Jakarta, IDN Times – Wacana penyelenggaraan e-voting atau pemilu digital di Indonesia selalu jadi perhatian. Wacana ini selalu meningkat saat adanya permasalahan dalam pemilu konvensional. Namun, pemilu digital tidak menjanjikan demokrasi bangsa Indonesia menjadi lebih baik.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, mengingatkan digitalisasi tidak otomatis jaminan demokratisasi. Hal itu ia sampaikan dalam sambutan konferensi Demokrasi Digital 2026 “Menjamin Keadilan Teknologi dalam Demokrasi Elektoral” oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) di Jakarta, Senin (31/8/2026).
