Ketika The Lantis Disidang di Pengadilan Musik

Unit musik retro pop, The Lantis harus menjalani sidang di program “DCDC Pengadilan Musik.” Mereka dicecar dan dimintai keterangan perihal perjalanan bermusik yang membuat para jaksa penasaran.
Hal itu dilakukan usai karya anyar mereka mendapat sambutan antusia di media sosial dan platform musik dari para penggemarnya, Lantis Family.
Di Pengadilan Musik Edisi Ke-63 pada 25 April 2025, The Lantis juga dicecear pertanyaan soal karya baru berjudul Ambang Rindu.
The Lantis disidang di DCDC Pengadilan Musik oleh kedua jaksa penuntut umum, yaitu Pidi Baiq dan Budi Dalton. Untuk menjawab belasan pertanyaan, mereka sebagai terdakwa didampingi dua pengacara kompeten di bidang musik, yakni Yoga PHB dan Rully Cikapundung.
Sementara itu, seluruh keputusan di ruang sidang dipimpin hakim ketua Man Jasad. Sedangkan jalannya proses persidangan tetap menjadi kendali Eddi Brokoli selaku panitera.
1. Lagu berjudul Lampu Merah diambil dari pengalaman pribadi personel

Nama The Lantis meroket usai tembang berjudul Lampu Merah viral di TikTok pada tahun 2023. Lagu itu acap menjadi backsound video yang diunggah netizen.
Ternyata lagu ini ditulis dari pengalaman pribadi Giri Virandi yang yang merasa insecure dan stuck, karena tugas skripsi tak kunjung usai.
“The Lantis awalnya terbentuk karena gue sama Ravi sepupuan, sama-sama suka musik dan bikin lagu. Lampu Merah jadi lagu pertama kita tapi baru upload di Soundcloud awalnya. Nah di tahun 2023 kita coba promoin di TikTok ngikutin tren saat itu, dan ternyata viral,” kata Giri.
Bukan cuma Lampu Merah - lagu dalam debut album bertajuk Pilot (2021), The Lantis juga sukses mencuri hati pendengar lewat hit Bunga Maaf (2024) yang sampai saat ini sudah diputar sebanyak lebih dari 120 juta kali di Spotify.
Di tahun 2024, mereka juga menelurkan album kedua Pancarona yang menjadi wadah mereka untuk eksplorasi beragam warna musik. Terbaru, mereka merilis single berjudul Ambang Rindu.
2. Ambang Rindu menceritakan tentang sosok spesial

Giri melanjutkan, Ambang Rindu menceritakan tentang seseorang yang memiliki satu sosok yang tidak bisa dilupakan dalam hidup. Kembali berdasarkan pengalaman pribadi, kisah itu menceritakan dirinya dengan mantan kekasih semasa remaja yang kini menjadi tunangannya.
“Lirik single ini kita bikin bareng-bareng. Cuma kebetulan memang gue ngalamin langsung tentang mantan di SMP yang cuma pacaran enam bulan tapi terkenang banget karena dia baik, cantik, pintar. Walaupun gue setelah putus udah jalanin hubungan sama perempuan lain, tapi sosok ini gak bisa dilupain dan dia yang terbaik. Akhirnya gue coba deketin lagi dan sekarang udah tunangan,” ujar Giri.
Usai menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan Pidi Baiq dan Budi Dalton, The Lantis dinyatakan bebas dari jerat dakwaan. Pasca sidang, mereka juga menyajikan secara live performance single Ambang Rindu dan Bunga Maaf yang sukses membius Coklat Friends yang hadir.
“Dari awal dibentuk hingga kini lagunya sering diputar di mana-mana. Banyak rintangan yang dilalui namun hal itu tidak membuat The Lantis goyah, bahkan mereka terus melanjutkan karier bermusiknya hingga saat ini. Dengan viralnya lagu-lagu yang mereka ciptakan sudah cukup membuktikan The Lantis merupakan pria jenius yang dapat menciptakan musik mudah didengar. Dan lagu Ambang Rindu kami akui sangat patut untuk didengarkan,” ujar Eddi Brokoli membaca konklusi sidang.
3. The Lantis dinilai adalah musisi muda yang kreatif

Perwakilan DCDC, Agus Danny Hartono mengatakan band beranggotakan Giri Virandi (vokal dan bass), Ravi Rinaldy (gitar dan vokal), Rifki Dzaky Fauzan (gitar) memiliki karakter kuat dalam industri musik melalui warna retro pop khas. Di samping itu pula, The Lantis punya sederet materi lagu yang memiliki makna mendalam dan relate dengan pendengar.
“Edisi 63 ini kami ‘mengadili’ The Lantis karena mereka adalah musisi muda yang kreatif dan punya warnanya tersendiri. Di tengah arus pop alternative maupun banyaknya solois yang mendominasi, band asal Jakarta ini punya tempat tersendiri di hati penikmat musik tanah air,” ujar Danny.





















