Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Panduan Untuk Menikmati Suasana Bogor yang Sejuk dan Nyaman
ilustrasi Bogor (unsplash.com/Arya Ferrari)
  • Panduan wisata musiman Bogor menyoroti waktu terbaik berkunjung ke destinasi populer seperti Kota Bogor, Puncak, dan Sentul dengan dukungan data cuaca terpercaya untuk pengalaman liburan yang nyaman.
  • Periode Juni hingga September disebut paling ideal karena curah hujan rendah dan banyak festival menarik seperti Bogor Street Festival, Festival Bunga, Kabogorfest, serta Jazz Hujan Bogor.
  • Perencanaan matang termasuk pemilihan penginapan strategis dan pengecekan prakiraan cuaca disarankan agar wisatawan dapat menikmati suasana alam serta budaya lokal secara maksimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah pesatnya minat wisatawan terhadap destinasi alam di sekitar Jabodetabek, panduan wisata musiman di Bogor semakin menonjol sebagai referensi utama yang menawarkan pengalaman liburan yang berkesan.

Konsep panduan musiman menempatkan waktu terbaik mengunjungi kota-kota populer seperti Bogor Kota, Puncak, dan Sentul sebagai inti dari perjalanan. Wisatawan diajak merasakan nuansa yang dirancang teliti, seperti aktivitas outdoor di tengah hari cerah atau menikmati festival di udara sejuk pegunungan.

Informasi disusun berdasarkan data cuaca terpercaya dari sumber seperti Weather Spark, Weather Atlas, dan Weather & Climate, sehingga pengalaman liburan di Bogor menjadi lebih realistis dan nyaman.

1. Bogor memiliki iklim tropis basah

ilustrasi Bogor (instagram.com/visitcigudeg)

Bogor memiliki iklim tropis basah dengan dua musim utama: kemarau (Mei–Oktober) dan hujan (November–April). Suhu rata-rata berkisar 23–31°C sepanjang tahun, dengan kelembapan tinggi yang memberikan kesan sejuk, terutama di dataran tinggi seperti Puncak.

Statistik bulanan menunjukkan pola yang jelas. Bulan paling hujan biasanya terjadi pada November (sekitar 384 mm curah hujan) dan Januari (±270 mm), dengan hari hujan mencapai 21–29 hari per bulan.

Sebaliknya, bulan paling kering adalah Agustus dengan curah hujan hanya 50–100 mm dan hari hujan sekitar 8–16 hari per bulan. Persentase hari hujan turun menjadi 30–50%, sehingga periode ini menjadi waktu paling ideal untuk aktivitas luar ruangan.

2. Kapan periode terbaik liburan ke Bogor?

Turnamen Footgolf Indonesia Open 2025 hadir di Sentul, Bogor. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Waktu terbaik liburan ke Bogor secara keseluruhan jatuh pada Juni hingga September. Curah hujan rendah, hari cerah lebih dominan, dan kondisi sangat mendukung wisata alam seperti mendaki, bersepeda di Kebun Raya Bogor, atau menikmati pemandangan di Puncak.

Bulan Mei dan Oktober termasuk periode transisi yang masih cukup baik, meski hujan sporadis mulai muncul. Sementara itu, November hingga April kurang ideal untuk aktivitas outdoor intensif karena risiko hujan hampir setiap hari mencapai 45% periode tahun.

Di musim kemarau, Bogor menjadi lebih hidup dengan berbagai festival yang diselenggarakan dinas pariwisata Bogor maupun pelaku industri pariwisata . Bogor Street Festival biasanya digelar pertengahan tahun, menghadirkan parade seni jalanan, musik live, dan kuliner lokal di Jalan Suryakencana.

Festival Bunga di Kebun Raya Bogor (Juni–Agustus) memamerkan ribuan spesies tanaman berbunga, lengkap dengan parade warna dan workshop edukasi. Di Puncak, Kabogorfest pada Juni menampilkan seni tradisional dari berbagai kecamatan, sementara Jazz Hujan Bogor menawarkan penampilan musik di udara sejuk jelang akhir musim kemarau.

Musim hujan pun tetap memiliki daya tarik tersendiri. Pagi hari sebelum hujan turun (biasanya setelah pukul 14.00) menjadi waktu terbaik untuk eksplorasi. Event seperti Cap Go Meh Street Festival pada Maret menyuguhkan parade budaya Tionghoa sepanjang 2 km, sementara Festival Culinary Bogor menghadirkan hidangan hangat yang cocok untuk cuaca dingin. Di Sentul, event olahraga seperti Bogor Bike Festival pada Desember juga kerap digelar.

3. Jangan lupa memilih tempat menginap yang pas

ilustrasi Sentul (IDN Times/Sunariyah)

Brand & Marketing Director Ascott Indonesia, Irene Janti, menyebut perencaan liburan musiman di Bogor sangat penting. Salah satunya juga merencanakan tempat untuk menginap yang strategis.

“Perencanaan liburan musiman di Bogor sangat penting untuk memaksimalkan pengalaman, terutama dengan mempertimbangkan cuaca yang dinamis dan event lokal yang beragam,” ujar Irene dalam keterangannya.

Pengalaman wisatawan yang menginap di salah satu hotel Bogor turut memperkuat pesona Bogor. Tommy, yang berlibur pada April 2025, berbagi di TripAdvisor.

“Pelayanan di Harris Sentul City Bogor yang sangat baik dan memuaskan. Tidak rugi untuk bawa keluarga kecil atau besar kalian kesini. Fasilitas pun juga lengkap,” ujar Tommy.

Tips sederhana untuk berlibur di Bogor, yaitu selalu cek prakiraan BMKG, berangkat pagi untuk hindari kemacetan, dan prioritaskan transportasi umum. Liburan di Bogor bukan sekadar destinasi, melainkan keselarasan dengan alam dan budaya setempat.

Editorial Team