Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cek Teman Sebelah 3.0: Dorong Empati dan Kepedulian Remaja

Cek Teman Sebelah 3.0: Dorong Empati dan Kepedulian Remaja
Suasana kegiatan Cek Teman Sebelah 3.0 oleh HCC (Dok. HCC)
Intinya Sih
  • Health Collaborative Center (HCC) meluncurkan program ‘Cek Teman Sebelah 3.0’ di empat SMA Jakarta untuk memperkuat empati, kepedulian sosial, dan ketahanan mental remaja.
  • Program ini mengajak siswa memperhatikan kondisi emosional teman, membuka percakapan suportif, serta melaporkan tindakan kebaikan guna menurunkan risiko stres, depresi, dan perilaku menyakiti diri.
  • HCC menilai penguatan empati di sekolah penting bagi kesehatan masyarakat jangka panjang dan berencana memperluas program ke lebih banyak sekolah serta komunitas remaja di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Health Collaborative Center (HCC) melanjutkan implementasi intervensi psikososial berbasis sekolah dengan mengimplementasikan program “Cek Teman Sebelah 3.0” di lingkungan SMA sebagai bagian dari upaya memperkuat empati, kepedulian sosial, dan ketahanan kesehatan mental remaja Indonesia.

Program yang dijalankan di empat sekolah (SMKN 68, SMK Bina Dharma, MAN 15 & MAN 24) di wilayah binaan Puskesmas Ciracas ini dikembangkan sebagai sebuah eksperimen sosial berbasis sekolah yang mendorong siswa untuk lebih aktif memperhatikan kondisi emosional dan psikososial teman di sekitarnya.

“Di banyak negara maju yang indeks kebahagiaannya tinggi seperti di Skandinavia, remaja diajarkan sejak sekolah untuk melakukan metode ‘tootling’ atau melaporkan kebaikan teman dalam bentuk apapun setiap hari. Dan ini sudah dibuktikan HCC lewat studi di beberapa SMA bahwa empati remaja yang melakukan metode tootling itu meningkat hingga lima kali lipat. Ini pun memotivasi HCC untuk mengimplementasikan ini secara lebih luas” ujar Ray Wagiu Basrowi selaku pendiri dan Ketua HCC yang juga menjadi inisiator Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa dalam keterangan rssminya.

Menurunkan risiko stres psikologis, depresi, hingga perilaku menyakiti diri

WhatsApp Image 2026-05-21 at 11.34.58 (1).jpeg
Suasana kegiatan Cek Teman Sebelah 3.0 oleh HCC (Dok. HCC)

Program “Cek Teman Sebelah” yang dipimpin oleh project coordinator Bunga Pelangi MKM ini mengajak siswa melakukan aksi sederhana selama beberapa hari, mulai dari memperhatikan perubahan perilaku teman, membuka percakapan yang suportif, hingga melaporkan tindakan kebaikan yang dilakukan teman sebaya.

Menurut Ray Wagiu Basrowi, pendekatan ini penting karena berbagai studi menunjukkan bahwa dukungan sosial sebaya memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental remaja, termasuk dalam menurunkan risiko stres psikologis, depresi, hingga perilaku menyakiti diri.

“Kadang intervensi kesehatan mental paling sederhana bukan langsung terapi, tetapi kehadiran manusia lain yang benar-benar peduli,” jelasnya.

Penguatan empati penting dalam membangun kesehatan masyarakat jangka panjang

WhatsApp Image 2026-05-21 at 11.34.57.jpeg
Suasana kegiatan Cek Teman Sebelah 3.0 oleh HCC (Dok. HCC)

HCC menilai sekolah bukan hanya ruang akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter sosial dan emosional generasi muda. Karena itu, penguatan empati dan solidaritas antar remaja menjadi bagian penting dalam membangun kesehatan masyarakat jangka panjang.

Program ini juga hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap fenomena isolasi sosial pada anak muda, cyberbullying, tekanan sosial digital, hingga menurunnya kualitas interaksi langsung antar teman.

Memperluas implementasi program ke lebih banyak sekolah dan komunitas remaja

WhatsApp Image 2026-05-21 at 11.34.56.jpeg
Suasana kegiatan Cek Teman Sebelah 3.0 oleh HCC (Dok. HCC)

Melalui pendekatan yang ringan dan dekat dengan keseharian remaja, HCC berharap “Cek Teman Sebelah” dapat menjadi gerakan sederhana namun berdampak besar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih suportif, aman, dan manusiawi.

"Ke depan, HCC berencana memperluas implementasi program ini ke lebih banyak sekolah dan komunitas remaja di Indonesia sebagai bagian dari gerakan promotif kesehatan mental berbasis empati sosial," kata Ray Wagiu Basrowi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles