“Filosofi Laka adalah beauty belongs to everyone, kecantikan milik semua orang. Kecantikan tidak terbatas, setiap orang bebas mengekspresikan versinya masing-masing,” ujar Yeojin Son, Director of Laka Global Business Division, pada Press Conference Perilisan Laka di Indonesia, di Central Park Mall, Kamis (30/4/2026).
Laka Resmi Debut di Indonesia, Rayakan Keberagaman!

- Laka, brand makeup asal Korea, resmi debut di Indonesia lewat kemitraan eksklusif dengan Sociolla, membawa filosofi kecantikan inklusif dan ekspresif yang menekankan keberagaman serta kebebasan berekspresi.
- Dengan lebih dari 100 pilihan shade dan inovasi produk seperti Fruity Glam Tint serta Devil Lip, Laka menghadirkan solusi praktis bagi gaya hidup modern yang dinamis dan personal.
- Grand Launching ‘Every Shade, Every Story’ di Central Park Mall menghadirkan pengalaman interaktif bagi pengunjung, memperkuat pesan bahwa setiap individu punya warna dan cerita kecantikannya sendiri.
Jakarta, IDN Times - Industri kecantikan Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran brand global yang membawa perspektif baru. Brand makeup asal Korea, Laka, resmi debut di Indonesia melalui kemitraan eksklusif dengan Sociolla, menghadirkan pendekatan kecantikan yang inklusif dan ekspresif bagi para beauty enthusiast.
Mengusung filosofi bahwa makeup adalah bentuk seni, Laka hadir bukan sekadar menawarkan produk, tetapi juga pengalaman dalam mengekspresikan diri. Di tengah tren beauty yang semakin personal, kehadiran Laka menjadi refleksi perubahan cara pandang masyarakat terhadap makeup, dari sekadar alat mempercantik menjadi medium untuk menunjukkan identitas dan cerita masing-masing individu.
1. Filosofi inklusif: kecantikan tanpa batas

Sejak didirikan pada 2018, Laka mengusung nilai Love, Kind, Artistry yang menjadi fondasi utama brand. Filosofi ini menempatkan kecantikan sebagai sesuatu yang dimiliki semua orang, tanpa batasan standar tertentu.
Dengan menghadirkan lebih dari 100 pilihan shade, Laka memastikan setiap individu dapat menemukan warna yang sesuai dengan tone dan karakteristik kulitnya. Pendekatan ini sekaligus memperkuat pesan bahwa keberagaman adalah inti dari kecantikan modern.
2. Inovasi produk yang mengikuti gaya hidup modern

Sebagai brand dengan DNA kuat di kategori lip product, Laka menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini. Dua hero product; Fruity Glam Tint dan Devil Lip, menjadi andalan dengan tekstur ringan, warna ekspresif, dan hasil akhir yang modern.
“Kami terus menghadirkan inovasi, bahkan setiap bulan akan ada produk baru. Kami ingin menciptakan tren, bukan sekadar mengikuti, dengan tetap fokus pada kebutuhan konsumen,” jelas Yeojin Son.
Tak hanya itu, inovasi seperti lip tint mini size juga dihadirkan untuk menjawab kebutuhan praktis. Konsepnya mudah dibawa, mudah digunakan, dan cocok untuk gaya hidup dinamis.
3. Tren Beauty 2026: makeup jadi identitas diri

Perkembangan industri kecantikan pasca-pandemik menunjukkan pergeseran signifikan. Makeup kini tidak lagi sekadar pelengkap penampilan, melainkan menjadi alat ekspresi diri yang personal.
“Konsumen Indonesia menggunakan makeup sebagai ekspresi diri, bukan hanya menutupi sesuatu, tetapi sebagai identitas,” ujar Chrisanti Indiana, Co-Founder & CMO Social Bella Indonesia.
Hal ini juga tercermin dari pertumbuhan kategori lip product yang meningkat pesat. Terutama, lip tint dan lip stain yang lebih ringan dan praktis untuk penggunaan sehari-hari.
4. Pengalaman interaktif lewat momen Grand Launching

Debut Laka di Indonesia dirayakan melalui event “Grand Launching Laka: Every Shade, Every Story” yang menghadirkan pengalaman immersive bagi pengunjung. Berlangsung di Central Park Mall Jakarta, acara ini tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menghadirkan interaksi langsung dengan brand.
Mulai dari Gacha Machine, Photo Booth, hingga Makeup Class bersama beauty influencer, seluruh aktivitas dirancang untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus personal. Konsep ini memperkuat pendekatan Laka yang ingin lebih dekat dengan konsumen melalui pengalaman, bukan sekadar transaksi. Acara dibuka mulai 29 April - 3 Mei 2026.
5. Fokus pada diversity dan kebutuhan personal

Laka menempatkan keberagaman sebagai inti inovasi produknya, terutama dalam kategori lip. Setiap warna dirancang untuk menyesuaikan dengan karakter unik setiap individu.
“Tidak ada warna yang sama di setiap orang. Setiap orang punya personal color yang berbeda dan produk harus bisa menyesuaikan itu,” tambah Yeojin Son.
Dari sisi formulasi, produk Laka juga dirancang multifungsi. Mulai dari melembapkan, memperbaiki tekstur bibir, hingga memberikan ketahanan warna yang optimal, seperti Fruity Glam Tint yang tahan 4–8 jam.
Kehadiran Laka di Indonesia menjadi lebih dari sekadar ekspansi brand global. Ini adalah langkah baru dalam merayakan keberagaman, mendorong ekspresi diri, dan menghadirkan kecantikan yang lebih personal. Di tengah dinamika tren beauty yang terus berkembang, Laka menawarkan satu hal yang sederhana namun kuat, yakni setiap warna punya cerita dan setiap orang berhak menuliskannya dengan caranya sendiri.










![[QUIZ] Dari Tokoh Upin & Ipin Pilihan Kamu, Kami Tahu Gaya Bekerjamu!](https://image.idntimes.com/post/20240731/screenshot-2024-07-31-110715-9c84d19ef5d0013432e1371c5ba91423.png)







