Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CEK FAKTA: Dewan Guru Besar Temui Gibran Usai Minta Wapres Mundur?

3 min read
CEK FAKTA: Dewan Guru Besar Temui Gibran Usai Minta Wapres Mundur?
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Tahun Akademik 2025/2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026)(Dok. Setwapres)
  • Forum Guru Besar Indonesia menyampaikan surat terbuka yang mendesak Gibran mengundurkan diri sebagai wakil presiden.

  • Foto Gibran bersama guru besar berasal dari pertemuan DPP Pergubi pada 10 Agustus 2026.

  • Kabar pertemuan setelah desakan mundur dinyatakan hoaks karena foto tersebut diambil sebelum surat terbuka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jejaring media sosial dihebohkan dengan kabar yang menyebut sejumlah dewan guru besar perguruan tinggi bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Narasi yang beredar juga menyebut, pertemuan dilakukan usai muncul surat terbuka dari ratusan guru besar kampus meminta agar Gibran mundur dari jabatannya sebagai wapres.

"Dewan guru besar temui Mas Gibran Wapres," tulis narasi dalam sebuah foto.

"Setelah 150 guru besar minta Gibran mundur, maka muncullah ini," bunyi caption yang beredar.

Postingan itu memperlihatkan, Gibran sedang foto bersama sekelompok orang yang disebut sebagai dewan guru besar. Lantas benarkah kabar tersebut?

  1. 1. Sebanyak 150 guru besar bikin surat terbuka desak Gibran mundur

    Prabowo-Gibran di HUT Bhayangkara
    Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menyaksikan parade defile HUT ke-80 Bhayangkara, di Mako Brimob, Cikeas, Rabu (1/7/2026). (Youtube/IDNTimes)

    Adapun, Forum Guru Besar Indonesia membuat surat terbuka yang berisi desakan Gibran agar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wapres. Desakan tersebut disampaikan melalui surat bertajuk “Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional”.

    Surat yang ditandatangani ratusan guru besar di Indonesia tertanggal 19 Oktober 2026 ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang berkaitan dengan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024.

    Forum Guru Besar Indonesia menganggap, putusan MK tersebut memunculkan persoalan moral dan etika terkait keabsahan dokumen pendidikan Gibran. Mereka menyoroti pertimbangan Hakim Konstitusi yang tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai keabsahan dokumen atau ijazah luar negeri yang setara dengan pendidikan SLTA sederajat saat pendaftaran Pilpres 2024.

    Forum Guru Besar Indonesia tak memungkiri, MK tidak menjatuhkan sanksi diskualifikasi karena persoalan kedudukan hukum pemohon dan batasan prosedural hukum formal. Namun, mereka menyebut, masalah yang terjadi tetap memiliki implikasi moral terhadap legitimasi kepemimpinan nasional yang sedang berjalan.

    Forum Guru Besar Indonesia menyampaikan tiga poin keprihatinan dan desakan moral, yaitu, runtuhnya keteladanan dan etika bernegara, krisis legitimasi di mata generasi muda dan institusi pendidikan, serta beban politik bagi Presiden dan stabilitas nasional.

    Mereka lantas menilai persoalan tersebut juga sangat erat kaitannya dengan integritas pejabat publik dan keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, kelompok guru besar ini mengingatkan, polemik mengenai legitimasi moral kepemimpinan berpotensi mengikis kredibilitas pemerintah, baik di dalam negeri maupun internasional.

  2. 2. Penelusuran IDN Times, foto dengan narasi tak sesuai

    Screenshot_2026-10-23-10-01-52-530_com.whatsapp.png
    Dok. Tangkapan layar media sosial

    Berdasarkan penelusuran IDN Times, pertemuan Gibran dengan dewan guru besar merupakan foto lama. Momen itu terjadi saat Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Guru Besar Indonesia (DPP Pergubi) bertemu dengan Gibran di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

    Pertemuan ini menjadi momentum bagi para guru besar untuk menyampaikan berbagai gagasan. Di antaranya, masukan strategis terkait penguatan pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta peran akademisi dalam mendukung pembangunan nasional.

    Delegasi Pergubi yang hadir antara lain Gimbal Doloksaribu, Paiman Raharjo, Istianingsih, Candra Setiawan, Bomer Pasaribu, Haryono Umar, Ariawan Gunadi, Johni Jonathan Numberi, Murpin Josua Sembiring, Hoga Saragih, Cecep Darmawan, dan Tiolina.

  3. 3. Kabar Gibran temui guru besar usai ada desakan mundur adalah hoaks

    Ilustrasi Cek Fakta General.
    Ilustrasi Cek Fakta General. (IDN Times/Anjani Asra)

    Dengan demikian, kabar yang menyebut Gibran bertemu dengan dewan guru besar usai muncul desakan mundur adalah berita hoaks.

    Sebab pertemuan Gibran dengan dewan guru besar diselenggarakan jauh sebelum adanya surat terbuka dari ratusan guru besar. Surat desakan mundur ditandatangani pada 19 Oktober 2026, sementara pertemuan Gibran dengan dewan guru besar pada 10 Agustus 2026.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More