Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Meningkatkan Massa Otot bagi Pria Bertubuh Kurus
ilustrasi pria gym (pexels.com/Victor Freitas)
  • Pria bertubuh kurus perlu meningkatkan kalori secara bertahap dari makanan padat gizi, sambil memenuhi protein sekitar 1,4–2,0 gram per kilogram berat badan per hari.
  • Latihan beban dua hingga tiga kali seminggu dengan teknik benar dan progressive overload membantu merangsang pertumbuhan otot tanpa memaksakan beban maksimal.
  • Pemulihan melalui istirahat dan tidur 7–9 jam, serta pemantauan berat badan, ukuran tubuh, dan beban latihan, penting untuk menyesuaikan program secara konsisten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memiliki tubuh kurus sering membuat pria merasa kesulitan ketika ingin membangun otot dan mendapatkan bentuk tubuh yang lebih berisi. Meski sudah makan lebih banyak atau rutin berolahraga, perubahan fisik terkadang belum terlihat sesuai harapan. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh asupan kalori, pola latihan, kualitas tidur, hingga konsistensi menjalankan rutinitas.

Meningkatkan massa otot bukan sekadar menambah berat badan, melainkan membangun jaringan otot melalui latihan dan asupan nutrisi yang sesuai. Pria bertubuh kurus dapat memulainya dengan mengatur pola makan, melakukan latihan kekuatan secara teratur, dan memberikan waktu pemulihan yang cukup. Berikut lima cara yang bisa diterapkan untuk mendukung pertumbuhan massa otot secara bertahap.

1. Tingkatkan asupan kalori secara bertahap

ilustrasi pria makan sushi (pexels.com/cottonbro studio)

Untuk meningkatkan berat badan sekaligus mendukung pertumbuhan otot, tubuh umumnya membutuhkan asupan energi yang sedikit lebih tinggi daripada energi yang digunakan. Pria bertubuh kurus dapat mulai dengan menambah porsi makan secara bertahap sambil memantau perubahan berat badan selama beberapa minggu. Jika berat badan tidak bertambah, asupan kalori dapat dievaluasi dan disesuaikan kembali.

Pilih makanan padat gizi seperti nasi, kentang, telur, ikan, ayam, kacang-kacangan, susu, alpukat, dan minyak zaitun. Kamu juga bisa menambahkan camilan bergizi di antara waktu makan jika sulit menghabiskan porsi besar sekaligus. Hindari mengandalkan makanan tinggi gula dan lemak jenuh sebagai sumber kalori utama karena tubuh tetap membutuhkan pola makan yang seimbang.

2. Pastikan kebutuhan protein terpenuhi

ilustrasi protein dan sayur (pexels.com/pixabay)

Protein berperan penting dalam memperbaiki dan membangun jaringan otot setelah latihan kekuatan. Bagi orang dewasa sehat yang rutin berlatih untuk meningkatkan massa otot, asupan sekitar 1,4–2,0 gram protein per kilogram berat badan per hari dapat menjadi kisaran awal yang relevan. Kebutuhan sebenarnya dapat berbeda sesuai intensitas latihan, kondisi kesehatan, dan pola makan secara keseluruhan.

Sumber protein tidak harus selalu berasal dari suplemen mahal. Telur, ikan, ayam, daging tanpa lemak, susu, tempe, tahu, dan kacang-kacangan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian. Sebarkan konsumsi protein ke beberapa waktu makan agar lebih mudah dipenuhi secara konsisten, bukan hanya mengandalkan satu hidangan besar pada malam hari.

3. Fokus pada latihan beban secara teratur

ilustrasi pria gym (pexels.com/William Choquette)

Latihan kekuatan merupakan salah satu cara utama untuk merangsang pertumbuhan massa otot. Pria pemula dapat memulai dengan latihan dua hingga tiga kali seminggu, menggunakan gerakan seperti squat, push-up, row, dan latihan beban lain yang sesuai kemampuan. Utamakan teknik yang benar sebelum meningkatkan beban agar latihan lebih efektif dan risiko cedera dapat dikurangi.

Seiring tubuh beradaptasi, tingkatkan tantangan latihan secara bertahap melalui penambahan beban, repetisi, atau set. Prinsip ini dikenal sebagai progressive overload, yaitu memberikan rangsangan yang meningkat secara terukur agar otot terus beradaptasi. Jangan langsung berlatih dengan beban maksimal hanya demi mengejar hasil cepat karena kemajuan yang konsisten lebih penting daripada latihan berlebihan.

4. Berikan waktu istirahat dan tidur yang cukup

ilustrasi pria bangun tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Otot tidak hanya berkembang ketika kamu mengangkat beban, tetapi juga membutuhkan proses pemulihan setelah latihan. Latihan yang terlalu sering tanpa istirahat memadai dapat membuat performa menurun, tubuh terus terasa lelah, dan risiko cedera meningkat. Karena itu, atur jadwal latihan agar kelompok otot yang sama memiliki waktu untuk pulih sebelum kembali dilatih secara intensif.

Usahakan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam bagi pria dewasa. Tidur yang cukup mendukung pemulihan tubuh, fungsi hormon, dan kemampuan menjalankan latihan berikutnya dengan baik. Jika masih merasa kelelahan atau mengalami penurunan performa berkepanjangan, evaluasi kembali intensitas latihan, pola makan, dan kualitas istirahat.

5. Pantau perkembangan tubuh secara konsisten

ilustrasi pria gym (pexels.com/Timothy)

Pertumbuhan massa otot membutuhkan waktu sehingga perubahan tidak selalu terlihat hanya dalam beberapa hari. Catat berat badan secara berkala, perkembangan beban latihan, dan ukuran tubuh untuk melihat apakah program yang dijalankan memberikan hasil. Foto perkembangan setiap beberapa minggu juga dapat membantu menilai perubahan bentuk tubuh secara lebih objektif.

Jangan hanya mengandalkan angka timbangan karena kenaikan berat badan dapat berasal dari otot, lemak, maupun perubahan cairan tubuh. Jika berat badan tidak bertambah setelah beberapa minggu, evaluasi kembali asupan makanan dan aktivitas harian. Apabila tubuh tetap sangat kurus tanpa sebab yang jelas, berat badan turun tanpa disengaja, atau disertai keluhan lain, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengevaluasi kemungkinan penyebab medis.

Meningkatkan massa otot bagi pria bertubuh kurus membutuhkan kombinasi asupan kalori yang cukup, protein yang memadai, latihan kekuatan, dan pemulihan yang baik. Tidak ada satu makanan atau jenis latihan yang bisa memberikan hasil maksimal tanpa dukungan kebiasaan lainnya. Dengan menyesuaikan program berdasarkan kemampuan tubuh, perkembangan dapat dipantau secara lebih realistis.

Mulailah dari perubahan sederhana, seperti menambah makanan bergizi, berlatih secara teratur, dan memperbaiki jadwal tidur. Hindari membandingkan perkembangan tubuh dengan orang lain karena respons setiap orang terhadap latihan dan nutrisi bisa berbeda. Yang terpenting, jalankan program secara konsisten dan prioritaskan kesehatan daripada mengejar kenaikan berat badan dalam waktu singkat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article