Ada anggapan bahwa rambut sebaiknya dibiarkan sampai lepek terlebih dahulu sebelum keramas. Alasannya, terlalu sering mencuci rambut dianggap bisa membuat minyak alami rambut hilang dan menyebabkan rambut menjadi kering.
Namun, menunggu rambut benar-benar lepek bukanlah patokan yang berlaku untuk semua orang. Dermatolog justru menyarankan frekuensi keramas disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan jenis rambut. Orang dengan kulit kepala berminyak mungkin membutuhkan keramas lebih sering, sementara pemilik rambut kering, tebal, keriting, atau bertekstur dapat mencuci rambut lebih jarang.
Lantas, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk keramas?
