Comscore Tracker

Pemberdayaan Perempuan dalam Ruang Digital, agar Bijak dan Produktif!

#IDNTimesLife Biar gak mudah termakan hoax, nih

Dalam rangka merayakan hari Kartini, SheStarts.id, Komunitas entrepreneur perempuan Indonesia mengadakan webinar Kartini Indonesia Mendunia pada Jumat (23/4/21). Salah satu sesi memiliki tema: Jika Kartini menggunakan Media Sosial. Sesi ini mencoba membahas bagaimana pemberdayaan perempuan dalam ruang digital.

Hadir sebagai pembicara, Anita Wahid, Wakil Ketua Umum Siberkreasi dan Dewan Penasihat Keamanan TikTok Asia Pasifik, memaparkan 5 poin penting agar perempuan bisa memanfaatkan media sosial secara sehat, bijak, dan produktif. Berikut pemaparannya!

1. Jadilah tuan akan dirimu sendiri

Pemberdayaan Perempuan dalam Ruang Digital, agar Bijak dan Produktif!Webinar Kartini Indonesia Mendunia Shestarts.id. 23 April 2021. IDN Times/Klara Livia

Setiap bentuk pemberdayaan perempuan diawali dengan bagaimana perempuan menjadi tuan akan dirinya. Menurut Anita, perempuan perlu mampu menentukan sendiri apa yang dia inginkan dalam hidupnya. Lalu ini bisa diterjemahkan dalam berbagai aspek hidupnya, termasuk ruang digital.

"Saya mau seperti apa, tindakan saya seperti apa, itu ditentukan sendiri. Dia menjadi tuan akan dirinya sendiri, bukan hal lain di luar dirinya," ungkap putri alm. Gusdur ini.

2. Mengasah literasi dan critical thinking agar bijak berinternet

Pemberdayaan Perempuan dalam Ruang Digital, agar Bijak dan Produktif!unsplash.com/Domenico Loia

Tidak seperti Kartini, kita kini hidup di tengah kemajuan teknologi. Setiap harinya, kita bisa mengakses berbagai informasi sesuai kebutuhan kita. Meskipun begitu, kemudahan akses informasi inilah yang menjadi tantangan kita saat ini.

"Di tengah tantangan teknologi saat ini, yang memang dulu Kartini tidak punya, maka literasi dan critical thinking itu menjadi hal yang utama. Bagaimana kita bisa menyaring informasi di dunia maya yang begitu luas, supaya lebih bermakna dan sesuai," pungkas Anita.

3. Pemberdayaan emosi agar gak mudah terkena hoax

Pemberdayaan Perempuan dalam Ruang Digital, agar Bijak dan Produktif!Ilustrasi Hoax (IDN Times/Sukma Shakti)

Berbicara tentang pemberdayaan tidak melulu membicarakan hal produktif. Menurut Anita, kita juga penting memiliki pemberdayaan emosi dalam ruang digital. Pemberdayaan ini bisa membuat kita lebih bijak dalam menyerap informasi.

"Pemberdayaan itu gak harus menghasilkan uang, kita juga bisa berdaya secara emosi. Mereka yang terpancing dengan hoax berarti kesulitan dalam memberdayakan emosinya. Jadi harus bisa berdaya dulu dari diri sendiri," terang perempuan yang terlibat dalam jaringan Gusdurian ini.

Baca Juga: IWF 2020: 5 Kiat Pemberdayaan Difabel Netra Melalui Sastra

4. Buka diri dan perbanyak koneksi untuk mendapat pengetahuan baru lewat internet

Pemberdayaan Perempuan dalam Ruang Digital, agar Bijak dan Produktif!unsplash.com/ Beci Harmony

Salah satu teladan Kartini yang dapat contoh adalah, ia membuka dirinya. Meski pada zamannya akses informasi dan koneksi tidak seluas sekarang, Kartini tetap bisa bertukar informasi dengan berbagai kalangan. 

"Dia berkawan dengan orang-orang Belanda, bisa bertukar surat dengan mereka sehingga ada pertukaran pengetahuan. Jadi saran saya adalah buka diri, sehingga ilmu yang kita dapatkan juga jauh lebih besar," lanjut Anita.

Tentunya, kita yang hidup dengan kemudahan akses, harus lebih mampu membuka diri dan memperbanyak koneksi untuk mendapat pengetahuan baru.

5. Be yourself!

Pemberdayaan Perempuan dalam Ruang Digital, agar Bijak dan Produktif!Webinar Kartini Indonesia Mendunia Shestarts.id. 23 April 2021. IDN Times/Klara Livia

Anita juga mengingatkan akan pentingnya menjadi diri sendiri dalam ruang digital. Menjadi diri sendiri membuat kita lebih nyaman dalam ruang digital, pun bisa memiliki sense of self dalam setiap karya atau usaha kita.

"Walau kita belajar dari orang-orang yang sudah sukses, gak berarti kita harus plek-plekan niru mereka, tapi tetap masukan sense of self dalam usahamu. Be yourself," tutup Anita.

Baca Juga: Anita Wahid, Putri Gus Dur Pemberantas Hoax dan Korupsi 

Topic:

  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya