Libur Sekolah, Kamu Bisa Lihat Bayi Panda Raksasa di Taman Safari Bogor

- Bayi panda raksasa bernama Satrio Wiratama atau Rio resmi diperkenalkan ke publik di Taman Safari Indonesia Bogor, menjadi panda pertama yang lahir di Indonesia hasil kolaborasi dengan ahli dari China.
- Rio lahir melalui program inseminasi buatan dan menunjukkan perkembangan fisik pesat, termasuk peningkatan berat badan serta kekuatan otot berkat stimulasi lokomosi dari tim perawat satwa.
- Kehadiran Rio menjadi simbol persahabatan Indonesia–China sekaligus bukti keberhasilan konservasi panda, dengan ciri unik bulu pink alami akibat perlindungan air liur induknya.
Bogor, IDN Times - Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor resmi memperkenalkan bayi panda raksasa bernama Satrio Wiratama kepada publik. Mulai Selasa, 9 Juni 2026, bayi panda yang akrab disapa Rio tersebut sudah bisa dilihat langsung oleh pengunjung untuk pertama kalinya dan seterusnya.
Kelahiran Baby Rio pada 27 November 2025 itu mencatatkan sejarah penting sebagai kelahiran panda raksasa pertama di Indonesia, sekaligus salah satu dari sedikit panda yang lahir di luar China dalam beberapa tahun terakhir.
Bayi panda besar ini lahir dari pasangan panda raksasa pinjaman (breeding loan) dari China bernama Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang telah tiba di Indonesia sejak 28 September 2017.
Pendiri TSI, Jansen Manansang, mengatakan Rio baru diperkenalkan kepada publik setelah memenuhi standar kesejahteraan satwa yang ketat.
Menurut Jansen, kelahiran Rio merupakan hasil kolaborasi panjang dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi reproduksi satwa, kedokteran hewan, serta pendampingan dari para ahli asal China dan beberapa negara lain.
“Ini menjadi bukti bahwa kita sudah mampu menghasilkan keturunan panda, baik dari sisi teknologi, ilmu kedokteran, pengembangbiakan, hingga menjaga perilaku satwa,” ujar Jansen, Selasa.
1. Berat badan melonjak drastis dan struktur otot kian mengeras

Vice President Life Science Taman Safari Indonesia, drh. Bongot Huaso Mulia, menjelaskan keberhasilan pengembangbiakan satwa ini dicapai melalui program inseminasi buatan, hasil kerja sama tim ahli Taman Safari Bogor dan pakar lintas negara.
"Ya, saya rasa tujuan dari pengembangbiakan ini adalah untuk menurunkan keturunan Cai Tao dan Hu Chun, supaya Cai Tao dan Hu Chun memiliki genetik representatif dalam bentuk anakan yang baru," kata Bongot.
Saat tampil di depan publik, perbedaan mencolok antara kondisi Rio saat baru lahir dengan sekarang terletak pada perkembangan fisiknya yang sangat pesat. Berat badan bayi panda yang nama resminya diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini, dilaporkan sudah meningkat lebih dari 15 persen.
Bongot juga menjelaskan adanya perubahan signifikan pada kekuatan fisik dan kemampuan gerak Baby Rio. Sistem motorik Rio tumbuh optimal berkat berbagai simulasi fisik yang disiapkan oleh tim zookeeper di areanya.
"Ototnya lebih kuat, dia lebih bisa menggunakan empat kakinya, keseimbangan kepalanya bagus, dan dia sudah bisa guling-guling. Jadi, stimulasi lokomosi yang kita berikan melalui kandang yang kompleks akhirnya berdampak positif pada kekuatan ototnya. Posturnya bertambah panjang, beratnya meningkat, kemudian yang paling penting yaitu ekornya makin mengecil," jelasnya.
2. Rio jadi simbol persahabatan RI-China

Atase Kebudayaan Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Wang Siping, mengaku bangga dan senang melihat Indonesia mampu menjaga dengan baik panda raksasa, yang merupakan harta nasional Tiongkok sekaligus salah satu spesies purba yang masih bertahan hingga saat ini.
Wang juga menyampaikan World Wide Fund for Nature (WWF) bahkan menyebut panda raksasa sebagai salah satu hewan paling ikonik dan paling dicintai di dunia. Pada saat yang sama, panda juga dikenal sebagai duta persahabatan.
"Kehadiran panda raksasa tidak hanya menjadi simbol upaya konservasi satwa langka, tetapi juga mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan China yang terus berkembang dari waktu ke waktu," ujar Wang Siping.
3. Perkembangan Rio dan bulu berwarna pink alami

Vice President Life Science Taman Safari Indonesia, drh. Bongot Huaso Mulia, menegaskan bentuk tubuh Rio dinilai sangat proporsional dan sempurna, sebagai hasil dari perencanaan sains yang mendalam. Hal ini tidak lepas dari kecocokan serta kesiapan genetik kedua orang tuanya yang didatangkan langsung dari Negeri Tirai Bambu sembilan tahun silam. Ia mengatakan ikatan (bonding) antara Rio dan induknya, Hu Chun, juga tergolong sangat kuat.
"Jadi saya rasa memilih Cai Tao dan Hu Chun itu sudah bagian dari breeding collaborations, dan genetic analysis yang sangat matang dari pihak China. Kemudian kita menjadi mitra kolaboratif untuk mengawinkan mereka hingga akhirnya bisa memiliki anak," kata Bongot.
Uniknya, meski bulu hitam-putihnya sudah mendominasi, terdapat semburat warna pink (merah muda) yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Bongot menjelaskan fenomena tersebut terjadi secara alami. Warna pink itu berasal dari air liur induknya yang berfungsi sebagai proteksi kulit.
"Tentang warna pink ini, warnanya alami. Beberapa literatur menyampaikan bahwa ini adalah mikroflora normal dari air liur induk panda. Ini membuktikan bahwa induk panda tidak hanya memproteksi dari segi fisik, tetapi saat menjilati anaknya, ia juga memproteksinya dari paparan mikroflora di kulit," pungkasnya.



















