Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia saat ditemui di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta (26/10/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Ahmad Doli Kurnia membantah terlibat atau mengetahui isu Munaslub Golkar 29 November 2026 serta poster yang mencantumkan dirinya sebagai calon ketua umum.
  • Doli menyatakan hubungannya dengan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia tetap harmonis; keduanya menilai ada pihak yang berupaya memperkeruh dinamika internal partai.
  • Doli menegaskan Golkar fokus mengawal presiden, sementara Bahlil membantah isu keterlibatan penyadapan Prabowo dan meminta Polri mengusut tuntas dugaan rapat terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengaku tidak tahu menahu soal penyebaran isu adanya Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar yang digelar pada 29 November 2026. Ia juga tidak tahu soal adanya poster di mana terdapat wajahnya sebagai calon ketua umum lewat Munaslub tersebut. Ia menyebut ada pihak-pihak yang dilabeli sebagai komprador dan berasal dari internal partai dengan lambang pohon beringin tersebut.

"Berkenaan beredarnya flyer yang berisi isu adanya Munaslub yang akan digelar pada 29 November 2026, saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak ada kaitannya. Bahkan, tidak tahu menahu soal penyebaran isu tersebut," ungkap Doli di dalam keterangan pada Sabtu (7/11/2026).

Ia menambahkan sebagai politisi yang sudah makan asam garam di Golkar, Doli mengaku selalu mengedepankan pendekatan konstitusional dan institusional. Termasuk di dalam kegiatan berorganisasi.

"Saya paham betul tata cara berorganisasi telah diatur di dalam AD/ART serta peraturan organisasi yang harus dipatuhi bersama," katanya.

Sedangkan, di dalam struktur dan hierarki kewenangan serta tanggung jawab berorganisasi dan berpartai, Doli pun memahami aturan-aturan yang berlaku.

1. Relasi Doli dan Bahlil diklaim tetap harmonis serta saling menghormati

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia (tengah) ketika membuka rapat kerja di Maluku. (Tangkapan layar YouTube Kabar Golkar)

Lebih lanjut, Doli juga mengklarifikasi relasinya dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Hubungannya dengan Bahlil tetap baik, harmonis, sinergi, produktir dan saling menghormati dalam mengelola partai. Secara pribadi pun, kata Doli, relasinya dengan Bahlil baik.

"Saya dan Saudara Bahlil sudah berkoordinasi dan menyadari secara bersama bahwa dalam situasi serta dinamika yang kami hadapi, pasti ada pihak-pihak yang berupaya memperkeruh suasana dan mencoba mencari keuntungan politik," tutur pria yang juga menjabat anggota komisi II di DPR itu.

Ia pun menitipkan pesan kepada pihak-pihak yang hendak membuat suasana lebih keruh agar Golkar tidak diganggu.

"Jangan ganggu Golkar dengan agenda-agenda kerdil kalian. Golkar sekarang ini sedang mengejewantahkan komitmennya untuk selalu menjaga dan mengedepankan kepentingan bangsa serta negara," imbuhnya.

2. Golkar akan berada di depan mengawal presiden

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pembuka dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Sidang tersebut membahas berbagai isu strategis, mengevaluasi program kerja pemerintah, sekaligus menandai dua tahun masa kerja Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Ia menambahkan saat ini Golkar juga sedang fokus untuk mengawal dan menjaga presiden yang sedang diganggu karena ada upaya makar dari pihak tertentu.

"Maka, Golkar harus berada di depan menjaga presiden sebagai komitmen konstitusionalnya terhadap negara. Saya sebagai kader Golkar akan berada di garda depan untuk itu," kata Doli.

3. Bahlil bantah terlibat penyadapan Prabowo

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. (YouTube/Trade Expo Indonesia)

Sebelumnya, Bahlil juga diterpa isu diduga terlibat dalam penyadapan terhadap Prabowo. Namun, isu itu ia bantah dengan tegas. Justru ia mengaku turut jadi salah satu korban penyadapan.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil untuk merespons rumor ia sempat mengikut rapat dengan sejumlah jenderal Polri tiga jam sebelum ditangkap. Narasi itu santer beredar di media sosial dan belakangan mengarah ke pria yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut.

"Jadi, mereka ini membangun persepsi seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan. Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan? Sementara saya ikut disadap! Abuleke (omong kosong) ini, asli ini abuleke! Kreatif sedikit gitu lho," ungkap Bahlil ketika berbicara di pelantikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Golkar di Ambon, dikutip dari YouTube Kabar Golkar pada Sabtu (7/11/2026).

Ia pun mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyadapan yang dilakukan oleh sejumlah perwira tinggi di kepolisian. Seandainya pernah digelar rapat, Bahlil mendesak agar hal tersebut dibuka ke ruang publik. Sebab, ia tak pernah mengikuti rapat tersebut.

"Saya juga meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya kepada Polri agar diusut tuntas. Kalau memang ada rapat itu, siapa saja, dibuka saja! Karena saya merasa tidak pernah melakukan itu," tutur dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article