Kemendikdasmen Revitalisasi SDN Tanggirejo di Grobogan yang Viral

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan segera merevitalisasi SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah usai sekolah itu viral di media sosial. Revitalisasi itu dilakukan melalui program Kemendikdasmen pada tahun anggaran 2026.
"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, Dinas Pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) revitalisasi," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto, dalam keterangannya, Sabtu (25/2026).
1. Kemendikdasmen komitmen perbaiki

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu prioritas Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
"Menyikapi kondisi SDN Tanggirejo, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak," kata dia.
2. SDN Tanggirejo jadi prioritas

Pada tahun ini, program revitalisasi difokuskan pada tiga prioritas utama, yakni sekolah yang terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.
"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi," kata dia.
3. Perbaikan sekolah beri semangat

Dia berharap, perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah main semangat belajar
"Bisa membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," kata dia.
Sebelumnya, foto para murid SDN Tanggirejo yang tengah menyantap makan bergizi gratis (MBG) di depan bangunan sekolah yang atapnya ambruk viral di media sosial dan menjadi perbincangan.
Dikutip dari siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, bangunan sekolah itu mengalami kerusakan di bagian atap sejumlah ruangannya. Hal itu pun membuat pihak sekolah harus menyesuaikan kegiatan belajar mengajar demi menjaga keselamatan para murid. Sejumlah kelas menggunakan ruangan secara bergantian dan berbagi tempat belajar, sementara musala dimanfaatkan sebagai ruang kelas sementara.
















