Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
17 Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibuka, Didik 1.360 Siswa
ilustrasi sekolah di Indonesia (unsplash.com/@husniatisalma)
  • Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, sebagai bagian dari 37 lokasi pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah pada 2026.
  • Program angkatan pertama SNT menerima 1.360 murid dari 2.068 pendaftar melalui SPMB tahun ajaran 2026/2027.
  • Kemendikdasmen merekrut 17 kepala sekolah dan 204 guru atau pendamping, serta menyiapkan LMS, bahan ajar, dan peralatan pembelajaran digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah tersebut menjadi bagian dari pengembangan yang dilakukan pemerintah di sejumlah daerah di Indonesia.

“Berdasarkan hasil verifikasi, validasi, dan kunjungan ke lapangan, telah ditetapkan 37 lokasi yang akan dibangun pada tahun 2026. Dari 37 lokasi tersebut, 17 di antaranya akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026,” ujar Dirjen PAUD Dikdas PNFI, Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto dalam keterangan resmi.

1. Menandai dimulainya program SNT angkatan pertama

Ilustrasi Sekolah di Indonesia (Pinterest.com/Hiroshi Kurosawa)

Pembukaan 17 SNT tersebut sekaligus menandai dimulainya angkatan pertama program SNT untuk tahun ajaran 2026/2027.

Seiring dengan dimulainya operasional sekolah, Gogot mengatakan Kemendikdasmen telah menyelesaikan proses seleksi peserta didik melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

“Dari 2.068 pendaftar, telah lulus sebanyak 1.360 murid,” ungkapnya.

2. Rekrutmen tenaga pendidik sudah dilakukan

ilustrasi guru di Indonesia (unsplash.com/Husniati Salma)

Selain menyeleksi murid, Gogot mengatakan Kemendikdasmen juga telah melakukan proses rekrutmen tenaga pendidik dan pimpinan sekolah untuk mendukung operasional SNT.

Sebanyak 17 kepala sekolah telah dipilih dari sekitar 1.800 pendaftar kepala sekolah yang mengikuti proses seleksi dari berbagai daerah di Indonesia.

Tidak hanya kepala sekolah, pemerintah juga telah merekrut 204 guru atau tenaga pendamping pembelajaran. Mereka nantinya akan mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sekaligus mendampingi perkembangan para murid di SNT.

Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, Gogot mengatakan Kemendikdasmen juga telah menyiapkan berbagai perangkat pembelajaran, termasuk sistem pembelajaran digital.

“Kami telah menyiapkan Learning Management System (LMS), termasuk juga bahan ajar dan peralatan pembelajaran digital,” ucap Gogot.

3. Berharap SNT jadi lingkungan pendidikan yang baik

Ilustrasi guru di Indonesia (unsplash.com/Syahrul Alamsyah Wahid)

Gogot berharap SNT dapat menjadi lingkungan pendidikan yang mendorong murid untuk terus belajar, bertumbuh, dan meraih prestasi.

“Semoga Sekolah Nasional Terintegrasi ini dapat menjadi tempat bagi anak-anak kita untuk belajar, bertumbuh, dan berprestasi, serta kelak melahirkan pemimpin masa depan yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa,” kata Gogot.

Curated For You

Editorial Team

Related Article