The Changcuters di DCDC Pengadilan Musik (Dok. DCDC)
Digelar dan ditayangkan dari Yess Café, Bandung, pada Rabu (29/7), The Changcuters menjalani persidangan di hadapan dua jaksa penuntut umum yang tak lain adalah seniman kawakan, Pidi Baiq dan Budi Dalton. Sementara itu, The Changcuters didampingi tim pembela yang diperkuat oleh Yash Budaya, vokalis Alone At Last, serta komika Kamaludin Arisatu alias Kamal Ocon. Jalannya persidangan dipimpin oleh komedian senior Denny Chandra sebagai hakim ketua. Sedangkan, Yoga PHB bertugas sebagai panitera. Ratusan penggemar yang tergabung dalam Coklat Friends turut menyaksikan langsung serunya persidangan.
Agus Danny Hartono selaku Perwakilan DCDC mengatakan, konsistensi bermusik jadi salah satu alasan utama DCDC menghadirkan The Changcuters di Pengadilan Musik edisi ini. Menurut Danny, band pelantun "Hijrah ke London" tersebut berhasil mempertahankan karakter yang mereka bangun sejak awal kemunculan, mulai dari warna musik garage rock, identitas visual melalui kostum panggung yang seragam, hingga aksi panggung yang energik. Dalam perjalanan karier lebih dari dua dekade, The Changcuters dinilai terus menghadirkan pencapaian baru yang memperkaya cerita perjalanan mereka sebagai sebuah band.
“The Changcuters adalah contoh bahwa sebuah band bisa terus berkembang tanpa harus meninggalkan jati dirinya. Itu yang membuat perjalanan mereka menarik untuk dikaji di Pengadilan Musik. Tahun ini mereka juga menorehkan pencapaian penting dengan membawa karya mereka tampil di tiga kota di Inggris, sekaligus merilis album WOW MA. Dua momentum tersebut menunjukkan bahwa perjalanan The Changcuters masih terus berjalan dan selalu punya cerita baru untuk dibagikan kepada penikmat musik," terang Danny.