Trichologist (ahli masalah kesehatan rambut dan kulit kepala) Bridgette Hill asal New York mengatakan, “Saya suka menganggap scalp care sebagai bentuk skinification dalam perawatan rambut. Tergantung pada kondisi dan kesehatan kulit kepala, rutinitas perawatan baik yang dilakukan setiap minggu, dua minggu sekali, maupun sebulan sekali sebaiknya dilakukan secara rutin.” Demikian dilansir Vogue UK.
Setelah Skincare, Kini Giliran Scalp Care yang Dapat Perhatian

- Perawatan kulit kepala atau scalp care kini mendapat perhatian setara skincare, mencakup cleansing, eksfoliasi, serum, dan treatment sesuai kondisi kulit kepala.
- Rutinitas sampo dan conditioner dinilai tak lagi cukup; produk seperti scalp scrub, serum, minyak alami, serta perawatan bilas maupun tanpa bilas mulai digunakan lebih personal.
- Kondisi kulit kepala memengaruhi lingkungan folikel rambut, sehingga perhatian pada minyak berlebih, buildup, kekeringan, dan kenyamanan menjadi bagian penting dari perawatan rambut.
Selama ini, urusan merawat rambut biasanya berhenti di sampo, conditioner, hair mask, atau serum. Kita sibuk memikirkan rambut kering, rontok, bercabang, hingga rusak, tetapi bagian yang menjadi tempat rambut tumbuh justru sering luput dari perhatian.
Padahal, kulit kepala juga perlu mendapatkan perhatian yang sama. Dikenal sebagai scalp care, perawatan ini mencakup rangkaian langkah khusus untuk menjaga kondisi kulit kepalamu, mulai dari cleansing dan exfoliating hingga serum dan treatment. Perubahannya cukup terasa di mana rambut sehat kini gak hanya dilihat dari apa yang terlihat di ujungnya, tetapi juga dari kondisi kulit kepala di baliknya.
1. Kulit kepala mulai diperlakukan seperti kulit wajah

ilustrasi pijat kulit kepala (pexels.com/RODNAE Productions) Selama ini, kulit kepala sering dianggap hanya sebagai tempat tumbuhnya rambut. Kita mungkin lebih sibuk memilih sampo untuk rambut kering atau conditioner untuk rambut rusak. Kulit kepala? Sering kali cukup diberi sampo saat keramas. Padahal, bagian ini juga perlu dirawat, mulai dari mengatasi minyak berlebih hingga menjaga kelembapannya.
Karena itu, perawatan pada kulit kepala mulai mengikuti cara kita merawat kulit wajah. Ada proses cleansing, exfoliating, hingga treatment yang lebih spesifik sesuai kondisi kulit kepala.
2. Sampo saja tak lagi cukup

Ilustrasi conditioner wash (unsplash.com/Jordan Nix) Dulu, rutinitas merawat rambut mungkin selesai setelah keramas. Kini, perhatian pada kulit kepala membuat tahap perawatan menjadi bertambah. Scalp scrub, serum, dan exfoliating treatment perlahan masuk ke dalam rutinitas, terutama bagi kamu yang ingin memperhatikan kondisi kulit kepala. Penggunaan shampoo bukan lagi satu-satunya cara untuk menjaga kulit kepala tetap terawat.
“Rutinitas sampo dan conditioner yang selama ini kita kenal sudah tidak lagi cukup. Kini tersedia serum, eksfoliator, minyak alami, produk bilas, hingga produk tanpa bilas yang mendorong orang untuk mengembangkan rutinitas perawatan kulit kepala yang lebih berlapis,” ujar ahli estetika kulit dan kosmetolog Dr. Geetika Gupta, dilansir Vogue India.
Langkah perawatan ini bukan sekadar membuat rutinitas haircare jadi lebih panjang. Perawatan pada kulit kepala kini juga mulai disesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing, membuat perawatan rambut terasa lebih personal tergantung dengan kondisi kulit kepala masing-masing.
3. Rambut sehat dimulai dari kulit kepala

ilustrasi kulit kepala (freepik.com/freepik) Kulit kepala merupakan tempat di mana folikel rambut berada. Kondisinya ikut menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan rambut. Minyak berlebih, buildup, kekeringan, atau rasa tidak nyaman di area tersebut bisa membuat rutinitas haircare terasa kurang lengkap jika hanya berfokus pada batang rambut. Sehingga, haircare perlu mulai berfokus pada bagaimana menjaga lingkungan tempat rambut tumbuh agar tetap dalam kondisi baik.
Tetapi, bukan berarti kamu harus punya rutinitas panjang atau memakai banyak produk. Cukup mulai memperhatikan hal-hal sederhana seperti kondisi kulit kepala setelah keramas, apakah terasa terlalu kering, berminyak, atau justru nyaman. Haircare jadi bukan sekadar urusan mempercantik rambut yang sudah tumbuh, tetapi juga merawat bagian yang menjadi akarnya.
Kamu mungkin masih akan sibuk mencari sampo yang bikin rambut lembut atau serum yang bikin ujungnya nggak kering. Tapi sekarang, ada satu bagian lain yang perlu kamu perhatikan, yaitu kulit kepala. Rutinitas haircare pun akan jadi terasa lebih lengkap, bukan cuma bagaimana rambut kita terlihat, tetapi juga bagaimana kondisi dari akarnya. Jadi, sudah waktunya scalp gak cuma diingat saat keramas.






















