- Physical sunscreen berada di permukaan kulit dan bertindak sebagai perisai. Sementara chemical sunscreen bisa meresap ke dalam kulit dan bertindak seperti spons.
- Tekstur physical sunscreen cenderung seperti padat atau kental, sulit dioleskan, dan meninggalkan lapisan putih atau whitecast. Karena bisa menyerap, chemical sunscreen lebih mudah diaplikasikan tanpa terasa lengket atau berminyak dan tidak meninggalkan whitecast.
- Saat diaplikasikan physical sunscreen biasanya buram (tidak tembus pandang) dan langsung bekerja setelah digunakan. Sementara chemical sunscreen biasanya transparan (tembus pandang) saat diaplikasikan dan membutuhkan waktu untuk diserap ke dalam kulit sebelum efektif.
- Physical sunscreen mengandung bahan aktif, seperti zinc oxide dan titanium dioxide. Filter kimia dalam chemical sunscreen, meliputi oxybenzone, avobenzone, octisalate, octocrylene, homosalate, dan octinoxate.
- Dalam segi efektivitas, physical sunscreen cocok untuk aktivitas sehari-hari, terutama untuk kulit sensitif. Sedangkan chemical sunscreen bertahan lebih lama.
Perbedaan Chemical dan Physical Sunscreen, Jangan Salah Pilih!

- Chemical sunscreen bekerja dengan menyerap sinar UV, sedangkan physical sunscreen memantulkan radiasi dari permukaan kulit menggunakan bahan seperti zinc oxide dan titanium dioxide.
- Physical sunscreen cocok untuk kulit sensitif dan langsung aktif setelah dioleskan, sementara chemical sunscreen lebih ringan, mudah meresap, dan tidak meninggalkan whitecast.
- Pemilihan sunscreen sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit serta aktivitas; pastikan produk memiliki SPF minimal 30 dan label broad spectrum untuk perlindungan maksimal.
Menggunakan tabir surya adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit. Paparan sinar matahari bisa menyebabkan sunburn, penuaan dini, hingga kanker kulit. Namun, sering kali orang bingung saat dihadapkan dengan berbagai jenis sunscreen.
Dua jenis utama yang paling sering dibahas adalah chemical dan physical sunscreen. Keduanya memiliki mekanisme kerja yang berbeda dalam menghalau sinar UV. Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan chemical dan physical sunscreen di bawah ini!
Table of Content
1. Apa itu chemical dan physical sunscreen?

Sebelum membahas perbedaan, kamu harus tahu dulu apa itu chemical dan physical sunscreen. Physical sunscreen dikenal juga dengan mineral sunscreen. Sunscreen jenis ini bekerja dengan menciptakan penghalang untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
Selain itu, physical sunscreen juga memberikan perlindungan pada spektrum luas dengan memantulkan radiasi UV dari kulit. Sementara chemical sunscreen memberikan perlindungan dengan menyerap sinar matahari dan mencegahnya mencapai kulit. Jenis sunscreen ini membutuhkan waktu untuk dapat bekerja.
2. Perbedaan chemical dan physical sunscreen

Perbedaan utama antara chemical dan physical sunscreen terletak pada cara memblokir sinar matahari. Keduanya juga memiliki perbedaan dalam hal kandungan berikut perbedaan chemical dan physical sunscreen:
3. Kelebihan dan kekurangan chemical dan physical sunscreen

Kelebihan chemical sunscreen:
- Mudah diaplikasikan pada kulit
- Tidak meninggalkan whitecast
- Memiliki ketahanan lebih baik terhadap udara dan air
Kekurangan chemical sunscreen:
- Dapat menyebabkan reaksi alergi atau iritasi
- Membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sepenuhnya terserap dan aktif
- Ada beberapa kekhawatiran terkait bahan kimia pada chemical sunscreen yang masuk ke tubuh.
Kelebihan physical sunscreen:
- Lebih cocok untuk orang dengan kulit sensitif
- Baik untuk kulit berjerawat karena tidak menyumbat pori-pori
- Bisa langsung bekerja setelah dioleskan
Kekurangan physical sunscreen:
- Terasa lebih berat dan lengket
- Meninggalkan whitecast
4. Cara memilih tabir surya yang cocok

Memilih tabir surya yang tepat dimulai dengan mengetahui jenis kulit. Kalau kamu memiliki jenis kulit berminyak atau sering menggunakan makeup berat, chemical sunscreen mungkin lebih cocok karena sifatnya yang mudah membaur dan tidak menyumbat pori-pori.
Sebaliknya, buat kamu yang memiliki kulit sensitif, physical sunscreen adalah pilihan yang jauh lebih aman untuk menghindari risiko peradangan akibat bahan kimia. Untuk kegiatan luar ruangan yang intens, maka cari produk yang memiliki label water-resistant dan spektrum luas (melindungi dari UVA dan UVB)..
Jangan lupa untuk memilih sunscreen dengan SPF minimal 30. Agar lebih aman, kamu bisa melakukan patch test kecil di area rahang sebelum mengaplikasikan sunscreen ke seluruh wajah untuk memastikan tidak ada reaksi alergi.
Baik physical maupun chemical sunscreen, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Apapun pilihanmu, jangan lupa untuk selalu menggunakan sunscreen untuk menjaga kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.