Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kebiasaan Nabi Muhammad di Hari Raya Idulfitri

5 Kebiasaan Nabi Muhammad di Hari Raya Idulfitri
ilustrasi Idul Fitri (unsplash.com/Curated Lifestyle)
Intinya Sih
  • Nabi Muhammad SAW memperbanyak takbir sejak malam 1 Syawal hingga sebelum salat Idulfitri sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
  • Rasulullah mengenakan pakaian terbaik yang bersih dan sopan, serta makan kurma dalam jumlah ganjil sebelum salat Idulfitri untuk menandai berakhirnya puasa Ramadan.
  • Nabi Muhammad SAW mengambil rute berbeda saat pergi dan pulang salat Idulfitri serta mempererat silaturahmi dengan sesama sebagai wujud kebersamaan di hari kemenangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hari Raya Idulfitri adalah hari kemenangan yang selalu ditunggu-tunggu setelah sebulan berpuasa. Momen spesial tersebut menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi antar keluarga dan masyarakat sekitar. Mempererat dan membangun hubungan yang lebih baik antar sesama.

Nabi Muhammad SAW punya beberapa kebiasaan saat Idulfitri. Sebagai umat Muslim sangat dianjurkan untuk mengikuti kebiasaan tersebut. Berikut kebiasaan Nabi Muhammad saat Idulfitri.

Table of Content

1. Memperbanyak takbir

1. Memperbanyak takbir

ilustrasi membaca takbir
ilustrasi membaca takbir (unsplash.com/Imad Alassiry)

Memperbanyak membaca takbir adalah amalan yang sangat dianjurkan. Takbir dibaca sejak terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal (malam Idulfitri) hingga sebelum pelaksanaan shalat. Ini mejadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT yang tercantum dalam Al-Qur'an:

"Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur." (Al-Baqarah: 185).

2. Mengenakan busana terbaik

ilustrasi salat Idul Fitri
ilustrasi salat Idul Fitri (pexels.com/Chattrapal (Shitij) Singh)

Nabi Muhammad SAW selalu menjaga kebersihan fisik secara maksimal. Untuk itu, sangat dianjurkan untuk mandi sebelum menunaikan salat Idulfitri. Jangan lupa, pakai pakaian terbaik di hari kemenangan tersebut.

Memakai pakaian terbaik gak harus dengan baju baru, melainkan pakaian yang sopan dan bersih. Penting untuk tetap sederhana karena Idulfitri bukan ajang untuk menunjukkan kekayaan atau pamer. Kebiasaan tersebut dikisahkan dalam buku Fiqh Us-Sunnah: Superagatory Prayers karya As-Sayyid Sabiq, yang mengutip tulisan Ibn Al-Qayyim.

"Rasulullah SAW biasa menggunakan pakaian yang terbaik untuk hari-hari tersebut dan dia punya jubah (cloak) khusus yang hanya dipakai pada dua Hari Raya dan Jumat," tulis Ibn Al-Qayyim.

3. Makan dan minum sebelum salat

ilustasi kurma Palestine Gardens (unsplash.com/ Masjid Pogung Dalangan)
ilustasi kurma Palestine Gardens (unsplash.com/ Masjid Pogung Dalangan)

Sebelum menunaikan salat Idulfitri, Nabi Muhammad terbiasa makan dan minum. Hal ini menandai bahwa puasa Ramadan telah berakhir. Biasanya, Nabi Muhammad memakan buah kurma dalam jumlah ganjil (tiga, lima, atau tujuh butir). Kebiasaan ini tercantum dalam sebuah hadis:

"Rasulullah SAW tidak pernah sholat Idulfitri sebelum makan beberapa butir kurma. Anas juga menceritakan: Rasulullah SAW biasa makan kurma dalam jumlah ganjil." (HR Bukhari).

4. Mengambil jalan berbeda saat berangkat dan pulang salat Idulfitri

ilustrasi momen Idul Fitri
ilustrasi momen Idul Fitri (unsplash.com/ANAS MAQSOOD)

Salah satu kebiasaan unik Rasulullah yang penuh makna adalah memilih rute perjalanan yang berbeda saat pergi dan pulang dari tempat salat Idulfitri. Dengan cara ini seseorang bisa bertemu lebih banyak orang untuk bersilaturahmi. Kebiasaan ini dijelaskan dalam hadist:

"Seperti diceritakan Jabir (Semoga Allah SWT berkenan atasnya), "Saat sholat Idulfitri dan Iduladha, Rasulullah SAW akan berangkat dengan rute yang berbeda dengan saat pulang." (HR Bukhari dan Muslim).

5. Bersilaturahmi

ilustrasi momen Idul Fitri
ilustrasi momen Idul Fitri (unsplash.com/Curated Lifestyle)

Hari Raya Idulfitri adalah momentum bagi Rasulullah dan para sahabat untuk mempererat tali persaudaraan. Pada momen tersebut Nabi Muhammad dan para sahabat saling mendoakan satu sama lain. Hal menunjukkan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama.

Dengan mengamalkan sunnah-sunnah tersebut, bukan hanya menyambut Idulfitri, tapi juga meneladani kebiasaan mulia Nabi Muhammad. Semoga Idulfitri menjadi lebih bermakna dan mendatangkan keberkahan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us