“Aku dibiasakan memegang uang sendiri itu ketika kelas 4 SD,” ujarnya kepada IDN Times saat dihubungi secara daring pada Senin (27/4/2026).
Kisah Christie Paulien, Gen Z Buktikan Siapa pun Bisa Melek Finansial

- Christie Paulien membangun kebiasaan finansial sejak kecil lewat menabung, yang kemudian menjadi fondasi karakter hemat dan mandiri dalam kehidupannya.
- Dari pengalaman berjualan saat masa sulit hingga bekerja di perbankan, Christie menemukan passion-nya sebagai konten kreator edukasi keuangan di TikTok.
- Ia menekankan pentingnya disiplin menabung dan kemandirian finansial, terutama bagi perempuan muda agar mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
Jakarta, IDN Times - Tidak semua orang beruntung tumbuh dengan kondisi finansial yang stabil. Perjalanan menjadi konten kreator pun tidak dimulai dari rencana yang besar. Bagi Christie Paulien Siregar, semua berangkat dari kebiasaan sederhana, yaitu menabung sejak kecil.
Di usianya yang muda, perempuan bersuku Batak ini membuktikan bahwa keterbatasan justru bisa menjadi guru kehidupan terbaik. Banyak lika-liku kehidupan yang akhirnya mengantarkannya menemukan panggilan menjadi konten kreator edukasi keuangan di TikTok @christie_itie dengan lebih dari 24,9K pengikut.
Cerita Christie bukan tentang hoki yang datang bak sambaran petir, melainkan soal ketekunan, kegigihan, dan keberaniannya untuk gagal. Pengalaman hiduplah yang membentuk perspektifnya bahwa literasi keuangan seharusnya bisa dijangkau oleh semua orang, termasuk generasi muda.
1. Karakter seseorang tumbuh dari kebiasaan baik yang tertanam sejak kecil

Pembentukan karakter seseorang dimulai sejak masa kanak-kanak. Apa yang mereka dapatkan dari lingkungan sekitarnya, akan membentuk karakter individu tersebut ketika dewasa. Itu sebabnya, seorang Psikolog Klinis terkemuka di era 1960-an, Diana Baumrind, mengidentifikasi gaya pengasuhan orangtua yang ternyata memengaruhi perkembangan dan proses pendewasaan anak.
Lebih dari pembelajaran akademik secara formal di sekolah, anak kecil perlu dibentuk karakternya dari hal-hal kecil. Jauh sebelum ia mengenal dunia investasi, Christie mulai mengenal konsep keuangan dari hal sederhana yang ia lakukan sejak SD, yaitu menabung. Sayangnya, menabung bukanlah kegiatan yang dijadikan kebiasaan oleh semua orang.
Sebagai anak yang tumbuh dalam keluarga Batak, Christie terbiasa mengikuti banyak pesta atau momen berkumpul dengan sanak saudara. Saat pesta awal tahun, anak-anak kecil berbaris dalam tarian tor-tor sementara para orang tua menyawer uang ke tangan mungil mereka.
“Dari situlah aku dapat uang, jadinya aku tabung untuk membeli apa yang aku pengin. Jadi, aku gak pernah minta uang ke mama untuk membelikan sesuatu yang aku inginkan,” ujarnya.
Fondasi finansial yang ia edukasikan sekarang, bukan sekadar teori. Ia sudah melakukannya sejak kecil. Bukan karena tidak mampu, justru Christie tumbuh dalam keluarga yang selalu berusaha memenuhi kebutuhannya dengan layak. Seperti orangtua yang selalu ingin memberikan apa yang terbaik untuk anaknya.
Karakter hemat dan mandiri muncul dari keinginan anak kecil yang ingin membeli sesuatu dengan uangnya sendiri. Bukan karena tidak ada pilihan melainkan ia sudah terbiasa berpikir panjang sebelum mengeluarkan uang. Prinsip sederhana ini kemudian menjadi dasar dari konten edukasi yang ia bagikan hari ini.
2. Belajar jualan dari nol menjadi bekal yang membentuk daya juangnya

Roda hidup selalu berputar. Ada masanya, kita mengalami masa-masa yang sulit. Namun di tengah kesulitan itu, manusia ditempa menjadi pribadi ‘baru’ yang penuh keuletan.
Saat SMA hingga kuliah, kondisi finansial keluarga Christie agak goyang. Meskipun orangtua masih memberikan uang jajan yang cukup, hati kecilnya mengatakan hal berbeda. Ia tidak berani meminta lebih bukan karena dilarang, tapi karena ia sadar masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi.
“Itu terjadi sampai aku lulus kuliah, bahkan kayak kebutuhan kuliah pun, aku tuh gak berani minta uang ke mereka karena aku sadar biaya sekolahnya adik-adikku masih besar,” katanya sebagai sulung dari tiga bersaudara.
Situasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan menempanya untuk berpikir lebih dewasa. Ia merasa tidak ingin membebani orangtua. Terlebih saat itu, Christie berkuliah di jurusan Teknologi Pangan. Mau tidak mau, banyak sekali kebutuhan kuliah yang cukup besar untuk praktikum.
Sejak SMA, ia gigih mencari pekerjaan sampingan dengan berjualan. Ia memanfaatkan tren yang sedang viral di era Blackberry Messanger dan Twitter seperti berjualan garskin, baju-baju Bangkok, hingga kuku palsu dengan sistem dropship.
“Habis itu keterusan sampai kuliah. Di mana kuliahku itu kan banyak praktikumnya, harus beli bahan-bahan yang mahal. Satu kali praktikum bisa Rp800 ribu kalau gak salah. Aku gak mungkin minta ke orangtuaku. Jadi, aku kembali lagi dengan ngejastip,” tuturnya.
Meski begitu, Christie tidak pernah merasa minder dengan apa yang ia lakukan. Ia juga tidak merasa terbebani. Dengan berjualan berbagai macam hal, menunjukkan keberaniannya dalam mencoba berbagai macam hal. Fase inilah yang membentuk mental daya juangnya.
3. Menemukan passion di tempat yang tidak terduga

Konten kreator bukan profesi yang ia idam-idamkan sejak dulu. Christie punya ketertarikan dengan dunia RnD (Research and Development). Gagal mencoba peruntungan untuk mendalami Ilmu Gizi, akhirnya ia memilih mengambil jurusan Teknologi Pangan di Universitas Widya Mandala Surabaya.
Setelah mendalami ilmu tersebut, Christie merasa itu bukan passion-nya. Keputusannya untuk terjun ke dunia perbankan adalah lompatan besar yang justru membuka mata. Di sinilah Christie pertama kali bersentuhan langsung dengan dunia uang yang semula asing untuknya.
“Sampai di perbankan, aku sering dengar kayak nasabah-nasabah uangnya banyak, terus dia tuh pengin muterin uangnya itu gimana supaya jadi lebih banyak lagi. Jadi, disarankan sama pegawai-pegawai bank itu investasi, mungkin bisa disebut investasi seperti deposito, dan tabungan berjangka. Nah, dari situ itu, aku mulai tertarik dengan mempelajari ilmu menabung yang lebih dalam lagi,” cerita perempuan 29 tahun ini.
Setelah habis masa kontrak pekerjaan di bank BUMN tersebut, Christie mencoba kembali ke jalur yang semula ia tekuni, yaitu RnD. Bukannya enjoy, lagi-lagi, muncul perasaan yang kosong dan stuck. Ia merasa bukan di tempat yang seharusnya.
Dari suatu kegiatan iseng, Christie mulai jatuh cinta dengan dunia edukasi keuangan. Di samping menjalani pekerjaannya, ia menemukan hal lain yang membawa “napas” baru dalam kehidupannya dengan menjadi konten kreator yang bergerak di bidang edukasi finansial.
“Jadinya, aku memutuskan untuk buat konten yang sesuai passion-ku, yaitu mengedukasi keuangan. khususnya untuk Gen Z dan profesional muda,” jelasnya.
4. Satu konten viral bisa mengubah segalanya

Sebelum fokus membagikan edukasi seputar keuangan, Christie sudah bereksperimen mencoba berbagai konten. Ada konten DIY hingga self development.
“Aku juga mikir lagi karena aku sukanya tuh hemat dan barang yang aku beli itu cuma itu-itu aja, jadi aku kenapa gak mencoba bikin konten kayak minimalis gitu, lho. Nah, dari situ tapi kurang booming viewers-nya. Terus aku iseng bikin kayak konten-konten keuangan yang iseng itu, tiba-tiba boom!” katanya.
Berawal dari iseng, Christie hanya ingin membagikan pengalaman sederhana di TikTok tentang bagaimana ia memisahkan uang ke beberapa rekening setelah gajian. Konten iseng itu tiba-tiba ‘meledak’ dan ditonton sekitar 2 juta viewers. Dari konten tersebut, ia menyadari suatu hal bahwa masih banyak orang khususnya anak-anak muda yang kesulitan mengatur uang.
Kolom komentarnya dipenuhi oleh keingintahuan banyak orang untuk memiliki kondisi keuangan yang sehat. Ini menandakan betapa banyaknya orang yang belum bisa mengatur keuangan mereka dengan baik. Keresahan warganet inilah yang memicu Christie untuk terus membagikan tips-tips sederhana.
Sebagai seorang introvert, menjadi konten kreator bukanlah hal yang mudah. Mau gak mau, Christie kembali belajar hal-hal baru yang bertentangan dengan kebiasaannya. Dari yang semula gak terbiasa berbicara di depan kamera, ia kemudian memberanikan diri untuk membuat video.
“Dulu itu, ada satu akun edukasi konten namanya Tiara. Dia itu ngebedah akunku. Katanya itu sebenarnya konten-kontenku tuh lebih berpotensi karena juga banyak orang yang susah untuk menabung. Jadi, pas dia bedah akunku, dia tuh nyaranin aku untuk coba bicara langsung aja di bawah kamera gitu ya. Oh, dia juga kasih tahu kalau kita ngomong di depan kamera tuh, gak pernah harus sempurna. Jadi, ya direkam aja apa yang bisa kita bicarakan,” jelasnya.
Butuh waktu yang gak sebentar untuknya membangun personal branding hingga bisa bekerja sama dengan beberapa brand ternama seperti Ajaib Sekuritas, Redbus, Sampoerna University, dan lain-lain. Dalam prosesnya, ia juga terus menimba ilmu dari kreator lain seperti Felicia Putri, Raditya Dika, hingga Samuel Ray yang terkenal dengan konten-konten frugal living.
Meski banyak effort yang harus ia lakukan, Christie gak pernah menyesali hal tersebut. Ia merasa senang ketika bisa berbagi dan membantu orang lain yang kesulitan untuk mengatur kehidupan mereka.
5. Susah menabung jadi masalah finansial yang sering terjadi pada generasi muda

Dari sudut pandangnya, Christie merasa kesalahan yang kerap dilakukan anak muda adalah susah menabung. Menurutnya, kebiasaan ini harus dipupuk dan dilakukan terus menerus sampai menjadi gaya hidup.
“Gak usah mikirin investasi dulu, nabung aja dulu. Mungkin lebih ke sisihkan uang tabungan dengan rekening sehari hari, catat pengeluaran tiap hari. Gak apa-apa males, gak apa-apa kalau terlewat, yang penting catat saja,” katanya.
Menurut Christie, permasalahan soal keuangan seringkali bermula dari diri sendiri. Maka, solusinya juga harus dari mindset dan kedisiplinan diri.
“Intinya adalah harus dari diriku sendiri. Harus niat, harus disiplin,” imbuhnya.
Christie menyayangkan anak muda yang suka meremehkan kondisi keuangan mereka. Memakai PayLater bukan menjadi solusi karena kuncinya adalah niat dan kedisiplinan untuk menyisihkan uang
“Berapa pun gajinya, kalau dia niat dan disiplin, pasti bisa kok! Sekarang kayak orang beruang pun pasti banyak, tapi mereka tuh kayak masih merasa kekurangan,” sambungnya.
Christie berharap lebih banyak anak muda yang memikirkan jauh bagaimana masa depan mereka nanti. Pasalnya, kita gak akan pernah tahu kapan kesuksesan itu tiba ataukah justru bisa mengalami kebangkrutan.
Ia pun selalu mengingatkan, “Mau gak mau, harus nabung dari sekarang. Kan kita gak tahu kehidupan itu ada apa. Nanti, kita lagi mengalami kebangkrutan atau apa. Jadi kalau kita sudah aware dengan finansial, pasti kita bisa mengelola uang yang sudah kita dapatkan selama ini.”
6. Perempuan juga perlu berdiri di kakinya sendiri

Terlepas dari latar belakang pendidikan maupun pekerjaan, Christie merasa perempuan itu perlu mandiri secara finansial. Setidaknya, perempuan tetap bisa berdiri di kakinya sendiri dan gak terlalu bergantung pada orang lain.
Christie selalu menekankan prinsip yang selalu ia bagikan kepada followers-nya. Siapa pun perlu membangun dulu dana darurat setara tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan sebelum memutuskan untuk investasi. Jika pengeluaran dua juta per bulan, maka harus ada minimal 12 juta yang bisa dipakai kala darurat.
Itu juga yang menjadi definisinya tentang perempuan yang berbeda. Christie mengatakan, ”Perempuan yang berdaya itu yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi gak merendahkan lawan jenisnya.”
Apa yang disampaikannya merangkum perjalanan hidup Christie. Di balik kegigihannya hingga menjadi konten kreator finansial, Christie ingin membagikan semangatnya untuk terus berjalan maju dalam kondisi apa pun. Dari satu langkah kecil saja, setiap orang berhak hidup lebih baik.
Semoga kamu ikut termotivasi untuk berani mengambil langkah. Untuk memulai suatu hal, gak harus sempurna dulu. Semua dimulai dari kemauan yang tinggi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.





![[QUIZ] Pilih Cikgu Favorit di Upin Ipin, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega!](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_aba6f1cccbe5359e8509f4c843e1a9e5_1d8619da-514e-4525-9c5b-15d9796b41a5.png)





![[QUIZ] Ini Keberuntunganmu di Bulan Mei, Cek Zodiakmu Sekarang!](https://image.idntimes.com/post/20260418/1000016409_e6bbeda9-3d14-46f1-8e0c-ac83c4e1f86d.jpg)
![[QUIZ] Cek Zodiak di Bulan Mei: Hoki atau Sial, Penasaran?](https://image.idntimes.com/post/20260129/pexels-tima-miroshnichenko-7567565_c14cb80a-79ae-4809-b02f-de4b20267d0b.jpg)
![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kamu Dog Person atau Cat Person?](https://image.idntimes.com/post/20260219/upload_6c0915d1b21e570b374b70f2000e098f_d2cc5b96-6f0c-4380-b67e-c891af1c1d7f.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Pintar Kamu Kalau Ada di Geng Upin & Ipin?](https://image.idntimes.com/post/20260227/whatsapp-image-2026-02-27-at-07_511e43a3-c969-41d1-a29a-12bbed4ec74f.jpeg)

![[QUIZ] Prediksi Mood dari Stiker WA, Cobain Deh!](https://image.idntimes.com/post/20251120/upload_2cd4c7e494392012a755befd39fc4b99_a05446ff-c8f1-469b-bee0-420e8fff1768.jpg)
![[QUIZ] Tebak Karakter dari Wallpaper Handphone](https://image.idntimes.com/post/20260328/1000213328_b41eec6c-f289-4931-aae8-66998307005c.jpg)
