Turnamen Footgolf Indonesia Open 2025 hadir di Sentul, Bogor. (IDN Times/Sandy Firdaus)
Waktu terbaik liburan ke Bogor secara keseluruhan jatuh pada Juni hingga September. Curah hujan rendah, hari cerah lebih dominan, dan kondisi sangat mendukung wisata alam seperti mendaki, bersepeda di Kebun Raya Bogor, atau menikmati pemandangan di Puncak.
Bulan Mei dan Oktober termasuk periode transisi yang masih cukup baik, meski hujan sporadis mulai muncul. Sementara itu, November hingga April kurang ideal untuk aktivitas outdoor intensif karena risiko hujan hampir setiap hari mencapai 45% periode tahun.
Di musim kemarau, Bogor menjadi lebih hidup dengan berbagai festival yang diselenggarakan dinas pariwisata Bogor maupun pelaku industri pariwisata . Bogor Street Festival biasanya digelar pertengahan tahun, menghadirkan parade seni jalanan, musik live, dan kuliner lokal di Jalan Suryakencana.
Festival Bunga di Kebun Raya Bogor (Juni–Agustus) memamerkan ribuan spesies tanaman berbunga, lengkap dengan parade warna dan workshop edukasi. Di Puncak, Kabogorfest pada Juni menampilkan seni tradisional dari berbagai kecamatan, sementara Jazz Hujan Bogor menawarkan penampilan musik di udara sejuk jelang akhir musim kemarau.
Musim hujan pun tetap memiliki daya tarik tersendiri. Pagi hari sebelum hujan turun (biasanya setelah pukul 14.00) menjadi waktu terbaik untuk eksplorasi. Event seperti Cap Go Meh Street Festival pada Maret menyuguhkan parade budaya Tionghoa sepanjang 2 km, sementara Festival Culinary Bogor menghadirkan hidangan hangat yang cocok untuk cuaca dingin. Di Sentul, event olahraga seperti Bogor Bike Festival pada Desember juga kerap digelar.