Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Tips Memilih Bahan Baju Koko yang Tidak Cepat Bau Keringat

7 Tips Memilih Bahan Baju Koko yang Tidak Cepat Bau Keringat
ilustrasi baju koko (freepik.com/Freepik)
Intinya Sih
5W1H
  • Menjelang Ramadan, kebutuhan baju koko yang nyaman meningkat karena aktivitas ibadah di masjid padat dan panas, sehingga pemilihan bahan berpengaruh besar pada kenyamanan serta kebersihan tubuh.
  • Bahan berbasis serat alami seperti katun, linen, atau katun Madinah disarankan karena mampu menyerap keringat, menjaga sirkulasi udara, dan mencegah bau tidak sedap selama beribadah.
  • Hindari polyester tinggi dan pilih kain quick dry dengan ketebalan serta warna cerah agar tubuh tetap sejuk, kering, dan percaya diri saat menjalani rangkaian ibadah Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memasuki bulan Ramadan, kebutuhan akan baju koko yang nyaman dipakai saat salat Tarawih meningkat, terutama karena aktivitas ibadah dilakukan pada malam hari dengan kondisi masjid yang sering kali padat. Di tengah cuaca yang cenderung panas dan saf yang berdesakan, pemilihan bahan koko menjadi faktor penting yang menentukan apakah tubuh tetap terasa segar atau justru mudah berkeringat. Keringat yang terperangkap di dalam serat kain bisa memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau tidak sedap sehingga rasa percaya diri pun menurun.

Situasi ini tentu kurang nyaman, apalagi saat kamu harus berdiri dan bergerak dalam waktu yang cukup lama selama rangkaian ibadah berlangsung. Karena itu, memilih bahan yang tepat bukan hanya soal tampilan, melainkan juga menyangkut kenyamanan dan kebersihan diri. Supaya tidak salah pilih, simak tujuh tips memilih bahan koko yang tidak cepat bau keringat berikut ini sampai tuntas, ya!

Table of Content

1. Pilih bahan dengan serat alami yang mudah menyerap keringat

1. Pilih bahan dengan serat alami yang mudah menyerap keringat

ilustrasi berpakaian baju koko (freepik.com/Freepik)
ilustrasi berpakaian baju koko (freepik.com/Freepik)

Salah satu tips memilih bahan koko yang tidak cepat bau keringat adalah memprioritaskan bahan dengan serat alami seperti katun 100 persen, cotton combed, atau cotton poplin yang sudah dikenal memiliki daya serap keringat sangat baik. Serat alami ini memungkinkan udara bersirkulasi dengan lebih lancar di antara kulit dan kain sehingga panas tubuh tidak terjebak di satu titik saja. Dengan sirkulasi yang baik, kulit tetap bisa “bernapas” dan rasa gerah pun dapat diminimalkan meskipun kamu berada di ruangan yang penuh.

Ketika keringat dapat terserap dan menguap lebih cepat, bakteri penyebab bau tidak memiliki lingkungan lembap untuk berkembang biak secara optimal. Hal ini sangat penting terutama saat kamu harus beribadah dalam durasi yang cukup lama dan tidak memungkinkan untuk berganti pakaian. Dengan memilih bahan berbasis serat alami sejak awal, kamu bisa menjaga kesegaran tubuh sekaligus tetap tampil rapi tanpa merasa tidak nyaman.

2. Gunakan linen yang berpori besar agar sirkulasi lancar

ilustrasi baju koko (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi baju koko (pexels.com/RDNE Stock project)

Linen dikenal sebagai salah satu bahan terbaik untuk menghadapi cuaca panas karena memiliki struktur serat yang berpori besar dan tidak terlalu rapat. Teksturnya yang sedikit kaku justru menciptakan ruang alami antara kain dan kulit, sehingga keringat tidak langsung menempel dan membuat badan terasa lengket. Ruang inilah yang membantu mempercepat proses penguapan keringat dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Selain unggul dalam hal sirkulasi udara, linen juga memiliki karakter ringan dan tidak mudah terasa berat meskipun menyerap sedikit kelembapan. Bagi kamu yang mungkin beraktivitas seharian sebelum melaksanakan salat Tarawih, bahan ini bisa membantu menjaga kenyamanan hingga malam hari. Dengan memilih linen yang berkualitas, kamu tidak hanya mendapatkan tampilan yang elegan, tetapi juga perlindungan ekstra dari risiko bau keringat.

3. Pertimbangkan katun Madinah atau Toyobo yang terasa dingin

ilustrasi baju koko (freepik.com/Freepik)
ilustrasi baju koko (freepik.com/Freepik)

Katun Madinah dan Toyobo menjadi pilihan populer karena keduanya menawarkan sensasi dingin saat bersentuhan dengan kulit, yang sangat dibutuhkan dalam kondisi cuaca panas. Katun Toyobo memiliki serat yang relatif rapat, tetapi tetap lembut dan ringan sehingga nyaman dipakai dalam waktu lama tanpa menimbulkan rasa pengap. Sementara itu, katun Madinah dikenal memiliki efek cool touch yang memberikan sensasi adem bahkan ketika tubuh mulai berkeringat.

Karakteristik kedua bahan ini membuatnya cocok untuk kamu yang menginginkan kombinasi antara tampilan rapi dan kenyamanan maksimal. Selain itu, bahan ini juga tidak mudah menimbulkan rasa lengket di kulit sehingga pergerakan tetap leluasa saat rukuk dan sujud. Dengan memilih katun Madinah atau Toyobo, kamu bisa meminimalkan risiko bau tidak sedap sekaligus tetap percaya diri sepanjang ibadah.

4. Hindari bahan dengan kandungan polyester tinggi

ilustrasi baju koko (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi baju koko (pexels.com/Thirdman)

Bahan dengan kandungan polyester tinggi memang sering dipilih karena lebih tahan kusut dan cenderung lebih awet dalam jangka panjang. Namun, polyester termasuk bahan sintetis yang kurang mampu menyerap keringat dengan baik sehingga kelembapan mudah terperangkap di dalam kain. Kondisi lembap inilah yang menjadi tempat favorit bagi bakteri penyebab bau badan untuk berkembang dengan cepat.

Jika kamu tetap tertarik pada bahan campuran karena alasan harga atau daya tahan, pastikan komposisi polyesternya tidak terlalu dominan dibandingkan serat alami. Membaca label komposisi kain sebelum membeli adalah langkah sederhana yang sering diabaikan, padahal sangat penting untuk kenyamanan jangka panjang. Dengan lebih teliti dalam memilih, kamu bisa menghindari rasa gerah berlebih yang berpotensi memicu bau keringat.

5. Cari bahan berteknologi quick dry atau moisture-wicking

ilustrasi baju koko (pexels.com/Michael Burrows)
ilustrasi baju koko (pexels.com/Michael Burrows)

Perkembangan industri fesyen pria menghadirkan inovasi berupa bahan berteknologi quick dry atau moisture-wicking yang dirancang khusus untuk mengatasi kelembapan berlebih. Teknologi ini bekerja dengan cara menarik keringat dari permukaan kulit menuju bagian luar kain sehingga proses penguapan berlangsung lebih cepat. Dengan begitu, permukaan kulit tetap terasa relatif kering meskipun tubuh sedang aktif bergerak.

Keunggulan lain dari bahan ini adalah kemampuannya menjaga kenyamanan dalam durasi pemakaian yang panjang, terutama saat kamu memiliki jadwal padat sebelum atau sesudah ibadah. Walaupun harganya mungkin sedikit lebih tinggi dibanding bahan biasa, investasi pada kenyamanan seperti ini bisa memberikan manfaat yang terasa langsung. Tubuh yang lebih kering berarti risiko bau tidak sedap pun dapat ditekan secara signifikan.

6. Perhatikan ketebalan kain agar tidak memicu panas berlebih

ilustrasi baju koko (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi baju koko (pexels.com/Thirdman)

Tidak sedikit orang mengira bahwa kain yang tebal selalu identik dengan kualitas premium dan tampilan yang lebih mewah. Padahal, dalam kondisi cuaca panas atau ruangan dengan ventilasi terbatas, kain yang terlalu tebal justru bisa meningkatkan suhu tubuh secara drastis. Ketika suhu tubuh meningkat, produksi keringat pun akan bertambah dan berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.

Sebaiknya kamu memilih kain dengan gramasi sedang yang terasa ringan tetapi tetap cukup kuat untuk mempertahankan bentuknya. Kain dengan ketebalan yang pas akan membantu menyerap keringat tanpa membuat tubuh terasa terbebani atau cepat lelah. Dengan memperhatikan detail ini, kamu bisa mendapatkan keseimbangan antara estetika dan kenyamanan saat beribadah.

7. Pilih warna cerah yang membantu memantulkan panas

ilustrasi baju koko (freepik.com/Freepik)
ilustrasi baju koko (freepik.com/Freepik)

Selain bahan dan ketebalan kain, warna juga memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan tubuh selama beraktivitas. Secara ilmiah, warna gelap cenderung menyerap lebih banyak panas dari lingkungan sekitar dibandingkan warna cerah. Akibatnya, suhu tubuh bisa meningkat lebih cepat dan memicu produksi keringat yang lebih banyak.

Memilih warna putih, abu muda, atau earth tone cerah dapat membantu memantulkan panas sehingga suhu tubuh tetap lebih stabil. Dengan suhu yang lebih terjaga, produksi keringat dapat dikendalikan dan risiko munculnya bau tidak sedap pun berkurang. Jadi, selain memberikan kesan bersih dan elegan, warna cerah juga mendukung kenyamanan maksimal saat kamu menjalani ibadah.

Memahami tips memilih bahan koko yang tidak cepat bau keringat akan membantu kamu tampil lebih percaya diri dan nyaman selama Ramadan. Jangan hanya terpaku pada model atau tren semata, tetapi pertimbangkan juga fungsi dan kualitas bahan secara menyeluruh. Dengan pilihan yang tepat, kamu bisa menjalani ibadah dengan tenang tanpa terganggu rasa gerah maupun bau keringat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More