Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
2 Tahun Kemenko PM, Cak Imin Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026)/(IDN Times Dini Suciatiningrum)
  • Cak Imin memaparkan strategi pengentasan kemiskinan melalui pergeseran dari bantuan sosial ke pemberdayaan ekonomi agar masyarakat miskin menjadi subjek ekonomi yang mandiri.

  • Pemerintah memperkuat penggunaan DTSEN untuk ketepatan sasaran, dengan target kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026 dan kemiskinan nasional maksimal 5 persen pada 2029.

  • Kemenko PM memperluas dukungan UMKM melalui pembiayaan, kapasitas, mutu produk, bahan baku, dan teknologi secara lintas sektor untuk memperkuat pendapatan masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banjarbaru, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memaparkan tiga pijakan utama dalam upaya pengentasan kemiskinan selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pijakan pertama, menggeser pola penanganan kemiskinan dari bantuan sosial menjadi pemberdayaan ekonomi agar masyarakat bisa mandiri.

“Dengan masyarakat miskin berdaya menjadi subjek ekonomi, maka dengan sendirinya jumlah penerima bansos berkurang,” ujar Cak Imin di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026).

1. Targetkan kemiskinan ekstrem 0 persen

Agen Perlinsos Digital di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi saat memasukkan data pendaftar bansos. (IDN Times/Khusnul Hasana)

Pijakan kedua, memperkuat penggunaan data Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar program pemerintah tepat sasaran. Pemerintah juga menargetkan kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026 dan tingkat kemiskinan nasional maksimal 5 persen pada 2029.

“Kemiskinan turun menjadi hanya 8 persen dari 9 persen, kemudian akan terus kita dorong 0 persen kemiskinan ekstrem tahun ini dan akhirnya 2029 hanya 5 persen maksimal kemiskinan kita,” katanya.

2. Perluas akses UMKM

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026)/(Dok Kemenko PMK)

Pijakan ketiga, memperluas akses UMKM terhadap pembiayaan, peningkatan kapasitas, kualitas produk, bahan baku, dan teknologi.

“Basis yang ketiga adalah kita ingin semua UMKM memiliki akses yang kuat pada kapasitas, peningkatan mutu, pada permodalan, akses bahan baku untuk produksi, yang ketiga tentu teknologi,” kata Cak Imin.

3. Kemenko PM dorong tiga pilar berjaan terpadu

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (dok.PKB)

Pelaku UMKM membutuhkan dukungan yang tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga peningkatan kapasitas, kualitas produk, akses bahan baku, dan pemanfaatan teknologi. Karena itu, dukungan terhadap UMKM harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk kementerian yang menangani UMKM dan ekonomi kreatif serta pemerintah desa dan diharapkan UMKM mampu memperluas usaha, meningkatkan daya saing, dan menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil bagi masyarakat.

Kemenko PM mendorong agar ketiga pilar tersebut berjalan secara terpadu. Tujuannya bukan semata mengurangi angka kemiskinan, melainkan memastikan masyarakat memiliki kapasitas dan akses ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article