“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Kenapa Muslim Harus Berpuasa? Simak 10 Alasannya!

Puasa diwajibkan oleh Allah SWT lewat Al-Qur'an sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya.
Puasa merupakan rukun Islam ketiga dan memiliki posisi fundamental dalam praktik keimanan seorang muslim.
Tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan, mengendalikan hawa nafsu, dan memperkuat hubungan spiritual antara manusia dan Sang Pencipta.
Setiap Ramadhan datang, umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam. Namun di balik rutinitas sahur dan berbuka, masih banyak yang bertanya, kenapa muslim harus berpuasa selama satu bulan penuh?
Puasa dalam Islam bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ibadah ini memiliki dasar sejarah panjang, perintah langsung dalam Al-Qur’an, hingga tujuan membentuk karakter dan spiritualitas manusia. Memahami maknanya membuat puasa terasa lebih dari sekadar kewajiban tahunan.
Berikut alasan kenapa muslim harus berpuasa yang dirangkum dari berbagai sumber keislaman dan sejarah syariat Islam.
Table of Content
1. Perintah langsung dari Allah SWT lewat Al'Qur'an
Alasan paling utama puasa diwajibkan adalah karena perintah langsung dari Allah SWT. Hal ini tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:
Ayat ini menegaskan bahwa puasa bukan pilihan pribadi, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah. Bahkan dalam QS. Muhammad ayat 33, umat Islam juga diperintahkan untuk taat kepada Allah dan Rasul agar amal tidak sia-sia.
2. Puasa merupakan rukun Islam ketiga
Dalam hadis Nabi Muhammad SAW dijelaskan bahwa Islam dibangun atas lima dasar: syahadat, salat, zakat, puasa Ramadhan, dan haji.
Karena termasuk rukun Islam, puasa memiliki posisi fundamental dalam praktik keimanan seorang muslim. Artinya, menjalankan puasa menjadi bagian dari penyempurnaan keislaman seseorang.
3. Bertujuan membentuk ketakwaan sebagai tujuan utama ibadah
Tujuan utama puasa bukan kesehatan atau tradisi sosial, melainkan membentuk ketakwaan. Dalam tafsir para ulama, takwa berarti kesadaran penuh kepada Allah dalam setiap tindakan.
Melalui puasa, manusia belajar mengendalikan kebutuhan dasar seperti makan, minum, dan hawa nafsu. Proses ini membantu memperkuat hubungan spiritual antara manusia dan Sang Pencipta.
4. Ibadah yang sudah dilakukan umat terdahulu
Frasa “sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu” dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 menunjukkan bahwa puasa bukanlah ibadah baru.
Menurut penjelasan ulama tafsir yang dikutip NU Online, ibadah puasa juga dikenal dalam agama-agama samawi sebelumnya dengan tujuan yang sama: mendekatkan diri kepada Tuhan.
Dalam sejarah, Nabi Nuh AS disebut berpuasa sebagai bentuk syukur setelah selamat dari banjir besar, sementara Nabi Musa AS berpuasa pada 10 Muharram sebagai tanda syukur atas keselamatan dari Firaun.
5. Sejarah puasa Ramadhan diturunkan secara bertahap

Syariat puasa tidak langsung diwajibkan sekaligus. Menurut sejarah Islam, kewajiban puasa Ramadhan mulai ditetapkan pada tahun ke-2 Hijriah setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Sebelumnya, umat Islam hanya diwajibkan berpuasa pada hari Asyura dan beberapa hari tertentu setiap bulan. Tahapan ini menunjukkan bahwa syariat Islam diturunkan secara bertahap agar umat tidak merasa berat saat menjalankannya.
6. Ramadhan menjadi bulan penuh ampunan dosa
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, Ramadhan sering dianggap sebagai momentum memperbaiki diri dan memulai kembali kehidupan spiritual yang lebih baik.
7. Dibukakan pintu surga khusus bernama Ar-Rayyan
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa di surga terdapat pintu bernama Ar-Rayyan yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa.
Ketika seluruh orang berpuasa telah masuk, pintu tersebut akan ditutup. Gambaran ini menunjukkan keistimewaan puasa dibanding ibadah lainnya.
8. Puasa menjadi pelindung dari api neraka
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa puasa berfungsi sebagai perisai spiritual. Dalam hadis disebutkan:
“Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maknanya, puasa tidak hanya berdampak di dunia, tetapi juga pada keselamatan akhirat.
9. Pahala puasa dilipatgandakan langsung oleh Allah
Dalam hadis qudsi disebutkan:
“Setiap amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Hal ini menjadikan puasa sebagai ibadah dengan nilai pahala yang sangat istimewa karena balasannya langsung menjadi hak Allah SWT.
10. Melatih kesabaran sekaligus memberi manfaat kesehatan

Puasa melatih seseorang untuk lebih sabar, menghindari maksiat, serta menjaga perilaku sehari-hari. Al-Qur’an juga mengingatkan pentingnya menjauhi perbuatan mungkar sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Ma’idah ayat 78-79.
Selain itu, penelitian kesehatan menunjukkan bahwa puasa dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes hingga sekitar 58 persen karena pola makan menjadi lebih teratur.
Dari sejarah hingga dalil keagamaan, jelas bahwa kenapa muslim harus berpuasa tidak hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah semata. Puasa adalah latihan spiritual, pengendalian diri, sekaligus proses membentuk manusia yang lebih sadar, sabar, dan bertakwa. Itulah sebabnya Ramadhan selalu menjadi momen refleksi terbesar bagi umat Islam setiap tahunnya.
FAQ Seputar Alasan Muslim Harus Berpuasa
| Mengapa umat Muslim diwajibkan berpuasa? | Puasa diwajibkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus sarana melatih ketakwaan, pengendalian diri, dan kepedulian sosial terhadap sesama. |
| Apa tujuan utama puasa dalam Islam? | Tujuan utama puasa adalah mencapai derajat takwa, yaitu kemampuan menjaga diri dari hal yang dilarang serta meningkatkan kesadaran spiritual. |
| Apakah puasa hanya menahan lapar dan haus? | Tidak. Puasa juga mencakup menjaga perilaku, ucapan, emosi, dan pikiran agar tetap baik selama menjalankan ibadah. |
| Siapa saja yang wajib menjalankan puasa Ramadan? | Puasa wajib bagi Muslim yang sudah baligh, berakal sehat, dan mampu menjalankannya secara fisik, serta tidak memiliki uzur syar’i. |


















