5 Kondisi yang Harus Dihindari Saat Sedang Berbelanja

Pergi belanja saat lapar meningkatkan nafsu beli
Buat daftar belanja sebelum pergi ke pusat perbelanjaan
Mengikuti media sosial online shop memicu pembelian impulsif
Belanja merupakan kesenangan hampir bagi setiap orang. Membeli barang yang dibutuhkan, juga mendapatkan koleksi kesukaan, menambah rasa bahagia yang tak dapat diungkapkan dengan kata. Namun, banyak sekali orang yang hanya merasakan bahagia sesaat. Setelah ia berbelanja barulah tersadar bahwa banyak sekali barang yang tak harus dibeli malah terbeli. Akibatnya, kondisi keuangan pun berakhir menipis dan akhirnya menangis.
Hal ini dinamakan belanja impulsif, melakukan proses belanja tanpa ada kesiapan terlebih dahulu. Belanja sesuai dengan kehendak hati tanpa memikirkan dampak selanjutnya. Agar tidak terjadi hal seperti keblabasan saat belanja, mulailah untuk menghindari perlakuan berikut.
Table of Content
1. Pergi belanja saat keadaan lapar

Tubuh manusia memiliki alarm tertentu saat ia merasa lapar dan haus. Normalnya, saat keadaan lapar tubuh memiliki keinginan yang tinggi akan sesuatu. Bahasa sederhananya nafsu akan meningkat ketika lapar. Apa saja yang tampak seperti lebih menggoda dan ingin langsung dibeli. Contohnya saat bulan puasa, menjelang berbuka banyak sekali takjil yang terbeli karena lapar menahan puasa. Kenyataannya sangat banyak makanan yang tak mampu dihabiskan karena terlalu berlebihan dalam berbelanja.
Jika memang ingin keluar untuk belanja bulanan dan belum sempat makan di rumah. Pastikan hal pertama yang dilakukan adalah berjalan menuju restoran, baru selanjutnya mulai berbelanja untuk menghindari membeli yang tidak dibutuhkan. Jangan sampai belanja terlebih dahulu dan baru sadar ternyata sudah melebihi budget belanja.
2. Tidak tahu apa yang akan dibeli, namun mengunjungi pusat perbelanjaan

Pusat perbelanjaan memang didesain dengan aturan tertentu sehingga calon pembeli tertarik untuk berkunjung bahkan hingga membeli. Sangat tidak tepat jika kita pergi ke sana dalam keadaan tidak memiliki hal yang dibutuhkan. Melakukan hal ini sama saja dengan memberikan peluang agar membeli banyak hal.
Sediakan catatan kecil mengenai yang akan dibeli jika pergi berbelanja. Baik itu dalam note smartphone atau kertas kecil yang mudah dibawa. Hal ini berguna untuk memberi batasan apa saja yang akan kita beli. Kadangkala, mungkin masih ada penambahan dari list yang dicatat, namun setidaknya hal ini mengurangi jumlah barang yang dibeli.
3. Mengikuti media sosial banyak online shop

Bagi yang suka berbelanja online, hal yang paling berbahaya adalah mengikuti media sosial dari online shop. Kita mungkin berpikir, jika mengikuti semua akun mereka memudahkan untuk berbelanja pada saat diskon spesial. Namun kenyataannya, melihat tiap unggahan mereka malah menjadikan kita semakin ingin membeli barang lain yang mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan kita.
Saat mengikuti salah satu brand produk grooming misalnya, yang diincar untuk dibeli adalah deodoran, ternyata mereka mengeluarkan produk baru berupa parfum yang ternyata banyak digunakan oleh para influencer. Alhasil, kita juga ingin membelinya. Padahal, milik kita yang lama masih banyak atau bahkan hanya sesekali tersentuh. Rasa penasaran yang menggebu membuat kita melakukan check out barang yang belum tentu merupakan kebutuhan.
4. Merasa tanggung atau malu jika hanya membeli satu barang

Kejadian ini bisa terjadi baik itu belanja online maupun belanja langsung. Saat berada di sebuah toko, sering kali perasaan tidak enak muncul jika hanya membeli satu barang. Harga diri berasa dipertaruhkan, takut karyawan toko menganggap kita rendah. Padahal, tak ada yang salah dengan hanya membeli satu barang saja jika memang hanya itu kebutuhan kita.
Saat belanja online, membeli satu barang rasanya belum puas. Pemikiran semacam ini seharusnya bisa diminimalisir. Membeli barang lain di toko yang sebenarnya tidak butuh, hanya membuang uang saja. Saat membeli barang berasa akan berguna, tak lama sesudahnya bahkan tak pernah ingat lagi dengan barang tersebut.
Bagaimana jika dibatasi karena gratis ongkir dengan minimum pembelanjaan? Hal ini bisa disiasati dengan melakukan pembelian pada hari tertentu yang biasanya tanpa ada minimum belanja. Bisa juga dengan mencari teman yang mungkin ingin membeli barang yang sama agar mencukupi minimum belanja.
5. Menghabiskan waktu yang lama di pusat perbelanjaan dan online shop

Saat memutuskan untuk memanjakan mata menuju pusat perbelanjaan, pastikan memiliki batasan waktu. Berkeliling dari lantai dasar hingga lantai tertinggi memang seolah menyenangkan. Namun, risikonya adalah banyak hal yang akan dilalui, banyak hal juga yang rasanya ingin dimiliki.
Menghabiskan waktu dengan melakukan scroll pada marketplace tertentu juga dapat menyebabkan khilaf yang tak diinginkan. Tanpa sadar, muncul barang menarik sesuai selera yang menimbulkan rasa penasaran untuk mengetahui lebih lanjut hingga berakhir masuk keranjang belanja.
Sebisa mungkin untuk menghindari lima poin tersebut, ya. Di tengah keadaan ekonomi sekarang, ada baiknya kita mulai sadar akan pentingnya mengelola keuangan dengan baik. Suatu saat jika terjadi hal secara mendadak, kita masih memiliki simpanan. Yuk, mulai belanja secara sadar agar tidak keblabasan dan mulai menabung untuk simpanan di masa depan.
FAQ seputar Kondisi yang Harus Dihindari Saat Sedang Berbelanja
| Kondisi apa saja yang sebaiknya dihindari saat berbelanja? | Hindari berbelanja dalam kondisi lapar, karena saat perut kosong kamu cenderung membeli lebih banyak barang yang tidak direncanakan. |
| Apakah penting menghindari belanja saat emosi? | Ya. Belanja saat emosi seperti marah atau sedih bisa membuat kamu membuat keputusan impulsif dan mengeluarkan uang lebih banyak dari anggaran. |
| Perlukah menghindari berbelanja dengan anak kecil? | Iya. Berbelanja bersama anak kecil bisa membuat kamu lebih mudah tergoda membeli barang yang tidak perlu karena mereka minta dibelikan. |
| Apakah belanja di tempat ramai perlu dihindari? | Benar. Belanja di tempat yang sangat ramai bisa membuat kamu stres, tergesa-gesa, dan kurang fokus memilih barang sesuai kebutuhan. |
| Kenapa sebaiknya tidak berbelanja tanpa daftar belanja? | Tanpa daftar belanja, kamu berisiko lupa prioritas dan membeli barang impulsif, sehingga anggaran lebih cepat habis dan pengeluaran jadi tidak efisien. |


















