Pixabay.com/Mystic Art Design
Pada peringatan Hari Buku Nasional tahun lalu, pemerintah Indonesia berharap minat membaca serta tingkat literasi masyarakat Indonesia mengalami peningkatan. Namun, apa yang bisa kamu lakukan jika ingin memiliki keinginan untuk rutin membaca buku?
Pertama, kamu harus memiliki keinginan untuk membaca terlebih dahulu. Langkah ini akan membantu kamu untuk maju ke langkah selanjutnya.
Kedua, coba buat daftar buku apa saja yang ingin kamu baca. Kamu bisa menuliskan buku
yang kamu butuhkan untuk menambah pengetahuan di bidang pekerjaanmu atau buku yang membuat kamu terhibur.
Ketiga, luangkanlah waktu untuk membaca buku, dan konsisten untuk membaca di waktu tersebut. Ketika cara ini sudah dijalankan dengan rutin, maka perlahan-lahan akan terbentuk sebuah kebiasaan.
Apabila tidak memungkinkan untuk meluangkan waktu karena kamu terlalu sibuk, kamu bisa membawa buku yang ingin kamu baca ke mana pun kamu pergi. Dengan ini, waktu luangmu akan jadi lebih bermakna, lho!
Itu dia informasi seputar Hari Buku Nasional. Semoga Hari Buku ini menjadi pembuka jalan untuk kamu dalam membaca buku secara rutin, ya!
Siapa pencetus pertama Hari Buku Nasional? | Hari Buku Nasional pertama kali dicetuskan oleh Abdul Malik Fadjar, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional dalam Kabinet Gotong Royong. Beliau menetapkannya pertama kali pada tahun 2002 sebagai upaya nyata untuk memacu minat baca masyarakat Indonesia yang kala itu dianggap masih sangat rendah dibandingkan negara lain. |
Mengapa tanggal 17 Mei yang dipilih sebagai Harbuknas? | Pemilihan tanggal ini bukan tanpa alasan. 17 Mei dipilih karena bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) pada tahun 1980. Perpusnas sendiri merupakan hasil penggabungan empat perpustakaan besar di Jakarta, yang menjadikannya pusat dokumentasi ilmu pengetahuan di tanah air. |
Apa tujuan utama dari perayaan Hari Buku Nasional setiap tahunnya? | Selain untuk memperingati berdirinya Perpusnas, tujuan utamanya adalah untuk membangun budaya literasi sejak dini. Harbuknas diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, pendidik, hingga pemerintah, untuk terus meningkatkan ketersediaan buku berkualitas dan menumbuhkan kecintaan terhadap membaca. |
Bagaimana cara masyarakat biasanya merayakan Harbuknas? | Perayaan biasanya diisi dengan berbagai kegiatan literasi seperti pameran buku (Book Fair) dengan diskon besar-besaran, bedah buku bersama penulis, lomba menulis, hingga donasi buku untuk perpustakaan di daerah terpencil. Di era digital, perayaan juga sering dilakukan lewat kampanye media sosial untuk merekomendasikan bacaan favorit. |