yang mudah kering, seperti wajah, tangan, dan kaki.

2. Jadikan tabir surya sebagai bagian dari rutinitas harian

ilustrasi menggunakan sunscreen (pexels.com/yankrukov)

Perubahan pigmentasi, seperti melasma atau bercak kecokelatan pada wajah, juga dapat terjadi selama kehamilan hingga setelah persalinan. Paparan sinar matahari bisa membuat kondisi tersebut semakin terlihat sehingga kulit tetap membutuhkan perlindungan. Karena itu, penggunaan tabir surya sebaiknya tetap menjadi bagian dari rutinitas harian, meskipun kamu lebih sering beraktivitas di rumah.

Dikutip dari Parents, Anne Marano, MD, Associate Professor of Dermatology di Duke University School of Medicine, menyarankan penggunaan tabir surya spektrum luas, tahan air, dan memiliki SPF minimal 30. Tabir surya mineral dengan kandungan zinc oxide atau titanium dioxide juga bisa menjadi pilihan karena umumnya lebih minim menyebabkan iritasi dibandingkan tabir surya kimia.

"Melasma dan perubahan pigmentasi pada wajah dapat terjadi selama kehamilan maupun setelah persalinan. Karena itu, penggunaan tabir surya setiap hari penting untuk membantu memperbaiki masalah pigmentasi yang umum terjadi tersebut," ujar Anne Marano.

3. Segarkan kulit dengan semprotan pelembap

ilustrasi menggunakan spray di wajah (pexels.com/karolinagrabowska)

Ketika kulit terasa kering atau tertarik, semprotan air mineral bisa menjadi pilihan praktis untuk memberikan kesegaran. Aegean H. Chan menyarankan penggunaan semprotan tersebut untuk membantu mengembalikan kelembapan kulit, terutama ketika kamu belum sempat melakukan perawatan yang lebih lengkap. Cara ini juga bisa dilakukan dengan mudah di sela-sela aktivitas mengurus bayi.

Momen ketika bayi sedang tidur bisa kamu manfaatkan untuk menyemprotkan hydrating mist ke wajah dan beristirahat sejenak. Selain membuat kulit terasa lebih segar, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi kesempatan untuk memperhatikan kebutuhan diri sendiri. Kamu pun gak harus meluangkan waktu lama untuk melakukannya.

4. Pilih pembersih wajah yang lembut dan bebas pewangi

ilustrasi membersihkan wajah (pexels.com/sorashimazaki)

Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan sensitif. Oleh karena itu, hindari sabun atau produk eksfoliasi yang terlalu keras karena berisiko menghilangkan minyak alami dan memicu iritasi. Sebagai gantinya, gunakan pembersih wajah dan tubuh yang lembut serta bebas pewangi.

Bersihkan kulit menggunakan air hangat setidaknya sekali sehari tanpa menggosoknya terlalu kuat. Hindari juga mandi dengan air yang terlalu panas karena dapat memperburuk kondisi kulit kering. Setelah mandi, segera gunakan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap agar kelembapannya lebih terjaga.

5. Berikan perhatian lebih pada kesehatan kulit kaki

ilustrasi scrub kaki (pexels.com/karolinagrabowska)

Sebagian ibu juga mengalami pembengkakan setelah melahirkan akibat perubahan tubuh dalam mengatur cairan. Anne Marano menyarankan agar kaki diangkat ketika sedang duduk untuk membantu mengurangi pembengkakan. Kamu juga bisa menggunakan kaus kaki kompresi yang dijual bebas dengan tingkat tekanan sekitar 10–30 mmHg.

"Menggunakan kaus kaki kompresi dapat membantu mencegah dermatitis stasis sekaligus mengurangi risiko penggumpalan darah, yang memang lebih tinggi selama masa setelah persalinan," ujar Anne Marano.

Menjaga kenyamanan kaki juga penting karena aktivitas sehari-hari setelah melahirkan bisa cukup melelahkan. Kamu mungkin perlu sering berjalan untuk mengambil perlengkapan bayi atau duduk dalam waktu lama selama menyusui. Karena itu, sempatkan mengistirahatkan kaki dan memperhatikan pembengkakan yang muncul.

6. Atasi masalah kulit yang kembali kambuh setelah melahirkan

ilustrasi sedang memeriksa keadaan kulit (pexels.com/olly)

Penurunan kadar estrogen setelah persalinan dapat memicu kambuhnya masalah kulit, seperti jerawat dan eksim. Menurut Anne Marano, kondisi ini sebaiknya ditangani dengan perawatan yang lembut dan sederhana. Hindari penggunaan terlalu banyak produk atau eksfoliasi berlebihan agar iritasi tidak semakin parah.

Beberapa bahan aktif, seperti asam salisilat, benzoil peroksida, dan asam azelat, dapat membantu mengatasi jerawat. Namun, jika sedang menyusui, konsultasikan penggunaannya dengan dokter agar tetap sesuai dengan kondisimu. Jika masalah kulit tidak membaik, dokter mungkin perlu memberikan obat resep.

7. Jadikan perawatan kulit sebagai waktu untuk diri sendiri

ilustrasi mandi di bathub (pexels.com/rdne)

Kesibukan mengurus bayi sering membuat ibu baru sulit meluangkan waktu untuk diri sendiri. Padahal, merawat kulit gak harus mahal atau menggunakan banyak produk. Pilih saja produk yang nyaman digunakan, memiliki aroma menenangkan, dan membuat kulit terasa lebih lembut.

"Pilih produk yang terasa nyaman di kulit, memiliki aroma menenangkan, serta membuat kulit terasa lembut dan terhidrasi. Momen kecil yang melibatkan indra tersebut bisa menjadi salah satu bentuk perawatan diri, bahkan ketika ada bayi yang menangis di latar belakang," ujar Aegean H. Chan.

Jadikan perawatan kulit sebagai waktu untuk beristirahat sejenak, bukan tuntutan tambahan yang melelahkan. Beri tubuh waktu untuk pulih dan mulailah dari kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan secara konsisten.

Perubahan kulit setelah melahirkan merupakan bagian dari proses pemulihan tubuh yang membutuhkan waktu dan perhatian. Jadi, rawat kulit sesuai kebutuhan dan kemampuanmu tanpa lupa memberikan diri sendiri waktu untuk beristirahat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article