1,9 Juta Lulusan SMA Tak Kuliah, Kemendikdasmen Ajak Kolaborasi

- Kemendikdasmen menyoroti sekitar 1,9 juta lulusan sekolah menengah belum melanjutkan ke perguruan tinggi tiap tahun, sehingga kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperluas akses.
- Melalui BISA Project sejak 2024, 540 dari 623 pelajar di 26 provinsi melanjutkan kuliah; 84 persen diterima di PTN.
- Bantuan biaya pendidikan dinilai perlu disertai bimbingan belajar, mentoring, pengembangan karakter, dan pembelajaran digital untuk meningkatkan kesiapan pelajar prasejahtera.
Jakarta, IDN Times – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia.
Upaya tersebut dinilai penting mengingat berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) masih ada sekitar 1,9 juta lulusan sekolah menengah di Indonesia belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setiap tahunnya.
1. Pendidikan adalah hak setiap warga negara

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis, mengatakan, pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Menurut dia, diperlukan kerja sama berbagai pihak agar semakin banyak anak muda memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan untuk mewujudkannya mutlak diperlukan kolaborasi dari banyak pihak," ujar Arif dalam rangkaian BISA Graduation 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).
2. Sebanyak 401 peserta kini bisa melanjutkan ke perguruan tinggi

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut dilakukan melalui BISA Project yang diinisiasi Salam Setara bersama Kitabisa. Program ini tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga pendampingan berupa bimbingan belajar, mentoring, pengembangan karakter, hingga pembelajaran digital bagi pelajar dari keluarga prasejahtera.
Sejak diluncurkan pada 2024, BISA Project telah mendampingi 623 pelajar dari 26 provinsi. Sebanyak 540 peserta berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dengan 84 persen diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Pada pelaksanaan batch 3 tahun 2026, sebanyak 401 dari 495 peserta juga telah diterima di berbagai perguruan tinggi melalui beragam jalur seleksi.
3. Akses ke perguruan tinggi diiringi pendampingan berkelanjutan
Direktur Eksekutif Salam Setara, Ahmad Mujahid, mengatakan, akses terhadap pendidikan tinggi tidak cukup hanya melalui bantuan biaya, tetapi juga perlu diiringi pendampingan yang berkelanjutan.
"Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika masih ada anak muda yang gagal melanjutkan pendidikan karena keterbatasan akses, maka itu menjadi panggilan bagi kita semua untuk menghadirkan solusi," kata Ahmad.
Masih tingginya jumlah lulusan sekolah menengah yang belum melanjutkan pendidikan tinggi setiap tahun menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi sosial, filantropi, hingga sektor swasta dinilai dapat membantu memperluas akses sekaligus meningkatkan kesiapan generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi.



















