Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Botox dan Filler Sebelum Treatment
ilustrasi melakukan perawatan di klinik kecantikan (freepik.com/freepik)
  • Botox adalah merek neuromodulator yang bekerja dengan merilekskan otot wajah untuk mengurangi kerutan dinamis, sedangkan filler berfungsi menambah volume pada area wajah yang cekung atau kendur.
  • Terdapat dua jenis filler umum, yaitu HA untuk hasil lembut dan natural, serta CaHA yang lebih padat untuk memberikan struktur di area pipi, rahang, dan bagian bawah wajah.
  • Kedua perawatan dilakukan dengan jarum sehingga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, memar, atau bengkak sementara; hasil optimal bergantung pada keahlian dokter yang melakukan prosedur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perkembangan teknologi di dunia kecantikan terus meningkat. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai treatment yang dapat membantu kulit wajah terlihat lebih muda dan bercahaya, seperti botox dan filler. Meskipun memberikan hasil yang sekilas mirip, tapi keduanya memiliki perbedaan, lho!

Perlu dipahami bahwa botox bukanlah nama jenis perawatan, melainkan sebuah merek. Perawatan estetika yang sesungguhnya disebut neuromodulator dan dapat dilakukan menggunakan berbagai merek, seperti Botox, Dysport, Xeomin, atau Jeuveau. Botox sendiri telah menjadi istilah umum untuk perawatan tersebut karena penyebutannya yang dianggap lebih singkat, jelas, dan menarik.

Baik botox maupun filler sama-sama dilakukan melalui prosedur penyuntikan pada area wajah. Oleh karena itu, mengenali perbedaan di antara keduanya bisa membantumu menentukan jenis perawatan yang dibutuhkan. Yuk, simak!

1. Apa itu botox?

ilustrasi perawatan di klinik kecantikan (pexels.com/Anna Shvets)

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, botox adalah merek neurotoksin botulinum yang telah diadopsi sebagai istilah umum untuk perawatan tersebut. Jadi, meskipun kamu membuat janji temu untuk "Botox" di salah satu klinik kecantikan, dokter kulit mungkin akan menawarkan beberapa merek lain, seperti Dysport, Xeomin, atau Jeuveau. 

Dikutip dari Allure, dokter kulit bersertifikat yang berbasis di New York City, Brian Hibler, MD, mendefinisikan neuromodulator atau botox sebagai perawatan estetika yang dapat membantu mengendurkan atau merileksasikan otot tertentu. Dalam dunia kecantikan, botox sering dipilih untuk menyamarkan kerutan dan garis halus di wajah akibat gerakan dinamis.

Cara kerjanya ialah dengan menyuntikan zat botulinum toxin ke area wajah, umumnya dahi, sekitar mata, dan bibir. Zat ini akan membantu menghaluskan garis-garis halus sekaligus mencegah kerutan yang lebih dalam seiring berjalannya waktu.

Botox digunakan untuk mengatasi kerutan dinamis, yaitu kerutan dan garis halus yang terlihat ketika seseorang menggerakkan wajahnya,” ujar Michelle Henry, MD, pendiri Skin & Aesthetic Sugery of Manhattan, dilansir Good Housekeeping.

2. Apa itu filler?

ilustrasi perawatan di klinik kecantikan (freepik.com/wavebreakmedia_micro)

Sementara itu, dokter kulit bersertifikat sekaligus pendiri Skin Wellness Dermatology di Birmingham, Alabama, Corey L. Hartman, MD, dalam laman Good Housekeeping, mendefinisikan filler sebagai perawatan estetika menggunakan gel khusus. Fungsinya untuk menambah volume di area kulit yang telah cekung. Jika botox berfokus menyamarkan kerutan dan garis halus dinamis, filler bekerja dengan cara mengembalikan volume yang telah hilang sehingga tampilan wajah terlihat berisi dan lebih kencang.

“Volume pada dasarnya membuat wajah tampak lebih berisi, membantu mengisi garis-garis halus, serta memperbaiki tampilan kulit yang kendur. Jika volume wajah hilang, filler bisa membantu mengembalikan volume tersebut,” jelas Dr. Hibler.

Menurut Dr. Henry, ada dua jenis filler yang umum digunakan, antara lain: Filler HA, yaitu filler yang terbuat dari hyaluronic acid. Biasanya, filler ini memiliki konsistensi lebih lembut sehingga sangat cocok diaplikasikan untuk mengatasi garis-garis halus di permukaan kulit. Filler jenis ini juga memberikan hasil akhir yang natural berupa efek airbrush sehingga wajah tampak kencang alami.

Kedua, ada filler CaHA, yaitu filler yang menggunakan zat lebih berat. Filler ini paling bagus disuntikkan jauh ke dalam kulit untuk memberikan dukungan struktural, terutama di area pipi, garis rahang, dan bagian bawah wajah.

3. Apakah keduanya memiliki efek samping?

ilustrasi perawatan di klinik kecantikan (pexels.com/Gustavo Fring)

Ya, keduanya memiliki efek samping. Dr. Henry mencatat bahwa kedua jenis perawatan kulit ini dilakukan menggunakan jarum. Kemungkinan besar, akan muncul rasa tidak nyaman selama prosesnya. Namun, tenang saja. Rasa sakit itu biasanya dapat diminimalisir dengan agen anestesi topikal sebelum perawatan dimulai.

Selain itu, muncul memar atau bengkak. Tindakan medis apa pun yang melibatkan jarum, berpotensi menimbulkan memar atau bengkak. Akan tetapi, efek ini umumnya berlangsung sementara dan tidak terlalu parah. Kemudian, efek kaku dapat muncul jika perawatan ini dilakukan secara berlebihan atau diaplikasikan pada area yang kurang tepat.

4. Lalu, manakah yang lebih baik?

ilustrasi seorang wanita menyentuh wajah (pexels.com/diana.grytsku)

Terkait mana yang lebih baik antara botox dan filler, semuanya kembali lagi pada kebutuhan kulitmu. Menurut Dr. Hibler, banyak orang percaya bahwa botox akan membuat wajah terlihat kaku sehingga lebih sulit untuk mengekspresikan diri.

Sementara itu, filler dianggap bisa membuat wajah kelihatan bengkak dan kurang alami. Padahal, kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi jika kamu menerapkan metode perawatan kulit ini di tangan yang tepat.

"Pada akhirnya, hal terpenting yang perlu diingat adalah mencari dokter kulit atau ahli bedah plastik yang berkompeten dan terlatih untuk melakukan perawatan kulit tersebut demi keamanan serta hasil yang optimal,” imbuh Dr. Hibler.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan antara botox dan filler. Semoga bisa membantu kamu yang ingin mencoba treatment populer tersebut, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article