2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Survei Ungkap 10 Menteri Kinerja Bagus dan Buruk

Survei Arawicaksa Institute menempatkan Abdul Mu'ti dan Amran Sulaiman sebagai menteri dengan penilaian publik tertinggi.
Bahlil Lahadalia, Yandri Susanto, dan sejumlah menteri lain berada di jajaran terbawah berdasarkan skor survei.
Evaluasi kinerja menteri kembali menjadi sorotan setelah Prabowo melakukan gelombang reshuffle kabinet.
Jakarta, IDN Times — Dua tahun pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto diwarnai sejumlah dinamika, mulai dari upaya menjaga stabilitas politik hingga beberapa kali perombakan kabinet. Besarnya dukungan partai politik terhadap pemerintah juga melahirkan Kabinet Merah Putih dengan jumlah anggota yang cukup besar.
Di tengah perjalanan pemerintahan tersebut, penilaian publik terhadap kinerja para menteri menjadi salah satu indikator untuk melihat performa kabinet. Survei Arawicaksa Institute mengungkap sejumlah menteri yang dinilai memiliki kinerja terbaik hingga terburuk selama dua tahun pemerintahan Prabowo.
Hasil survei menunjukkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menempati posisi teratas dengan skor 8,1 dari skala 0-10. Posisi berikutnya ditempati Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan skor 8,0.
“Publik menyoroti kinerja sejumlah menteri dengan gebrakan dan terobosan yang membantu terjaganya citra pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata peneliti Arawicaksa Institute, Rudi Hartono dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
1. 10 menteri dengan kinerja terbaik

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (1/9/2026) (Instagram/Sekretariat.kabinet) Abdul Mu'ti dan Amran Sulaiman menjadi dua menteri dengan penilaian publik tertinggi. Menurut Rudi, kinerja Abdul Mu'ti salah satunya terlihat dari program revitalisasi sekolah yang masif dilakukan dalam dua tahun terakhir.
“Fokus Prabowo untuk meningkatkan kualitas pendidikan diterjemahkan dengan baik melalui program revitalisasi sekolah yang masif dilakukan dalam dua tahun terakhir,” jelas Rudi.
Sepanjang 2025, sebanyak 16.617 sekolah menjadi sasaran program revitalisasi, dengan perbaikan fisik terhadap gedung sekolah yang mengalami kerusakan ringan hingga berat. Pada 2026, sasaran program diperluas menjadi 71.744 sekolah, termasuk sekolah terdampak bencana serta sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Abdul Mu'ti juga mendorong peningkatan kemampuan dasar siswa. Berdasarkan data yang dipaparkan Arawicaksa Institute, literasi sains yang mengacu pada standar Programme for International Student Assessment (PISA) tercatat 389 pada 2022 dan 389 pada periode terbaru yang digunakan dalam penilaian. Sementara itu, literasi membaca meningkat dari 359 menjadi 365.
“Hanya saja tantangan masih membayangi pada skor matematika, yang melemah dari 366 menjadi 364, menunjukkan masih beratnya persoalan pendidikan di Indonesia,” papar Rudi.
Sementara itu, Amran dinilai berhasil mendorong sektor pertanian, termasuk pencapaian swasembada beras. Produksi beras pada 2025 mencapai 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen secara tahunan. Produksi tersebut diperkirakan meningkat tipis menjadi 34,77 juta ton sepanjang 2026 dengan surplus beras mencapai 3,56 juta ton.
Penyerapan beras oleh BULOG juga mencapai 3-4 juta ton setiap tahunnya. Harga pembelian gabah di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Di sisi lain, keberhasilan swasembada pangan dibayang-bayangi musim kemarau panjang dan ancaman El Nino, hingga serangkaian bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan,” terang Rudi.
Selain Abdul Mu'ti dan Amran, sejumlah menteri lainnya masuk jajaran 10 besar dengan penilaian terbaik. Mereka yakni Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan skor 7,8, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi 7,5, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono 7,4, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya 7,1.
“Prasetyo Hadi tampil prima dalam mengkomunikasikan sikap dan kebijakan pemerintah, termasuk dalam menegur para menteri yang dinilai kontroversial di mata publik,” lanjut Rudi.
Peran serupa dinilai ditunjukkan Teddy yang lebih agresif menjelaskan berbagai sorotan publik terhadap pemerintah ketika sejumlah menteri memilih mengambil posisi aman.
Daftar 10 besar tersebut juga diisi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan skor 6,8, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto 6,7, Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir 6,5, serta Menteri Pertahanan Sjaffrie Sjamsoeddin 6,4.
2. Bahlil hingga Yandri masuk jajaran terbawah

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (1/9/2026) (Instagram/Sekretariat.kabinet) Di sisi lain, survei Arawicaksa Institute juga mengungkap sejumlah menteri yang memperoleh penilaian terendah dari publik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berada di posisi paling bawah dengan skor rata-rata 1,2. Setelahnya terdapat Menteri Desa Yandri Susanto dengan skor 1,3, Menteri HAM Natalius Pigai 1,5, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait 1,6, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid 1,8.
Menurut Rudi, penilaian terhadap Bahlil antara lain dipengaruhi persoalan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah dinilai berhasil menahan kenaikan harga BBM bersubsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Namun, kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax disebut mendorong migrasi konsumen ke Pertalite dan menimbulkan antrean panjang di sejumlah SPBU.
Sementara itu, penilaian terhadap Yandri disebut berkaitan dengan berbagai isu mengenai program Koperasi Desa (Kopdes).
“Berbagai kabar miring terhadap pelaksanaan program Kopdes perlu mendapat perhatian, supaya target mendorong ekosistem perekonomian desa bisa berjalan lebih baik dan mendapat penerimaan publik,” terang Rudi.
Sorotan lainnya mengarah kepada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Namanya dikaitkan dengan kasus dugaan suap yang menyeret sejumlah petinggi kementerian, politisi, dan pengusaha properti.
“Selain itu nama Nusron juga disebut-sebut dalam kasus korupsi kuota haji yang saat ini masih dalam persidangan,” ujar Rudi.
Lima menteri lainnya yang masuk daftar terbawah yakni Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dengan skor 2,0, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono 2,1, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini 2,2, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli 2,2, serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo 2,3.
3. Reshuffle kabinet kembali jadi sorotan

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu malam, 2 Mei 2026. (Instagram/@presidenrepublikindonesia) Menjelang dua tahun pemerintahan, Prabowo kembali melakukan gelombang reshuffle kabinet. Kondisi tersebut membuat evaluasi terhadap kinerja para pembantu presiden kembali menjadi sorotan.
Rudi menilai evaluasi terhadap para menteri di Kabinet Merah Putih perlu dilakukan secara objektif. Namun, evaluasi tersebut tetap harus mempertimbangkan konfigurasi dukungan politik yang menopang pemerintahan.
“Evaluasi terhadap kinerja dan penilaian para pembantunya di jajaran Kabinet Merah-Putih diharapkan berlangsung secara objektif, demi keberhasilan program-program ke depan dengan tetap memperhitungkan dukungan kekuatan-kekuatan politik yang ada,” pungkas Rudi.
Survei Arawicaksa Institute dilakukan pada 3-8 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling.
Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
























