Perselisihan dalam rumah tangga merupakan hal yang bisa terjadi ketika suami dan istri memiliki perbedaan pendapat, kesalahpahaman, atau persoalan lain yang belum terselesaikan. Dalam kondisi tertentu, pertengkaran bahkan dapat membuat salah satu pihak memilih diam dan menghindari komunikasi untuk sementara waktu. Namun, sikap tersebut menjadi persoalan ketika berlangsung berhari-hari hingga hubungan suami istri benar-benar terputus.
Karena itu, hukum suami mendiamkan istri selama seminggu perlu dipahami dengan melihat dalil, alasan, serta tujuan dari tindakan tersebut. Islam mengajarkan agar perselisihan tidak dibiarkan berlarut-larut dan setiap Muslim berusaha memperbaiki hubungan dengan sesamanya. Lantas, bagaimana dalil dan pandangan Islam mengenai suami yang mendiamkan istri selama seminggu? Simak penjelasannya dalam lima poin berikut.
