Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bolehkah Tidur Saat Iktikaf? Simak Penjelasannya!

Bolehkah Tidur Saat Iktikaf? Simak Penjelasannya!
ilustrasi suasana iktikaf di masjid (pexels.com/Vija Rindo Pratama)
Intinya Sih
  • Iktikaf adalah ibadah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  • Tidur saat iktikaf diperbolehkan dan tidak membatalkan ibadah, asalkan tidak berlebihan serta tidak mengganggu jamaah lain yang juga beriktikaf.

  • Perbedaan pendapat ulama muncul soal tidur di masjid, namun mayoritas mazhab membolehkannya bagi orang yang sedang beriktikaf atau musafir tanpa tempat singgah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Iktikaf adalah salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan di bulan Ramadan, khususnya pada sepuluh malam terakhir. Umat Muslim bisa memanfaatkannya untuk lebih fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Secara sederhana, iktikaf bisa diartikan sebagai aktivitas berdiam diri di masjid dalam waktu tertentu dengan niat khusus untuk beribadah. Selama iktikaf, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak amalan, seperti salat sunnah, tadarus Al-Qur’an, berzikir hingga berdoa.

Terlepas dari ragam keutamaannya, ada beberapa pertanyaan yang sering muncul dan membuat penasaran soal amalan ini. Salah satunya adalah soal sah atau tidaknya iktikaf jika seseorang tidur di tengah pelaksanaannya. Lantas, bolehkah tidur saat iktikaf? Berikut penjelasannya yang bisa disimak.

Table of Content

Bolehkah tidur saat iktikaf?

Bolehkah tidur saat iktikaf?

Jamaah Masjid Raya Bogor saat sedang iktikaf sambil membaca Alquran.
Jamaah Masjid Raya Bogor saat sedang iktikaf sambil membaca Alquran. (IDN Times/Rubiakto)

Bolehkan tidur saat iktikaf di masjid? Ya, tidur adalah salah satu aktivitas yang diperbolehkan dan tidak membatalkan iktikaf. Namun, perlu dicatat jangan sampai mengganggu konsentrasi dalam beribadah atau mengganggu jamaah lainnya yang juga sedang beriktikaf.

Seperti diketahui, tidur merupakan kebutuhan manusia yang normal. Nah, dalam kaitannya dengan aktivitas iktikaf, bisa saja terjadi kondisi mutakif (orang yang beriktikaf) telah melaksanakannya semalam penuh, sehingga ada potensi untuk mengantuk. Dari sini, mutakif bisa tidur sejenak, lalu bangun dan kembali melanjutkan iktikafnya.

Meski diperbolehkan, bukan berarti waktu iktikaf dihabiskan sepenuhnya untuk tidur. Iktikaf tetaplah ibadah yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, tidur di tengah-tengah iktikaf sebaiknya dilakukan secukupnya saja, bukan berlebihan.

Hukum tidur di masjid

ilustrasi suasana iktikaf di masjid (unsplash.com/Ilker Ozmen)
ilustrasi suasana iktikaf di masjid (unsplash.com/Ilker Ozmen)

Tidur saat iktikaf di masjid tidak membatalkan ibadah iktikaf itu sendiri. Hanya saja, tetap perlu diperhatikan etikanya agar jangan sampai mengganggu kenyamanan orang lain.

Bicara tidur di dalam masjid, beberapa ulama berbeda pendapat soal hukumnya. Berikut di antaranya:

Mazhab Maliki

Mazhab Maliki membolehkan musafir atau orang yang tidak memiliki rumah untuk tidur di dalam masjid. Bagi yang sedang beriktikaf, mazhab ini bahkan mewajibkan mutakifin untuk tidur di dalam masjid. Jika tidak dilaksanakan, iktikaf yang dikerjakan dianggap tidak sah.

Mazhab Hanafi

Hukum tidur di dalam masjid menurut mazhab Hanafi adalah makruh. Namun, ada pengecualian bagi musafir yang tidak memiliki tempat singgah atau orang yang sedang beriktikaf. Ketika beriktikaf, Rasulullah SAW juga tidur di dalam masjid, sehingga tidak perlu keluar masjid lagi untuk tidur.

Mazhab Syafi'i

Sementara itu, mazhab Syafi'i juga membolehkan tidur di dalam masjid. Salah satu alasannya didasarkan karena para sahabat Rasulullah SAW dulunya banyak yang tidur di dalam masjid.

Tips meghindari kantuk saat beriktikaf

ilustrasi suasana iktikaf di masjid
ilustrasi suasana iktikaf di masjid (unsplash.com/abu mikayla)

Meski tidur diperbolehkan saat iktikaf, banyak juga orang yang ingin memaksimalkan waktu dengan memperbanyak ibadah. Biar tidak mudah mengantuk dan tetap fokus saat iktikaf, berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Atur pola istirahat sebelum iktikaf

Usahakan tidak begadang berlebihan sebelum memulai iktikaf. Tidur yang cukup di siang atau sore hari bisa membantu tubuh lebih siap menjalani ibadah malam.

2. Jaga pola makan sehat

Kamu juga perlu perhatikan pola makan. Makan hidangan yang bergizi seimbang untuk membantu menjaga energi tubuh. Berbekal kombinasi istirahat yang cukup dan pola makan baik, kamu bakal lebih siap mengatasi rasa kantuk saat beribadah malam hari di masjid.

3. Wudu

Berwudu tidak hanya menyucikan diri, tetapi juga membantu menyegarkan tubuh. Jika mulai terasa mengantuk, mengambil wudu bisa menjadi solusi sederhana pencegah ngantuk.

4. Variasikan posisi iktikaf

Saat rasa kantuk mulai datang, coba mengganti posisi. Misal, coba untuk berdiri dan melakukan salat sunnah atau berjalan sejenak di sekitar masjid. Aktivitas fisik ringan seperti ini bisa membantu meningkatkan aliran darah dan membuatmu lebih terjaga.

5. Mantapkan niat lagi

Niat yang kuat menjadi pondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk iktikaf. Bersama niat yang tulus, semangatmu untuk beribadah akan semakin kuat.

Hal-hal yang bisa membatalkan iktikaf

ilustrasi suasana iktikaf di masjid (pexels.com/Bilal Furkan KOŞAR)
ilustrasi suasana iktikaf di masjid (pexels.com/Bilal Furkan KOŞAR)

Terdapat sejumlah hal yang bisa membatalkan iktikaf. Berikut di antaranya:

  • Keluar dari masjid tanpa alasan jelas
  • Bersentuhan kulit diikuti adanya syahwat
  • Hilang akal
  • Pingsan
  • Mabuk
  • Murtad
  • Bersetubuh
  • Haid atau nifas bagi perempuan

Itulah tadi penjelasan mengenai bolehkan tidur saat iktikaf di masjid. Jawabannya adalah boleh, asalkan tidak menganggu konsentrasi ibadah atau jemaah lain di sekitar.

FAQ seputar bolehkan tidur saat iktikaf

Bolehkan tidur saat iktikaf?

Ya, tidur saat iktikaf tetap diperbolehkan. Namun, jangan sampai menganggu jamaah lain di sekitar.

Apa itu iktikaf?

Iktikaf adalah aktivitas berdiam diri di masjid dengan tujuan memperbanyak ibadah.

Apa saja yang membatalkan iktikaf?

Ada beberapa hal, seperti keluar masjid tanpa udzur mendesak, melakukan hubungan suami istri, murtad, hilang akal hingga haid bagi perempuan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More