Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perubahan Rambut yang Akan Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Perubahan Rambut yang Akan Terjadi Seiring Bertambahnya Usia
ilustrasi menyisir rambut (pexels.com/cottonbro)
  • Penuaan mengubah warna, pertumbuhan, ketebalan, kelembapan, serta tekstur rambut akibat faktor genetik, hormon, gaya hidup, dan kebiasaan perawatan.
  • Uban muncul saat produksi pigmen melanin menurun; fase pertumbuhan memendek, folikel dapat berhenti menghasilkan rambut, dan helai rambut makin kecil sehingga rambut tampak tipis.
  • Rambut dapat lebih kering, kusam, mengembang, rontok, atau berubah pola ikalnya; perawatan perlu disesuaikan, termasuk menjaga nutrisi, kelembapan, kulit kepala, dan berkonsultasi bila kerontokan berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bertambahnya usia tidak hanya mengubah kondisi kulit, tetapi juga rambut. Warna, tekstur, ketebalan, hingga pertumbuhannya dapat berubah akibat faktor genetik, hormon, gaya hidup, dan kebiasaan perawatan. Perubahan ini merupakan bagian alami dari proses penuaan.

Meski tidak sepenuhnya bisa dicegah, kesehatan rambut tetap dapat dijaga dengan perawatan yang tepat. Menyesuaikan produk dan rutinitas dengan kondisi rambut yang berubah menjadi langkah penting. Dengan begitu, rambut tetap sehat dan terawat seiring bertambahnya usia. Yuk, ketahui perubahan rambut yang terjadi seiring bertambah usia dan cara mengatasinya!

  1. 1. Uban semakin banyak

    ilustrasi menyisir rambut
    ilustrasi menyisir rambut (pexels.com/karolinagrabowska)

    Munculnya uban menjadi salah satu tanda penuaan rambut yang paling mudah dikenali. Kondisi ini terjadi ketika aktivitas melanosit, sel penghasil pigmen melanin pada folikel rambut, mulai menurun sehingga rambut tumbuh abu-abu hingga putih. Tak hanya kehilangan warna, rambut beruban juga cenderung menjadi lebih kasar dan tampak kusam.

    Jika belum ingin membiarkan uban terlihat, pewarna rambut dapat digunakan untuk menyamarkannya. Highlight atau lowlight juga bisa membantu membaurkan uban agar terlihat lebih natural, sementara perawatan gloss dapat mengembalikan kilau rambut.

    “Rambut beruban terjadi ketika sel-sel penghasil pigmen (melanosit) di dalam folikel melambat atau berhenti bekerja,” ujar Dr. Mona Gohara, dokter kulit bersertifikat dewan dan profesor klinis asosiasi di Yale School of Medicine, dikutip dari Good Housekeeping.

  2. 2. Pertumbuhan rambut melambat

    ilustrasi menyisir rambut klien
    ilustrasi menyisir rambut klien (pexels.com/rodnaeprod)

    Seiring bertambahnya usia, pertumbuhan rambut dapat melambat karena fase anagen atau pertumbuhan aktif menjadi lebih pendek. Akibatnya, lebih sedikit helai rambut yang tumbuh secara aktif sehingga rambut membutuhkan waktu lebih lama untuk memanjang. Selain faktor usia, kekurangan zat besi dan vitamin D juga dapat berkaitan dengan kerontokan rambut.

    Untuk mendukung pertumbuhan rambut, jaga kesehatan kulit kepala dan penuhi kebutuhan nutrisi. Minoxidil dapat menjadi pilihan untuk membantu mengatasi kerontokan, sementara potong rambut rutin membantu mencegah ujung bercabang dan patah. Gunakan produk penumbuh rambut secara konsisten dan beri waktu beberapa bulan untuk melihat hasilnya.

  3. 3. Rambut menjadi lebih tipis

    ilustrasi meluruskan rambut
    ilustrasi meluruskan rambut (pexels.com/ronlach)

    Bukan hanya pertumbuhannya yang melambat, rambut juga dapat semakin tipis seiring bertambahnya usia. Perubahan siklus pertumbuhan membuat sebagian folikel berhenti menghasilkan rambut baru, sementara diameter helai rambut ikut mengecil. Faktor hormon, terutama saat menopause, serta genetik dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat memperparah penipisan rambut.

    Penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebabnya, bukan sekadar menggunakan banyak produk sekaligus. Minoxidil dapat menjadi salah satu pilihan untuk kondisi tertentu dan sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan, termasuk dengan berkonsultasi kepada dokter kulit jika diperlukan. Penggunaannya juga perlu konsisten karena produk penumbuh rambut membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil.

    “Jika kamu menggunakan produk penumbuh rambut hanya selama satu bulan sebelum beralih ke produk berikutnya, kamu tidak memberikan cukup waktu bagi produk tersebut untuk membuktikan efektivitasnya,” ujar Brendan Camp, MD, dokter kulit bersertifikat dewan, dikutip dari Byrdie.

  4. 4. Rambut semakin kering dan kusam

    ilustrasi menata rambut
    ilustrasi menata rambut (pexels.com/reneterp)

    Produksi sebum atau minyak alami kulit kepala cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Padahal, minyak alami tersebut membantu melapisi batang rambut sehingga rambut terasa lebih lembut, licin, dan terlihat berkilau. Ketika produksinya berkurang, rambut dapat menjadi lebih kering, kasar, rapuh, mudah rusak, dan kehilangan kilau alaminya.

    Untuk mengatasinya, pilih produk yang dapat menjaga kelembapan tanpa membuat rambut terasa berat. Conditioner, leave-in conditioner, serum, dan masker rambut dapat membantu menjaga rambut tetap lembut dan mudah diatur. Batasi penggunaan alat styling bersuhu tinggi karena rambut yang lebih rapuh akan lebih mudah rusak akibat panas.

  5. 5. Rambut lebih mudah frizzy dan mengembang

    ilustrasi menata rambut
    ilustrasi menata rambut (pexels.com/rdne)

    Rambut yang semakin kering dapat membuat frizz lebih sering muncul, bahkan pada orang yang sebelumnya tidak memiliki masalah rambut mengembang. Berkurangnya kelembapan membuat rambut lebih mudah kusut, patah, dan kehilangan kilau alaminya. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh perubahan pada batang rambut seiring bertambahnya usia.

    Untuk menguranginya, gunakan leave-in conditioner pada rambut lembap sebelum styling dan minyak rambut untuk membantu menjaga kelembapan. Pilih produk yang sesuai dengan kondisi rambut agar tidak terasa berat atau lepek. Namun, minyak rambut bukan penumbuh rambut secara langsung, melainkan lebih berfungsi membantu menjaga kondisi rambut dan kulit kepala.

  6. 6. Kerontokan rambut bisa meningkat

    ilustrasi rambut rontok
    ilustrasi rambut rontok (unsplash.com/towfiqu999999)

    Melihat lebih banyak rambut di sisir atau saat keramas tidak selalu menandakan masalah karena rambut memang mengalami siklus tumbuh dan rontok. Namun seiring bertambahnya usia, perubahan hormon, faktor genetik, dan stres dapat membuat kerontokan semakin terlihat. Kondisi ini perlu diperhatikan jika terjadi terus-menerus atau menyebabkan rambut tampak semakin jarang.

    Jika terjadi terus menerus, cari tahu penyebab kerontokan sebelum mencoba berbagai produk. Pijat kulit kepala secara lembut dapat membantu sirkulasi darah, sementara minoxidil bisa menjadi pilihan untuk kondisi tertentu. Jika kerontokan semakin parah atau disertai masalah pada kulit kepala, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit.

    “Molekul yang berkaitan dengan stres seperti kortisol dapat menargetkan dan merusak folikel rambut seiring waktu,” ujar Simone Thomas, pendiri Simone Thomas Wellness Clinic sekaligus konsultan nutrisi dan kerontokan rambut, dikutip dari Healthline.

  7. 7. Tekstur dan pola ikal rambut berubah

    ilustrasi mengaplikasikan produk ke rambut
    ilustrasi mengaplikasikan produk ke rambut (pexels.com/rdne)

    Jangan heran jika tekstur rambut berubah seiring bertambahnya usia. Perubahan hormon, berkurangnya produksi minyak, kerusakan rambut, dan perubahan pada folikel dapat membuat rambut keriting menjadi lebih longgar, sementara rambut lurus terasa lebih kasar. Pada rambut keriting, perubahan hormon seperti menopause juga dapat mengubah pola ikal.

    Karena tekstur rambut berubah, rutinitas perawatan yang dulu cocok belum tentu tetap efektif. Rambut halus sebaiknya menggunakan produk ringan, sedangkan rambut kasar atau bertekstur membutuhkan produk yang lebih melembapkan. Masker deep conditioning seminggu sekali juga dapat membantu menjaga kelembapan, elastisitas, dan kesehatan rambut.

    Perubahan rambut seiring bertambahnya usia merupakan hal alami yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Dengan mengenali kebutuhannya dan menyesuaikan perawatan, rambut tetap bisa sehat, terawat, dan tampil menarik di setiap usia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More