Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bolehkah Suami Istri Cium Pipi Saat Puasa? Ini Hukumnya!

ilustrasi suami istri cium pipi saat puasa
ilustrasi suami istri cium pipi saat puasa (pexels.com/Truman Rexti)
Intinya sih...
  • Hukum mencium pipi dipahami dari prinsip pengendalian diri
  • Ulama membedakan hukum berdasarkan risiko syahwat
  • Batasan yang menyebabkan puasa bisa batal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga melibatkan pengendalian diri dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan suami istri selama Ramadan berlangsung. Banyak pasangan bertanya-tanya apakah bentuk kasih sayang sederhana tetap diperbolehkan dilakukan saat siang hari puasa.

Pertanyaan seperti bolehkah suami istri cium pipi saat puasa sering muncul karena sebagian orang khawatir tindakan kecil dapat memengaruhi sah atau tidaknya ibadah. Rasa ingin tahu tersebut wajar mengingat puasa memiliki aturan yang cukup rinci, sehingga penting memahami penjelasannya secara utuh sebelum mengambil kesimpulan. Simak penjelasan berikut.

Table of Content

1. Hukum mencium pipi dipahami dari prinsip pengendalian diri

1. Hukum mencium pipi dipahami dari prinsip pengendalian diri

ilustrasi suami istri cium pipi saat puasa
ilustrasi suami istri cium pipi saat puasa (pexels.com/Leeloo The First)

Pandangan fikih mengenai ekspresi kasih sayang selama puasa bertumpu pada prinsip utama berupa kemampuan menahan syahwat sebagai bentuk latihan spiritual yang menyeluruh. Para ulama menjelaskan bahwa tindakan fisik seperti menyentuh atau mengecup pasangan tidak otomatis membatalkan puasa selama tidak memicu rangsangan seksual yang berujung pada keluarnya mani ataupun hubungan intim. Penilaian tersebut menunjukkan bahwa hukum Islam tidak sekadar menilai tindakan lahiriah, tetapi juga mempertimbangkan dampak psikologis serta potensi yang dapat mengarah pada pelanggaran ibadah.

Riwayat dari Aisyah menyebutkan bahwa Rasulullah pernah mencium istrinya ketika berpuasa, namun beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat mampu mengendalikan dorongan biologisnya. Kisah tersebut menjadi dasar kuat bahwa hukum asalnya bersifat boleh selama pelaku memiliki kontrol diri yang baik serta memahami batasan ibadah. Hal ini tersebut menegaskan bahwa pengendalian diri menjadi faktor penentu utama, bukan semata bentuk tindakan yang terlihat.

2. Ulama membedakan hukum berdasarkan risiko syahwat

ilustrasi suami istri cium pipi saat puasa
ilustrasi suami istri cium pipi saat puasa (pexels.com/Juan Cordero)

Mayoritas ulama menilai bahwa ciuman terhadap pasangan saat puasa berada pada kategori makruh apabila dikhawatirkan membangkitkan gairah seksual yang sulit dikendalikan. Makruh dalam konteks ini berarti perbuatan tersebut sebaiknya dihindari karena memiliki potensi membawa seseorang pada pelanggaran yang lebih serius meskipun tidak langsung membatalkan puasa. Penilaian tersebut lahir dari prinsip kehati-hatian agar seseorang tidak terjerumus pada situasi yang dapat merusak ibadah.

Sebagian pendapat lain memberikan penekanan bahwa lokasi ciuman turut memengaruhi penilaian hukum karena tidak semua bentuk sentuhan memiliki dampak yang sama. Ciuman pada pipi atau kening dipandang lebih dekat pada ekspresi kasih sayang dibandingkan bentuk rangsangan seksual. Perbedaan pandangan tersebut memperlihatkan hukum Islam yang fleksibel karena mempertimbangkan kondisi individu, tingkat kedewasaan emosional, serta kemampuan pengendalian diri.

3. Batasan yang menyebabkan puasa bisa batal

ilustrasi suami istri cium pipi saat puasa
ilustrasi suami istri cium pipi saat puasa (pexels.com/Rut Isasi)

Puasa tetap sah selama ciuman tidak memicu keluarnya air mani akibat rangsangan seksual yang disengaja ataupun tidak terkendali. Kondisi tersebut menjadi titik pembeda utama antara tindakan yang masih diperbolehkan dan tindakan yang berpotensi membatalkan ibadah. Pemahaman mengenai batas ini sangat penting karena banyak orang keliru mengira semua bentuk sentuhan otomatis merusak puasa.

Hubungan intim yang terjadi pada siang hari Ramadan secara tegas membatalkan puasa serta mewajibkan kafarat berat menurut mayoritas ulama. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kewajiban mengganti puasa, tetapi juga menunjukkan keseriusan pelanggaran terhadap aturan ibadah. Kesadaran terhadap batasan tersebut membantu pasangan menjaga keseimbangan antara ekspresi kasih sayang dan tujuan puasa.

Menjaga batas interaksi selama Ramadan sering menjadi bagian dari proses belajar memahami makna pengendalian diri dalam hubungan suami istri. Pertanyaan bolehkah suami istri cium pipi saat puasa kerap muncul karena banyak pasangan ingin tetap mengekspresikan kedekatan emosional tanpa melanggar aturan ibadah. Kejelasan aturan tersebut membuat pasangan dapat tetap menunjukkan perhatian tanpa menimbulkan keraguan terhadap keabsahan puasanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

Hal yang Membuat Pria Bergairah di Ranjang Menurut 12 Zodiak

17 Feb 2026, 23:20 WIBMen