5 Tips Menghindari Post-Holiday Blues setelah Liburan Singkat

- Post-holiday blues muncul saat semangat liburan belum hilang tapi rutinitas sudah menunggu, menyebabkan rasa lesu dan kehilangan motivasi setelah kembali dari waktu santai.
- Transisi lembut sebelum bekerja, mempertahankan ritual kecil dari liburan, serta menyusun rencana baru membantu menjaga mood tetap stabil dan semangat tetap hidup.
- Menata beban kerja secara bertahap serta menjaga pola tidur, makan, dan aktivitas fisik penting agar tubuh dan pikiran cepat beradaptasi kembali ke rutinitas.
Liburan singkat sering terasa seperti jeda manis di tengah rutinitas yang padat. Beberapa hari di Bali, Yogyakarta, atau bahkan sekadar staycation di hotel favorit mampu memberi energi baru dan suasana hati yang lebih ringan. Namun, begitu kembali ke meja kerja dan notifikasi mulai berdatangan, rasa hampa perlahan muncul tanpa aba-aba.
Fenomena ini dikenal sebagai post-holiday blues, kondisi emosional ketika semangat liburan belum sepenuhnya hilang, tapi realitas sudah kembali mengetuk. Perasaan lesu, kurang motivasi, bahkan sedikit murung bisa hadir meski liburan terasa menyenangkan. Hal ini wajar secara psikologis karena otak sedang menyesuaikan diri dari suasana santai ke ritme produktif. Supaya transisi terasa lebih halus dan suasana hati tetap stabil, yuk simak beberapa tips berikut!
1. Atur transisi sebelum kembali ke rutinitas

Transisi yang terlalu mendadak sering menjadi pemicu utama post-holiday blues. Kembali bekerja tepat sehari setelah perjalanan panjang membuat tubuh dan pikiran terasa tertinggal di suasana liburan. Kondisi ini membuat adaptasi terasa berat dan energi terasa menurun.
Memberi jeda satu hari sebelum kembali ke aktivitas penuh bisa membantu proses penyesuaian. Gunakan waktu tersebut untuk membereskan barang, tidur cukup, dan menata ulang jadwal mingguan. Transisi yang lebih lembut membantu pikiran menerima kenyataan tanpa tekanan berlebih.
2. Sisakan ritual kecil dari suasana liburan

Liburan sering identik dengan pengalaman menyenangkan seperti sarapan santai, menikmati kopi dengan pemandangan, atau berjalan pagi tanpa terburu-buru. Ketika semua itu hilang sepenuhnya, otak merasa kehilangan sumber kebahagiaan kecil. Inilah yang sering memicu rasa murung setelah kembali.
Cobalah mempertahankan satu atau dua ritual kecil dari liburan tersebut. Misalnya tetap menikmati kopi favorit atau mendengarkan playlist yang menemani perjalanan kemarin. Ritual sederhana ini membantu suasana hati tetap hangat meski rutinitas kembali berjalan.
3. Susun rencana kecil berikutnya

Salah satu alasan munculnya post-holiday blues adalah ketiadaan hal yang dinanti setelah liburan selesai. Otak cenderung membutuhkan sesuatu untuk ditunggu sebagai sumber motivasi baru. Tanpa itu, hari-hari terasa datar dan monoton.
Menyusun rencana kecil berikutnya bisa menjadi solusi efektif. Rencana ini gak harus berupa perjalanan jauh, cukup agenda sederhana seperti kuliner akhir pekan atau kunjungan ke kota terdekat. Kehadiran rencana baru memberi arah dan menjaga semangat tetap hidup.
4. Kembali secara bertahap ke beban kerja

Langsung menuntaskan semua pekerjaan yang menumpuk bisa membuat stres meningkat tajam. Beban kerja yang datang sekaligus sering membuat tubuh kaget setelah beberapa hari santai. Situasi ini memperparah rasa lesu dan kehilangan motivasi.
Mengatur prioritas dan menyelesaikan tugas secara bertahap membantu menjaga kestabilan emosi. Mulailah dari pekerjaan ringan sebelum beralih ke tugas yang lebih kompleks. Pendekatan bertahap memberi ruang adaptasi yang lebih sehat.
5. Jaga kualitas istirahat dan pola hidup

Liburan sering membuat pola tidur berubah, entah karena perjalanan atau aktivitas yang lebih padat. Ketika kembali, tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan ritme biologis. Jika kurang istirahat, rasa lelah bisa disalahartikan sebagai penurunan semangat.
Menjaga kualitas tidur, asupan makanan seimbang, dan aktivitas fisik ringan membantu tubuh kembali stabil. Kondisi fisik yang prima sangat berpengaruh pada suasana hati dan produktivitas. Dengan tubuh yang terjaga, proses kembali ke rutinitas terasa lebih ringan dan terkontrol.
Post-holiday blues adalah hal yang wajar dan manusiawi setelah momen menyenangkan berakhir. Namun, kondisi ini gak harus dibiarkan berlarut-larut. Dengan strategi transisi yang tepat, suasana hati bisa kembali stabil tanpa kehilangan semangat. Liburan memang selesai, tapi energi positifnya tetap bisa dibawa ke hari-hari berikutnya.

![[QUIZ] Dari Jenis Susu Favoritmu, Kamu Cocoknya Liburan ke Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260223/95b7ccbb-3155-4fb3-b372-6af22260570f_24c308c9-b088-4ba6-9b14-a0a0c221d2c6.jpeg)
![[QUIZ] Jika Diibaratkan Gunung, Kamu Cocoknya Jadi Gunung Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250812/gunung-arjuno-welirang-dari-kota-batu_e0ac9fd7-97aa-4af1-862b-230a4bc18173_watermarked_idntimes-2.jpg)
![[QUIZ] Kazakhstan atau Uzbekistan, Ini Destinasi Antimainstream yang Wajib Kamu Kunjungi](https://image.idntimes.com/post/20251122/dmitry-sumskoy-kttx_kk5bbs-unsplash_a7a41f83-47cf-459f-a3b1-6f1ffb52e1c6.jpg)














