Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menko PMK: Rp1,235 Triliun Disalurkan untuk Tangani Karhutla

3 min read
Menko PMK: Rp1,235 Triliun Disalurkan untuk Tangani Karhutla
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono dalam Konferensi Pers mengenai penanganan karhutla, Jakarta, pada Kamis (22/10/2026) (IDN Times/Cantika Lutfiah M)
  • Pemerintah pusat menyalurkan Rp1,235 triliun untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, dengan pendekatan masif yang tidak hanya menunggu hujan.

  • Sebanyak 71.000 personel serta sekitar 35 helikopter dan pesawat dikerahkan untuk pemadaman darat-udara, termasuk waterbombing dan modifikasi cuaca.

  • Bantuan diprioritaskan bagi tujuh provinsi terdampak terburuk, mencakup layanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, masker, oksigen, serta peralatan pemadaman lahan gambut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, menegaskan penanganan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Indonesia harus dilakukan secara masif dan tidak semata-mata menunggu datangnya hujan.

Dia mengatakan, sejumlah upaya dapat dilakukan dalam rangka memitigasi keadaan yang sedang terjadi. Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sekitar Rp1,235 triliun untuk penanganan karhutla.

"Hari ini bantuan pemerintah pusat tahap kedua tersebut sudah ditransfer total bantuan pemerintah pusat adalah sebesar Rp1,235 triliun yang ditekankan oleh Bapak Presiden," kata Sugiono dalam konferensi pers mengenai penanganan karhutla di Jakarta, pada Kamis (22/10/2026).

Berikut sejumlah penanganan yang dilakukan pemerintah!

  1. 1. Ada 71 ribu personel dikerahkan untuk mengatasi karhutla

    Menko PMK: Rp1,235 Triliun Disalurkan untuk Tangani Karhutla
    Satgas Darat saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau. (Dok. BNPB)

    Sugiono mengatakan, ada 71 ribu personel yang dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan yang merupakan operasi gabungan pasukan darat dan udara.

    "71 ribu personel yang dikerahkan untuk bisa mengatasi situasi karhutla dengan berbagai upaya dan operasi, diantaranya operasi pemadaman lewat pasukan darat dan juga melakukan upaya yang melibatkan operasi udara," kata dia.

    Sekitar 35 helikopter dan pesawat-pesawat terlibat dalam rangka melakukan operasi dari udara yang dilakukan oleh TNI. Operasi ini meliputi waterbombing, penaburan dry ice, dan penaburan NACL sebagai bagian dari proses modifikasi cuaca untuk bisa menurunkan hujan di wilayah-wilayah terdampak.

  2. 2. Prioritas utama penyaluran dana bantuan

    Rumah sakit.
    ilustrasi fasilitas kesehatan (pexels.com/Zakir Rushanly)

    Sugiono mengatakan, dana bantuan yang disalurkan diprioritaskan untuk tujuh provinsi dengan situasi terburuk dari dampak karhutla, yakni Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau.

    "Diprioritaskan pada pelindungan masyarakat yang terdampak termasuk di dalamnya pelayanan kesehatan, kemudian pembagian masker, oksigen portable, kemudian fasilitas atau sarana pemulihan, termasuk di dalamnya rumah oksigen dan juga penanganan masyarakat yang terkena infeksi saluran pernafasan akut," kata Sugiono.

  3. 3. Bantuan alat pemadaman juga disalurkan

    Pesawat Casa, OMC, TNI AU
    TNI Angkatan Udara kerahkan pesawat NC-212 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla di Kalimantan. (Dokumentasi TNI Angkatan Udara)

    Sugiono juga menjelaskan bantuan prioritas dalam upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan dengan penambahan sarana pemadaman, termasuk alat suntik air untuk lahan gambut.

    "Seperti alat pengkapan diri, alat perlindung diri, kemudian pompa air, tangki air, selang pemadaman, kemudian alat suntik air untuk lahan gambut, pembuatan sumur bor, dan juga operasional dan mobilisasi personil dalam rangka pemadaman kargo," ujar dia.

  4. 4. Kolaborasi antarlembaga dalam penanganan karhutla, khususnya penderita ISPA

    Ilustrasi Anak penyakit ISPA.
    Ilustrasi Anak penyakit ISPA. (IDN Times/Anjani Asra)

    Sugiono mengatakan, pihak pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan bekerja sama mengaktifkan kembali posko kesehatan dan penanganan darurat bagi masyarakat.

    "Kemudian juga bekerja sama dengan beberapa filantrofi untuk melakukan pembagian masker, pemberian oksigen portable, penyediaan rumah oksigen," ujar Sugiono.

    Kolaborasi antarlembaga ini melakukan diskusi dengan layanan kesehatan setempat untuk penyaluran kebutuhan kesehatan, seperti obat-obatan dan vitamin.

    "Jadi saya kira koordinasi yang dilakukan cukup baik dan kita juga akan terus memperluas layanan ini di seluruh wilayah yang terdampak. Dengan tentu saja fokus pada masyarakat rentan, ISPA," kata dia.

    Dia berharap dengan adanya bantuan ini, dapat mempercepat penanganan tanggap darurat karhutla dan membantu masyarakat yang terdampak semaksimal mungkin.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More