Aksi Kamisan menggaet sejumlah organisasi dan aktivis Tanah Air menggelar Doa Bersama untuk Andrie Yunus yang mengalami penyerangan dengan air keras. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Sementara, Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD), Fatia Maulidiyanti, yang turut hadir dalam doa bersama itu mendesak kepolisian mengusut pelaku penyiraman, tanpa mengulur-ngulur waktu lagi. Menurutnya proses pengusutan bisa berjalan lebih cepat, melihat berbagai fasilitas yang dimiliki pihak kepolisian.
“Kita juga belum tahu pasti apa yang menjadi pertimbangan dari polisi sebenarnya mengulur-ngulur ini. Kalau memang polisi berpihak pada keadilan dan mengayomi masyarakat, harusnya sesuai dengan janji yang dikeluarkan oleh polisi di siaran pers kemarin, itu semestinya hasil penyidikannya itu dapat dikeluarkan satu-dua hari ini,” kata Fatia.
Dia mengatakan, saat ini Andrie harus melalui banyak operasi karena kulit dan matanya rusak akibat siraman air keras itu. Melalui acara malam ini, dia mendoakan kesembuhan Andrie, dan juga keadilan, terutama dari sisi hukum.
“Jadi kita pengin menggaet seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama berdoa, memanjatkan doa untuk Andrie, untuk kesembuhan Andrie, dan tidak hanya untuk itu, tapi juga supaya negara ini dapat membuka seterang-terangnya siapa yang bertanggung jawab atas penyerangan ini,” ucap Fatia.
Dia juga berharap Presiden Prabowo Subianto mau membentuk tim khusus untuk mengungkap kebenaran dari kasus penyerangan itu.
“Selain mendorong kepolisian, kami juga ingin mendorong kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera membentuk tim gabungan pencari fakta independen atas hasil konsultasi dengan berbagai elemen masyarakat sipil, supaya ada sebuah hasil yang imparsial, transparan, dan akuntabel terkait penyerangan yang sistematis ini,” ujar Fatia.