Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada 1.025 Kasus Kekerasan Anak di Aceh, 58 Persen Terjadi di Daerah Bencana
Situasi Pantai Parkit, Padang yang masih dipenuhi kayu-kayu sisa banjir Sumatra. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • KemenPPPA mencatat 1.025 kasus kekerasan terhadap anak di Aceh, dengan 58 persen berada di sembilan kabupaten terdampak bencana.

  • Di NTT, tercatat tiga kasus kekerasan seksual pascagempa, yang rata-rata terjadi di rumah kosong yang ditinggalkan warga.

  • Pos SAPA disiapkan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mendekatkan layanan perlindungan di wilayah bencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 2025

Simfoni PPA mencatat sekitar 1.025 kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Aceh. Sebanyak 58 persen berada di sembilan kabupaten terdampak bencana.

Rabu (7/10/2026)

Titi Eko Rahayu menyampaikan data tersebut setelah media talk di Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KemenPPPA mencatat 1.025 kasus kekerasan terhadap anak di Aceh dan tiga kasus kekerasan seksual pascagempa di NTT.
  • Who?
    Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat kasus tersebut. Titi Eko Rahayu menyampaikan data itu.
  • Where?
    Kasus di Aceh tersebar di sembilan kabupaten terdampak bencana. Kasus di NTT terjadi rata-rata di rumah kosong.
  • When?
    Data kasus Aceh tercatat pada tahun 2025. Kasus di NTT terjadi pascagempa bumi.
  • Why?
    Warga NTT meninggalkan rumah karena khawatir gempa susulan. Akses layanan perlindungan di wilayah bencana juga sulit.
  • How?
    Data tercatat dalam Simfoni PPA. KemenPPPA menyiapkan Pos SAPA sebagai ruang aman, informasi, edukasi, perlindungan awal, dan rujukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

KemenPPPA menemukan banyak kasus kekerasan terhadap anak di Aceh. Sebagian besar ada di daerah yang terkena banjir dan longsor. Di NTT, ada tiga kasus setelah gempa, di rumah kosong yang ditinggalkan warga. Sekarang, KemenPPPA menyiapkan Pos SAPA di tiga provinsi untuk memberi ruang aman dan bantuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

KemenPPPA tidak hanya mencatat kasus kekerasan di wilayah bencana, tetapi juga menyiapkan Pos SAPA di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kehadiran pos ini menyediakan ruang aman, informasi, edukasi, layanan perlindungan awal, serta rujukan untuk mendekatkan bantuan ketika akses layanan sulit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat 1.025 kasus kekerasan terhadap anak di Aceh. Dari jumlah tersebut, 58 persen kasus berada di sembilan kabupaten yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu mengatakan, data tersebut tercatat dalam Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA).

"Dalam catatan Simfoni PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak), di tahun 2025 ada sekitar 1.025 kasus yang terlaporkan di Provinsi Aceh, dan 58 persen itu berada di sembilan kabupaten yang terdampak bencana," kata Titi usai media talk di Jakarta, dikutip Rabu (7/10/2026).

1. Kekerasan seksual juga terjadi di NTT

Situasi Pantai Parkit, Padang yang masih dipenuhi kayu-kayu sisa banjir Sumatra. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Selain Aceh, KemenPPPA mencatat tiga kasus kekerasan seksual pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Titi mengatakan, kasus tersebut rata-rata terjadi di rumah kosong yang ditinggalkan warga karena khawatir gempa susulan.

"Di NTT sudah ada tiga kejadian," kata Titi.

2. Rumah kosong jadi lokasi kasus

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu saat agenda media talk: "Pelaksanaan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP)", di Jakarta, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit).

Warga di sejumlah wilayah NTT memilih meninggalkan rumah dan mendirikan tenda secara mandiri setelah gempa. Kondisi tersebut membuat rumah kosong menjadi salah satu lokasi terjadinya kekerasan seksual.

"Kejadian itu rata-rata di rumah kosong yang ditinggalkan oleh pemilik rumah. Di NTT itu hampir sebagian masyarakatnya itu memilih keluar dari rumah, dan memasang tenda secara mandiri," kata Titi Eko Rahayu.

3. Pos SAPA disiapkan di tiga provinsi

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu saat agenda media talk: "Pelaksanaan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP)", di Jakarta, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit).

KemenPPPA menyiapkan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pos ini ditujukan untuk mendekatkan layanan perlindungan karena akses layanan di wilayah bencana sulit.

"Fungsi Pos Sapa ini tentu menjadi ruang aman, ruang informasi, edukasi, layanan perlindungan awal, kemudian melakukan rujukan," kata Titi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article