"Dalam wujud manusia, kulit mochi lembut, kenyal, dan bebas dari garis-garis atau kekeringan persis seperti kulit bayi," kata Marie Jhin, dokter kulit bersertifikasi yang berbasis di San Carlo, California, dikutip dari Glamour Magazine.
Mochi Skin, Tren Kulit Plumpy ala Jepang Alternatif dari Glass Skin

- Mochi skin kembali populer sebagai tren Jepang dengan tampilan kulit lembut, kenyal, halus, dan bercahaya alami tanpa kilau berlebihan.
- Berbeda dari glass skin yang sangat mengilap, mochi skin menonjolkan hasil satin, tekstur sehat, hidrasi, serta pantulan cahaya yang lebih lembut.
- Tampilan ini didukung skincare berfokus hidrasi dan skin barrier, seperti rice extract, hyaluronic acid, glycerin, ceramide, serta eksfoliasi lembut yang cocok bagi kulit sensitif.
Tren kecantikan terus berkembang dan saat ini banyak orang yang lebih menyukai kulit bercahaya tapi tidak terlalu mengkilap, atau yang dikenal dengan glass skin. Deretan selebriti juga akhir-akhir ini menampilkan kulit yang sangat mengilap bak donat berlapis gula dan lebih memilih kulit yang mempertahankan tekstur, kedalaman, serta kilau alaminya.
Dengan kata lain, tren glass skin bergeser. Sekarang, yang sedang disorot itu mochi skin, tampilan kulit kenyal (plumpy) dari Jepang. Sempat tren di tahun 2020-2021, mochi skin kembali menunjukkan popularitasnya dengan menawakan hasil akhir kulit kenyal seperti dessert khas Jepang, mochi. Bagi kamu sang beauty enthusiast, cari tahu tentang mochi skin, alternatif glass skin di sini!
1. Apa itu mochi skin dan bagaimana tampilannya?

Ilustrasi mochi skin (pexels.com/melanfolia меланфолія) Ide mochi skin berasal dari tekstur dan tampilan kue tradisional Jepang, mochi, yang dibuat dengan tekstur kenyal, lembut, elastis, dan lentur. Tidak sulit membayangkan bagaimana karakteristik kue tersebut diterjemahkan menjadi tampilan kulit yang menarik.
Sejalan dengan asal-usul konsep mochi skin, estetika tren kecantikan ini berakar pada pendekatan kecantikan Jepang, yang mengutamakan kesederhanaan dan pancaran kulit yang sehat. Tekstur produk yang digunakan terasa ringan, hasil akhirnya tampak alami, dan pantulan cahaya terlihat lembut.
Semuanya dirancang untuk memberikan tampilan wajah yang segar dan bercahaya. Kulit terlihat rapi dan halus tanpa terkesan berat atau dipenuhi lapisan makeup. Produk riasan justru menyatu dengan kulit, bukan sekadar menutupinya.
Fokusnya bukan pada pantulan cahaya yang kuat, melainkan pada efek yang menyamarkan tekstur dan menyebarkan cahaya secara lembut sehingga kulit tampak sedikit transparan dan bercahaya alami.
2. Perbedaan mochi skin dan glass skin

Ilustrasi mochi skin (pexels.com/Polina) Michelle Ventresca, seorang ahli estetika dan pendiri Live by Skin di Woburn, Massachusetts, menjelaskan glass skin berfokus pada hasil akhir yang sangat bercahaya, hampir seperti cermin. Sementara itu, mochi skin lebih berfokus pada menciptakan kulit yang tampak kenyal, elastis, dan lembut, mirip dengan tekstur mochi yang lembut seperti bantal.
"Glass skin memiliki hasil akhir yang mengkilap dan lembap, sedangkan mochi skin tampilannya lebih halus dan seperti satin. Kilau tinggi glass skin merupakan penanda kebiasaan perawatan kulit yang sehat, tetapi mochi skin menantang hal itu. Tujuannya adalah kulit yang tampak sehat, terhidrasi dengan baik, dan bertekstur lembut dan kenyal, bukan kilau maksimal," kata Ventresca, dikutip dari ELLE.
Mochi skin bukanlah pengganti untuk mencapai hasil glass skin, melainkan hanyalah alternatif lain untuk jenis kulit yang mungkin tidak mampu menangani tingkat eksfoliasi tinggi, yang dibutuhkan untuk menghaluskan tekstur kulit dan meningkatkan kilau hingga seperti kaca.
Meskipun tampilan kulit kaca yang lebih berkilau, lembap, dan bercahaya memberikan penampilan yang lebih muda, ahli kecantikan Jess Bowers berpendapat bahwa terlalu banyak kilau justru dapat memberikan efek sebaliknya.
“Glass skin justru membuat kita terlihat lebih tua. Ketika kulit terlalu berkilau, maka semua kekurangan akan terlihat. Dengan kata lain, ketidaksempurnaan dan noda pada kulit akan lebih terlihat jika kulit terlihat sempurna. Berbeda dengan mochi skin, yang telah tereksfoliasi sempurna dengan tekstur halus; kulit asli yang cantik,” kata Bowers, dilansir ELLE.
3. Cara mendapatkan tampilan mochi skin dengan skincare

Ilustrasi mochi skin (pexels.com/SHVETS production) Mendapatkan tampilan mochi skin tidak hanya bergantung pada makeup. Skincare juga memiliki peran yang sama pentingnya, terutama dengan penggunaan produk yang terinspirasi dari K-beauty dan J-beauty, yang diperkaya dengan bahan-bahan seperti air beras (rice extract).
Bahan ini menjadi pilihan yang sesuai dengan konsep mochi, mengingat kue tradisional Jepang tersebut dibuat dari beras. Tujuannya adalah menutrisi dan mempersiapkan kulit agar secara alami memiliki karakteristik lembut, kenyal, dan bercahaya yang menjadi ciri khas tampilan ini.
Skinprep untuk mochi skin
Kulit yang bersih dan segar merupakan langkah pertama untuk mendapatkan tampilan mochi skin. Pada malam hari, lakukan metode double cleansing dengan menggunakan pembersih berbahan dasar minyak (cleansing oil) atau balm, kemudian lanjutkan dengan pembersih lembut berbahan dasar air untuk mengangkat sisa kotoran. Pada pagi hari, membilas wajah dengan air suam-suam kuku atau menyemprotkan micellar water sudah cukup untuk membersihkan kulit.
Selanjutnya, tingkatkan kelembapan kulit dengan menepuk-nepuk toner, losion, atau esens yang ringan secara lembut ke seluruh wajah. Pilih produk yang mengandung bahan, seperti ekstrak beras, hyaluronic acid, dan glycerin.
Bahan-bahan tersebut membantu menarik sekaligus mempertahankan kelembapan, sehingga kulit tampak lebih berisi dan kenyal. Sesuai dengan kebutuhan kulit, kamu juga bisa menambahkan serum ringan yang mengandung vitamin C untuk membantu mencerahkan kulit, niacinamide untuk membuat warna kulit tampak lebih merata, atau peptide untuk mendukung kekencangan dan elastisitas kulit.
Lanjutkan dengan gel berbahan dasar air atau krim ringan yang mengandung ceramide untuk membantu menjaga dan memperkuat skin barrier. Ingat, tujuan utamanya adalah mendapatkan kulit yang lembut, halus, dan kenyal tanpa hasil akhir yang terlalu berminyak atau mengilap.
Untuk memperoleh tampilan satin, penting untuk memprioritaskan kesehatan skin barrier dengan memilih produk yang mengandung bahan humektan, seperti glycerin dan hyaluronic acid, serta menggunakan sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Hasilnya? Kulit yang terasa lembut, tampak kenyal, dan terlihat begitu sehat, menyerupai mochi yang bulat dan empuk.
4. Apakah kulit sensitif bisa mendapatkan tampilan mochi skin?

Ilustrasi pemilik kulit sensitif (pexels.com/fahri tokcan) Mochi skin lebih aman daripada glass skin untuk kulit sensitif. Jenis kulit sensitif dan reaktif mungkin akan sangat diuntungkan dari pendekatan yang digunakan untuk mencapai mochi skin karena fokusnya lebih sedikit pada eksfoliasi intensif dan lebih banyak pada hidrasi, dukungan skin barrier, dan pemilihan produk yang cermat.
Mencapai hasil akhir yang halus dan seperti kaca terkadang membutuhkan eksfoliasi yang lebih sering, yang mungkin terlalu berlebihan untuk kulit sensitif. Dengan mochi skin, tujuannya adalah untuk menghaluskan tekstur kulit secara lembut sambil menjaganya tetap tenang, terhidrasi, dan didukung, daripada membuatnya tampak sangat reflektif.
“Untuk kulit sensitif, mencapai tampilan ini bukan hanya tentang melakukan lebih banyak perawatan, tetapi lebih tentang memilih produk yang tepat dan berhati-hati dalam melakukan eksfoliasi. Skincare routine sederhana bisa disesuaikan, yang memprioritaskan hidrasi, skin barrier, dan eksfoliasi lembut. Rutinitas ini dapat membuat perbedaan signifikan dalam seberapa halus, kenyal, dan seimbang kulit terlihat," kata Ventresca.
Perawatan profesional juga bukan pilihan yang dikesampingkan. Ventresca mencatat bahwa kamu juga dapat menggabungkan perawatan ini berdasarkan toleransi kulit terhadap bahan-bahan tertentu.
“Pada akhirnya, tren mochi skin sebenarnya adalah tentang penampilan kulit yang sehat dan terawat dengan baik. Dengan perawatan di rumah yang konsisten dan bimbingan yang tepat dari seorang ahli kecantikan, kulit sensitif benar-benar dapat mencapai tampilan yang lembut, terhidrasi, dan kenyal,” Ventresca menyimpulkan.
Itulah tadi seluk beluk mengenai mochi skin, tren kulit plumpy ala Jepang alternatif glass skin, yang juga aman untuk kulit sensitif. Jadi, apakah kamu tertarik dengan tampilan tren ini?























