Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Kenapa Sepatu Kulit Formal Gak Cocok Dipakai saat Hujan

5 Alasan Kenapa Sepatu Kulit Formal Gak Cocok Dipakai saat Hujan
ilustrasi sepatu derby (unsplash.com/Lukas Kaufmann)
Intinya Sih
  • Sepatu kulit formal rentan rusak saat terkena air karena pori-porinya menyerap kelembapan, membuat tekstur berubah dan tampilan jadi kusam.
  • Air hujan dapat meninggalkan noda sulit hilang serta membuat sol sepatu licin, sehingga mengurangi keamanan dan kenyamanan pemakai.
  • Kelembapan akibat hujan memicu bau tidak sedap dan perawatan ekstra, menjadikan sepatu kulit kurang praktis dipakai di cuaca basah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sepatu kulit formal selalu identik dengan tampilan rapi, elegan, dan berkelas. Banyak pria mengandalkan jenis sepatu ini untuk menunjang penampilan dalam berbagai kesempatan penting. Namun, kondisi cuaca seperti hujan sering kali menjadi tantangan yang membuat sepatu ini gak lagi menjadi pilihan yang tepat.

Di balik tampilannya yang mewah, sepatu kulit ternyata memiliki karakter material yang cukup sensitif terhadap air. Ketika terkena hujan, kualitas dan kenyamanan sepatu bisa menurun secara signifikan. Yuk pahami berbagai alasan kenapa sepatu kulit formal sebaiknya dihindari saat hujan agar tetap tampil maksimal tanpa risiko!

Table of Content

1. Material kulit mudah rusak terkena air

1. Material kulit mudah rusak terkena air

ilustrasi sepatu slip on pria (unsplash.com/Vitor Monthay)
ilustrasi sepatu slip on pria (unsplash.com/Vitor Monthay)

Kulit asli memiliki pori-pori yang membuatnya rentan menyerap air. Saat terkena hujan, air dapat masuk ke dalam lapisan kulit dan menyebabkan perubahan tekstur. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat sepatu terlihat kusam dan kehilangan daya tariknya.

Selain itu, paparan air yang berulang dapat memicu keretakan pada permukaan kulit. Hal ini tentu mengurangi nilai estetika dan umur pakai sepatu. Sepatu yang awalnya terlihat elegan bisa berubah menjadi tampak usang jika sering terkena hujan.

2. Risiko munculnya noda air yang sulit hilang

ilustrasi sepatu slip-on
ilustrasi sepatu slip-on (unsplash.com/Anita Austvika)

Air hujan sering meninggalkan bekas noda yang sulit dihilangkan pada permukaan kulit. Noda ini biasanya terlihat seperti bercak tidak merata yang merusak tampilan sepatu secara keseluruhan. Bahkan setelah dikeringkan, bekas tersebut tetap membekas dan sulit kembali seperti semula.

Membersihkan noda air pada sepatu kulit juga memerlukan perawatan khusus. Jika penanganannya kurang tepat, justru bisa memperparah kondisi sepatu. Oleh karena itu, menghindari hujan menjadi langkah paling aman untuk menjaga penampilan sepatu tetap optimal.

3. Sol sepatu menjadi licin dan kurang aman

ilustrasi pria dengan celana chino dan sepatu loafers (pexels.com/Maksim Goncharenok)
ilustrasi pria dengan celana chino dan sepatu loafers (pexels.com/Maksim Goncharenok)

Sepatu formal umumnya memiliki sol yang dirancang untuk permukaan kering. Ketika digunakan di jalan yang basah atau licin, daya cengkeramnya menjadi berkurang. Hal ini meningkatkan risiko tergelincir, terutama saat berjalan di area yang penuh genangan.

Kondisi ini tentu dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan selama beraktivitas. Sepatu yang seharusnya menunjang penampilan justru menjadi sumber ketidaknyamanan. Menggunakan sepatu yang sesuai dengan kondisi cuaca adalah pilihan yang lebih bijak.

4. Bau tidak sedap lebih mudah muncul

ilustrasi rak sepatu
ilustrasi rak sepatu (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Ketika sepatu kulit terkena air dan gak dikeringkan dengan baik, kelembapan akan terperangkap di dalamnya. Kondisi lembap ini menjadi lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Akibatnya, bau tidak sedap pun mulai muncul dan mengganggu.

Selain itu, bagian dalam sepatu yang basah juga terasa kurang nyaman saat digunakan. Kaki menjadi lembap dan berisiko mengalami iritasi. Menjaga sepatu tetap kering adalah kunci untuk mempertahankan kenyamanan dan kebersihan.

5. Perawatan menjadi lebih rumit dan memakan waktu

ilustrasi membersihkan sepatu (unsplash.com/Amr Taha™)
ilustrasi membersihkan sepatu (unsplash.com/Amr Taha™)

Sepatu kulit membutuhkan perawatan khusus agar tetap awet dan terlihat menarik. Ketika terkena hujan, proses perawatan menjadi lebih kompleks karena perlu pengeringan dan perawatan tambahan. Hal ini tentu memerlukan waktu dan perhatian ekstra.

Selain itu, penggunaan produk perawatan seperti leather conditioner dan polish menjadi lebih sering diperlukan. Jika tidak dirawat dengan baik, kualitas sepatu bisa menurun dengan cepat. Menghindari penggunaan saat hujan adalah langkah praktis untuk mengurangi beban perawatan.

Memilih sepatu yang tepat sesuai kondisi cuaca adalah bagian dari gaya hidup yang cerdas. Sepatu kulit formal memang unggul dalam hal estetika, tetapi kurang cocok untuk kondisi basah seperti hujan. Dengan memahami risikonya, penampilan tetap bisa terjaga tanpa mengorbankan kenyamanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us