Panorama persawahan di Kaki Gunung Ijen Banyuwangi. (Dok. Pemkab Banyuwangi).
Gunung Ijen merupakan gunung berapi aktif dengan ketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang kerap menjadi pilihan para pendaki pemula.
Terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, gunung ini menjadi primadona wisatawan, karena fenomena blue fire yang hanya ada di dua tempat di dunia. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan Kawah Ijen yang menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Jalur pendakian Gunung Ijen cukup lebar dan merata dengan waktu tempuh sekitar 1,5–2 jam menuju puncak. Terdapat beberapa pilihan waktu terbaik untuk mendaki gunung ini.
Pada November–April, intensitas kabut cenderung tipis dan suasana lebih sepi sehingga kamu dapat melihat fenomena blue fire dengan jelas. Namun, periode tersebut bertepatan dengan musim hujan sehingga jalur pendakian bisa menjadi licin dan becek.
Sementara itu, Juli–September menjadi waktu favorit karena cuaca cenderung cerah dan jalur pendakian lebih kering. Meski begitu, suhu udara pada pagi hari biasanya cukup dingin, terutama menjelang matahari terbit.
Adapun waktu yang sebaiknya dihindari untuk mendaki Gunung Ijen adalah Mei–Juni karena mulai memasuki peak season. Pada periode tersebut kawasan pendakian biasanya dipadati wisatawan sehingga berpotensi terjadi “kemacetan” di jalur pendakian.