Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penyebab Kebotakan Para Pria di Usia Muda yang Perlu Diwaspadai

5 Penyebab Kebotakan Para Pria di Usia Muda yang Perlu Diwaspadai
ilustrasi pria botak. (magnific.com/stockking)
Intinya Sih
  • Kebotakan pada pria muda tidak hanya disebabkan faktor genetik, tetapi juga dipengaruhi gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat.
  • Hormon DHT berperan besar dalam penyusutan folikel rambut, sementara stres berlebihan dapat mempercepat kerontokan akibat gangguan siklus pertumbuhan rambut.
  • Pola makan buruk serta kebiasaan merokok menghambat aliran darah ke kulit kepala, sehingga mempercepat penipisan rambut dan risiko kebotakan dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kebotakan sering dianggap masalah yang muncul di usia tua. Padahal, tidak sedikit pria sudah mengalami penipisan rambut bahkan sejak usia muda. Kondisi ini bisa memengaruhi rasa percaya diri jika ditangani dengan baik.

Menariknya, penyebab kebotakan tidak hanya faktor genetik, melainkan juga dipengaruhi gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari. Berikut adalah lima penyebab kebotakan di usia muda yang perlu kamu waspadai.

Table of Content

1. Faktor genetik atau keturunan

1. Faktor genetik atau keturunan

penyebab kebotakan pria
ilustrasi pria botak. (magnific.com/freepik)

Salah satu penyebab paling umum kebotakan pada pria adalah faktor genetik atau keturunan. Kondisi ini disebut androgenetic alopecia, yakni kerontokan rambut yang dipengaruhi hormon dan diwariskan dalam keluarga.

Jika ayah atau anggota keluarga mengalami kebotakan di usia muda, kemungkinan besar kamu juga berisiko mengalami hal serupa. Meski faktor ini tidak bisa dicegah sepenuhnya, kamu bisa memperlambat terjadinya kebotakan dengan perawatan rambut sejak dini dan segera konsultasi ke dokter jika ada indikasi penipisan rambut.

2. Perubahan hormon DHT

rambut pria
ilustrasi pria memegang rambut. (magnific.com/freepik)

Hormon dihydrotestosterone (DHT) punya andil besar dalam kebotakan pria. Hormon ini menyebabkan folikel rambut menyusut, sehingga rambut tumbuh lebih tipis dan akhirnya berhenti tumbuh.

Dalam banyak kasus, peningkatan sensitivitas terhadap DHT membuat rambut rontok lebih cepat. Perubahan hormon ini dipicu oleh banyak faktor, mulai dari peningkatan hormon testoteron, kondisi kesehatan, genetik, dan aktivitas Enzim 5-alpha Reductase.

Salah satu upaya untuk mengontrol hormon ini agar relatif stabil adalah menjaga pola hidup sehat dan melakukan konsultasi medis jika kerontokan sudah mulai berlebihan.

3. Stres berlebihan

ilustrasi pria sedang stres (pexels.com/Nathan Cowley)
ilustrasi pria sedang stres (pexels.com/Nathan Cowley)

Stres belebihan bisa memicu kerontokan rambut yang cukup parah, bahkan dalam waktu yang cukup singkat. Hal ini terjadi karena siklus pertumbuhan rambut terganggu akibat tekanan fisik atau emosional.

Jika kondisi ini berlangsung lama, maka rambut akan semakin menipis. Cobalah kelola stres dengan olahraga, tidur yang cukup, dan melakukan aktivitas lain yang membuat pikiranmu lebih rileks.

4. Pola makan yang tidak sehat

ilustrasi pria sedang makan (unsplash.com/Sander Dalhuisen)
ilustrasi pria sedang makan (unsplash.com/Sander Dalhuisen)

Asupan nutrisi yang kurang bisa memengaruhi kesehatan rambut. Minimnya asupan protein, zat besi, dan vitamin (E, D, A dan C).

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mempercepat kebotakan. Mumpung masih muda, cobalah perbanyak konsumsi makanan bergizi seperti telur, ikan, sayuran hijau dan buah-buahan agar menunjang kesehatan rambutmu.

5. Kebiasaan merokok dan gaya hidup buruk

ilustrasi merokok (freepik.com/freepik)
ilustrasi merokok (freepik.com/freepik)

Merokok dan gaya hidup tidak sehat bisa mempercepat kerusakan sel dalam tubuh termasuk folikel rambut. Aliran darah ke kulit kepala menjadi terganggu sehingga berdampak pada pertumbuhan rambut yang tidak optimal.

Walhasil, wambut menjadi cepat rontok dan tipis. Agar kebotakan tidak cepat terjadi kurangilah kebiasaan merokok dan terapkan gaya hidup sehat dengan olahraga rutin, makan makanan bergizi, dan tidur cukup.

Kebotakan usia muda bisa terjadi, tapi bukan berarti tidak bisa diantisipasi. Dengan memehami penyebabnya, kamu bisa melakukan langkah pencegahan sejak dini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Related Articles